FF SHINee: Delayed First Love (Part 2)

SULLI POV

eomma, pagi ^^” sapaku.

“pagi jagi, ayo kita cepat sarapan dan berangkat. Nanti kita bisa terlambat.”

ne, eh eomma wae? Itu ada kantung mata di mata eomma. Ish, seperti panda. Jelek sekali.”

“oh ya? Ah biarkan saja. Ayo cepat kita berangkat.”

eomma apa tak sebaiknya tidak kerja saja? Itu mata panda…”

“aish, mana bisa seperti itu jagi? Eomma juga akan bertemu bos baru hari ini. Eomma ditugaskan untuk jadi asisten pribadi seorang bos yang baru saja pindah dari Amerika. Oh ya, berita bagus sekarang eomma bekerja di perusahaan pusat, tidak di Incheon lagi. Eomma dipindah tugaskan.Ppali! Habiskan sarapanmu…”

ne,”jawabku. Ah dasar workaholic eomma -___-

Kami sudah di dalam mobil. Tapi daritadi eomma menstarter mobil, kenapa tidak maju juga?

eomma wae? Apa bensinnya habis?”

mola jagi, ani, bensinnya masih penuh.”

otteokhae? Kita bisa terlambat eomma!

“ah, akan kucoba menelepon Jonghyun oppa semoga dia belum berangkat.” Seru eomma.

yeobseyo oppa. Oppa eodisseo? Jeongmal? Aigooo, mobilku tiba-tiba ngadat. Otteokhae? Taxi? Oh iya. Semoga ada yang lewat.”

“apa kata Jonghyun ajusshi eomma?”tanyaku.

“dia sedang ada di Busan, ada rapat. Dia berangkat kemarin malam setelah pulang dari rumah kita.”

“yah, Otteokhae?

“sabar Jinri-ah, eomma coba starter lagi ya?”

Lima menit seperti itu tapi masih tak ada perubahan -___-.

ya, eomma itu ada Jinki ajusshi! Sepertinya dia juga mau bekerja. Bagaimana kalau kita menumpang?”

SHIREO!

eomma ada apa sih dengan Jinki ajusshi. Eomma aneh sekali deh =,=”

Jinki ajusshi lewat dengan mobilnya didepan mobil kami, dia membuka kaca mobilnya, “pagi, Jinri… pagi ___-ssi.

“pagi ajusshi ^^” jawabku riang. Eomma malah diam saja dan masih mencoba menstarter mobilnya.

“___ waeyo? Mobilmu kenapa?”

Eomma diam saja, biar aku yang jawab. “molasseo ajusshi. Daritadi mobilnya tidak menyala.”

“mau menumpang Jinri-ah? ___-ssi?

“bolehkah ajusshi? Aku dan eomma sudah hampir telat.”

anio, Jinri-ah. Kita kan belum tentu searah dengan Jinki-ssi.”jawab eomma.

ajusshi memang mau kerja dimana? Aku sekolah di Seoul International Junior High School (anggep aja ada ya sekolah kaya gitu :P) searah kah dengan ajusshi?

ne, kebetulan sekali. Kita searah. Aku juga akan lewat situ.”’

JEONGMALYO AJUSSHI?” aku memekik kegirangan. Jinki ajusshi mengangguk dan tersenyum manis. “ya eomma, ppaliwa, nanti eomma telat bertemu bos baru itu!”

Kutarik paksa eomma dari mobil. Eomma keluar dengan ogah-ogahan. Mukanya ditekuk. Jelek sekali.

mian merepotkanmu, Jinki-ssi,” jawab eomma akhirnya.

gwaencanha…” jawab Jinki ajusshi sambil membuka pintu mobilnya.

 

ONEW POV

Wah, pagi-pagi aku sudah mendapat kesempatan berangkat bersama ___-ssi dan Jinri. Pasti hari ini akan menjadi hari yang indah ^^

Aku membuka pintu mobil didepanku. Jinri seperti mengerti dan malah membuka pintu belakang. Ya, ___-ssi harus duduk didepan n_n

Eh tapi mengapa ___-ssi ikut duduk dibelakang?

ya eomma! Eomma tidak sopan sekali, masa ikut duduk dibelakang? Memangnya Jinki ajusshi itu supir? Sudah numpang kenapa eomma malah memperlakukan Jinki ajusshi seperti supir?” marah Jinri.

“aish, shireo. Kau saja yang duduk di depan. Ayo ppali, kita sudah akan terlambat. Kau yang duduk didepan atau eomma yang turun dan naik taksi?” ___ malah mendorong Jinri keluar. Jinri pindah kedepan dengan wajah dongkol.

mianhamnida, ajusshi. Eomma-ku memang jadi aneh akhir-akhir ini.”

gwaencanha. Kajja, kita berangkat.”

Kami pun mulai melaju ke tempat tujuan kami. Aku berkali-kali melihat ___ yang tidak nyaman melalui spionku.

Setengah jam kemudian kami sampai disekolah Jinri. Jinri turun dari mobil dan tersenyum kearahku.

“ah, masih jam 6.45 berkat ajusshi aku jadi tidak terlambat. Jeongmal gamsahamnida.” Ujarnya sambil membungkuk.

Jinri membuka pintu belakang dan menarik paksa ___ . “eomma sekarang harus pindah kedepan. Karena aku sudah turun. Tidak ada penolakan.” Jinri menutup pintu depan mobil. “have a nice day eomma! Sampai bertemu nanti sore ^^, annyeong ajusshi, aku titip eomma ya?”

Aku menganguk padanya. ‘Gomawo Jinri-ah’ kataku dalam hati.

YAA JINRI!” teriak ___, tapi sia-sia karena Jinri sudah berlari kearah sekolahnya.

“kita berangkat ya? ___-ssi.” Kulihat ___ mengangguk samar.

 

YOUR POV

Aaaaargh! Mengapa aku harus semobil dengan Onew? Kenapa mobilku harus ngadat disaat seperti ini? Minho, rasanya aku tak ingin hidup lagi T.T !

“___-ssi, tadi mobimu kenapa?” tanya Onew memulai pembicaraan.

molasseo,” jawabku acuh.

“biar dibawa ke bengkel ya? Kebetulan aku punya bengkel langganan (?)”

dwaeseo

Terlambat. Onew sudah menelepon orang bengkel itu. “Key-ssi bisakah menservice mobil temanku? Mobilnya mendadak mati. Eo, diderek saja. Mobilnya ada disebelah rumahku. Warnanya hitam. Ok. Gamsahamnida…” [LOL PENGEN KETAWA NGAKAK PAS NGEJADIIN KEY TUKANG BENGKEL/MONTIR AIGOOO! MANA ADA MONTIR SE-KECE KEY? KALAU ADA AUTHOR BULAK-BALIK BENGKEL DAH #PLAK ADUH MIANHAE KEY OPPA#BOW 900]

gomawo Onew-ssi.” Jawab ___.

ne, cheon.

“dimana kantormu?” tanya Onew.

Aku tak akan memberitahunya. Aku mau turun dimana saja. Secepatnya! Aku bisa gila dan spot jantung jika lama-lama berada semobil dengan Onew. Duduk didepan pula…

“aku turun dipertigaan itu saja,”

waeyo? Aku kira aku akan mengantarkanmu ke kantor?”

dwaeseo, gomawo sudah mau mengantar aku dan Jinri. Lagipula kantorku sudah tidak jauh dari sini.” Jawabku sedikit berbohong.

gwaencanha, aku akan mengantarmu sampai depan kantormu, beritahu saja arahnya…”bujuk Onew.

“AKU BILANG TIDAK ONEW-SSI.” Ujarku berteriak.

Onew pun menepikan mobilnya. Aku buru-buru turun tanpa bilang terima kasih. Aduh, kenapa aku jadi begini? Dimana manner-ku? Mianhae Onew-ssi, mungkin aku belum sanggup untuk bertemu kembali denganmu. Kumohon mengertilah…

Akupun segera memberhentikan taksi, jam 7.15, semoga aku bisa sampai ke kantorku tepat waktu. First impression ku di depan bos baruku harus bagus. Apa katanya nanti kalau hari pertama saja aku sudah terlambat?

 

ONEW POV

“AKU BILANG TIDAK ONEW-SSI.

Apa barusan ___ meneriakiku? Aku sungguh kaget. Mengapa ___ berubah? Kemana perginya sikap childish yang manisnya itu?

Aku langsung mengerti dan menepikan mobilku. ___ keluar begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih. Sepertinya ___ sangat tidak nyaman berada di dekatku. Waeyo? Apa dulu aku terlalu menyakitinya?

Ah, sudahlah. Aku harus cepat-cepat ke kantor.

@OFFICE

“ini kantor yang telah dipindah namakan atas nama tuan Jinki, mari kita lihat-lihat sekeliling dulu…” ujar seorang sunbae(?) yang mengantarku melihat berkeliling.

ne, dimana ruanganku?” tanyaku

“mari kuantar…”

Aku hanya mengangguk.

Tak lama aku sampai disebuah ruangan yang lebih besar dari ruangan lainnya yang aku lihat tadi. Apakah ini ruanganku?

“ini ruanganmu, sajangnim…

“ah, ne. Gamsahamnida. Tidak bisakah aku pindah keruangan yang lebih kecil atau minimal sama besarnya dengan ruangan karyawan biasa lainnya?”

mianhamnida, sajangnim. Karena anda presdir baru, jadi anda akan menempati ruangan presdir yang terdahulu.”

Aish pasti ini suruhan eomma! Berlebihan sekali…

“oh iya sajangnim, anda juga akan mendapat assisten pribadi. Dia assisten terbaik pindahan dari perusahaan kita yang cabangnya di Incheon. Dia dipindahkan tugas di puat sini untuk menjadi asisten pribadimu…sebentar aku panggilkan.”

“oh, ne, gamsahamnida…

“ini, Mrs. Choi, dia yang akan menjadi asisten pribadi anda sajangnim,

 

YOUR POV

Aku menghadap bos baruku. Dia presdir baru, dan katanya masih muda.

Entahlah.

Aku menunduk karena belum di kenalkan dengan bos baruku ini.

“ini Mrs. Choi, dia yang akan menjadi asisten pribadi anda sajangnim,

annyeonghaseyo, sajangnim, naneun Choi ___ imnida, bangap-

Ketika aku bangun dari membungkuk(?) dan mencoba melihat wajah bos baruku, aku sungguh terkejut. Onew? Bagaimana bisa? Jadi, dia bos baruku?

ne, Mrs. Choi bangapseumnida, naneun Lee Jinki imnida

“baikalah Jinki sajangnim, Mrs. Choi, aku tinggal sekarang, selamat bekerja…”

n-ne,” jawabku terbata.

“aku permisi dulu, Lee Jinki sajangnim…”pamitku padanya.

chankaman,” Onew menyentuh pergelangan tanganku. “mengapa kau tidak bilang kalau kau bekerja disini? Dan menjadi asistenku?”

Aku menepis tangannya, “mianhamnida, Lee Jinki sajangnim, aku juga tidak tahu kalau anda yang akan jadi bos ku.”

“tapi kenapa tadi kau menolak diantar? Kenapa kau tidak mengatakan dimana kantormu?”

jeongmal mianhae Lee Jinki sajangnim, aku rasa kita harus memisahkan masalah pribadi dan masalah kantor. Aku permisi dulu, kalau ada apa-apa panggil saja aku. Ruanganku tepat berada disebelahmu.”

***

ONEW POV

Jadi asisten baruku ___? Tapi sepertinya dia juga sama kagetnya denganku. Dia tidak tahu bahwa akulah bos barunya.

Keberuntungan datang sekali lagi.  Tadi pagi aku mengantarnya dan Jinri. Sekarang yang lebih menyenengkan lagi adalah dia sekarang menjadi asisten pribadiku.

Thanks God, sepertinya jalanku untuk kembali padanya sangat lancar ^^.

Tak terasa sekarang sudah jam 12 lewat.

Aku akan mengajak ___ makan siang diluar.

 

Tok..tok… aku mengetuk pintu ruangan ___.

ne, chankamanyeo…” lalu pintu terbuka, “On- eh maksudku Lee Jinki sajangnim, ada apa? Apa ada yang bisa kubantu?”

“hentikan bersikap formal padaku, ___-ah, panggil aku Onew saja.”

mianhamnida sajangnim, aku memang harus bersikap sopan pada bos ku.”

jincha, tapi ini bos mu sendiri yang minta…”

mian sajangnim, aku tidak bisa. Apa ada lagi yang bisa aku lakukan untuk anda, selain itu?”

Argh! Mengapa ___ sangat keras kepala sekali?

“apa kau sudah makan siang?”

“belum sajangnim, sebentar lagi baru aku akan makan siang. Pekerjaanku sedang menumpuk.”

“tinggalkan saja, ini baru hari pertama kita bekerja kan? Masih bisa bersantai. Kerjakanlah lagi setelah makan siang.” Aku menarik tangannya—lagi— “kajja kita lunch diluar.”

Lagi-lagi dia menghempaskan tanganku. Menyebalkan sekali. Tak tahukah dia kalau aku begitu merindukannya?

“sekali lagi, mian sajangnim. Pekerjaanku tidak bisa ditunda. Aku juga tidak bisa lunch diluar. Silahkan sajangnim pergi sendiri,”

Dan ___ menutup pintu ruangannya.

Apa dia sebegitu kesalnya padaku? Mengapa dia seperti tak suka dekat-dekat denganku uh?

Aku pun kembali ke ruanganku.

Lebih baik aku memesan delivery.

“bisa pesankan aku dua porsi makan siang? Ne, kirimkan satu ke ruanganku dan satunya lagi ke ruangan Mrs. Choi. Ne, gomawo…

 

YOUR POV

Tok..tok..

Siapa lagi? Semoga bukan Onew.

ne, silahkan masuk,”

Seorang OB(?) masuk dan meletakan makan siang dimejaku.

chankaman, ini untuk siapa?”

“untuk anda, Mrs. Choi,”

“dari siapa?”

OB itu tidak menjawab. Aku melihat secakrik kertas diatas makan siang itu dan membacanya.

Selamat makan ^^ karena kau tidak mau menemaniku makan diluar setidaknya kau harus makan, Noona ;P

Onew-ah, sungguh kekanakan sekali!

chogiyo, apa anda sudah makan?” tanyaku pada OB itu.

“belum Mrs. Choi, waeyo?

“ambil saja ini untukmu,”

anio Mrs, nanti aku dimarahi Lee Jinki sajangnim,

“tidak akan, aku yang akan tanggung jawab. OK? Bawa makanan ini keluar. Untukmu, atau kalau kau tidak mau boleh kau buang…”

 

ONEW POV

Tok..tok..

ne, masuk,”

Kulihat OB yang tadi kusuruh mengantarkan makanan untuk ___ masuk dan membawa makanan tadi.

sajangnim, mianhamnida. Mrs. Choi tidak mau memakan makanan ini, dia malah memberinya pada saya, dan berniat membuangnya tadi..”

jeongmalyeo?

ne sajangnim, mianhamnida.

gwaencanha, makanan itu untuk anda saja. Gomawo…

ne sajangnim, gamsahamnida. Aku keluar dulu,”

ne…

Aish, ___ mengapa kau bertingkah seperti ini sih? Aku jadi kesal!

***

 

YOUR POV

Jam menunjukan pukul 16.00, waktunya aku pulang.

“aaah, akhirnya selesai juga pekerjaanku. Aku akan segera pulang dan menjemput Jinri ^^”

“boleh aku ikut?”

Aku pun menoleh kearah suara itu. Onew lagi -___- kapan dia akan berhenti mengganguku eoh?

“aish mengganggu saja.” Aku langsung menyambar tasku dan keluar dari ruangan tanpa memperdulikan Onew. Jam kantor sudah berakhir kok dari tadi. Aku sudah terlalu kesal untuk ber manner-manner ria bersama bos baruku yang menyebalkan itu.

 

ONEW POV

“aish mengganggu saja.” Jawab ___.

Yes! Setidaknya dia sudah tidak bersikap formal di depanku! Awal yang baik Yay! n_n

Aku ikuti dia keluar dari ruangannya menuju lobby.

 

Hujan turun dengan derasnya! Yes, ada kesempatan untuk mengantarnya pulang😄

“aish, kenapa harus hujan?” kata ___ sambil cemberut.

“mau pulang bersama ku?” tawar ku.

SHIREO! Menyingkir dariku Onew!”

Aish galak sekali =,=

“ah, aku pesan taksi saja!” ujarnya riang.

yeobse-” dia menutup teleponnya sendiri, “AISH!!! MENGAPA PONSELKU HARUS LOWBAT DAN MATI DISAAT SEPERTI INI???”

___ menjerit kesal.

 

Entah mengapa aku malah tertawa. Aku menikmati ekspresinya yang lucu ketika marah itu, yeppeo!

ya, chogiyo-

Panggilnya padaku, “uh? Namaku bukan chogiyo…

“aish, ne, Lee Jinki sajangnim, bisa bantu aku?”

“panggil aku jagiya dulu…aku baru akan membantumu”

YA! KAU MENYEBALKAN SEKALI ONEW!!!”

Aku tertawa makin keras. Kini dia memukuliku bertubi-tubi.

geumanhae, geumanhae. Apa yang bisa kubantu, chagiya?” lalu aku mengedipkan sebelah mataku padanya.

ya! Apa kau bilang tadi? Pinjamkan aku ponsel, ppali… aku ingin pulang dan menjemput Jinri.”

Aku berpikir sejenak. Kalau aku pinjamkan nanti aku malah tidak akan bisa mengantarnya pulang.

Shireo.

shireo! Pulanglah bersamaku…”

ya Onew kau pelit sekali! Jebal…

shireo…kajja pulang bersamaku, Jinri pasti sudah menunggu lama” aku menarik paksa tangannya ke dalam mobil. ___ menolak dan meronta tapi tetap saja dia tak bisa mengalahkan kekuatanku.

 

Di dalam mobil ___ masih saja cemberut padaku.

ya, mianhae noona, jangan cemberut terus seperti itu,”

sajangnim, turunkan aku didepan,”

wae? Sekolah Jinri masih sangat jauh,”

“aku mau naik taksi saja, sajangnim.

“aish noona, kita sudah tidak di kantor, jangan panggil aku sajangnim lagi…”

sajangnim, jebal…

noona wae? Aku sudah lelah denganmu. Kenapa kau berubah?”

“itu hanya pikiranmu saja Jinki-ssi,

“sudahlah aku akan mengantarmu sampai sekolah Jinri dan kita pulang bersama oke?”

Kulihat ___ makin cemberut. Aigoo, otteokhae? I just wanna be close to you again, noona T^T

 

Kruk… kruk… *ceritanya suara perut yang bunyi karena kelaparan (?)*

Aku menahan tertawaku. Pwahahaha aku baru ingat ___ belum makan siang.

“kita berhenti di restoran depan ya?”

ani, teruskan saja. Tak usah perdulikan aku.”

“tapi, perutmu? Bukankah kau tadi menolak makan siang denganku, juga menolak makan siang yang dibawa OB tadi? Jadi kau pasti belum makan. Ayolah noona, jebal. Stop act like this…

“aku tidak mau, Jinki-ssi, cepat antarkan aku saja ke sekolah Jinri, dia pasti sudah menungguku daritadi. Jebal, jangan memaksaku lagi…”

Oke, aku menyerah. Aish! ___ keras kepala sekali!

***

YOUR POV

Akhirnya kami sampai juga disekolah Jinri. Aku buru-buru keluar dari mobil. Aku tidak mau lebih lama lagi bersama Onew.

ya, ___ chankaman! Hujannya masih deras,”

Apa aku peduli? Tidak. Aku terus berlari menembus hujan. Seluruh pakaianku basah. Tak lama, air hujan tak lagi membasahi bajuku. Eh, apa hujannya sudah berhenti?

“kau sudah bukan anak kecil lagi, ___ jangan hujan-hujanan,”

Aish. Onew si menyebalkan malah memayungiku. Aku terus saja berlari tanpa memperdulikannya.

YA! ___! Jangan lari,”

Onew malah balas mengejarku. Tak mengertikah dia kalau aku sangat benci padanya? ARGH!

eomma, wae geurae? Kenapa basah sekali? Kenapa pula berlari-larian dengan Jinki ajusshi?” tanya Jinri.

“Jinri, mian eomma telat menjemputmu, tadi ponsel eomma juga lowbat makanya kau tidak bisa menghubungiku,” tiba-tiba aku merasa lemas…

JINRI POV

“Jinri, mian eomma telat menjemputmu, tadi ponsel eomma juga lowbat makanya kau tidak bisa menghubungiku,” jawab eomma yang menggigil dan wajahnya terlihat sangat pucat.

gwaen- YA EOMMA!!! IREONA!eomma malah jatuh pingsan. Untung saja ada Jinki ajusshi disampingnya.

“aish, eomma. Ajusshi waeyo, eomma kenapa?” tanyaku khawatir.

“tolong payungi aku dan eomma-mu ke mobil , Jinri-ah. Jangan sampai eomma-mu kehujanan lagi. Nanti aku ceritakan padamu semuanya Jinri…” jawab Jinki ajusshi sambil menggendong eomma bridal style.

Aku menurut dan mengikuti intruksinya. Eomma wae geuraeyo? Semoga eomma tidak apa-apa.

Kami pun akhirnya berhasil membawa eomma ke dalam mobil.

eomma-mu belum makan siang, ditambah lagi dia tadi hujan-hujanan, pantas saja eomma-mu jatuh pingsan.” Jelas Jinki ajusshi.

jeongmal? Aigo, eonni ppaliwa ireona.

eonni?” tanya Jinki ajusshi. Aigo! Aku keceplosan!

“eh aniya, kau salah dengar ajusshi.

eoh. Jinri-ah, tunggu disini, aku akan membelikan eomma-mu makanan dan minuman hangat, jangan kemana-mana…”

ne, ajusshi.

Jinki ajusshi pun pergi keluar dari mobil. Jinki ajusshi baik sekali pada eomma, dan terlihat sangat perhatian. Apa hubungan mereka di masa lalu ya?

~TBC ^^~

10 thoughts on “FF SHINee: Delayed First Love (Part 2)

  1. OMG, mkin sru aja critax, lnjutax donk thor, please T_T
    pnasaran bget ma lnjutanx, jinri tuh spa sbnarx (?), n gmana klnjtan hbngan onpa n kim_?
    Please thor lnjtax donk:)

    • annyeong karina ^^ selamat datang di wp ajaib (?) ini ! *tebar confetti bareng cast delayed first love (?)*

      lanjut?
      hahahaha yakin?
      cerita ini garing loooooh. Nanti nyesel kalo minta lanjut.

      ini ff chap pertama saya, makanya jelek banget.

      cerita ini udah 75% jadi looooh sebenernya. Ada sekitar dua chap yang siap publish. Tapi saya tunda dulu. Abisnya saya kira ff ini ga ada yg baca ToT

      jinri siapa yaaaa? tungguin aja ya lanjutannya, hihi *maunya*

  2. Thor lnjut donk critax, mnurutq bgus kok, ya wlaupun msi agak sdkit brntakan, tpi slain i2 bgus kok:)
    mngkin bkan gak ada yg tertarik, tpi blum ada yg komen, sbnarx aq jga dlu gtu sih jd siders, tpi dah tbat😄 *jdi crhat deh
    klw mnurutq sih klw author mw edit lg ff ni trus d publish d blog lain kyk FFindo, SOFF, atw shinee fanfic psti bnyak yg komen+like deh:)
    jgn mnyerah dlu thor, fighting!
    n sran aq cba deh thor u/ jd author d SOFF, cozx klw gak slah d stu d ajarin sgla ssuatu tntng ff n yg lainx🙂 (hax sran aja sih), n knpa aq sbutin blog” i2, krna blog” trsbut yg lmayan-pling baxk d knjungi ama pcnta ff🙂
    gomawo:D

    • Udah aku lanjutin kok ^^
      Makasih ya udah mau nanyain😄
      Bukannya agak sedikit berantakan, ini sih berantakan banget XP

      mantan siders?
      aku juga looooooh #plak

      publish tempat lain?
      next time kali yaaaa? takut gak sempet edit ulang hihi…
      abisnya FF ini kudu bener-bener di edit dari awal banget karena ini FF chap pertama.

      Jadi author tetap?
      makasih deeeeeh…. aku takut gak mampu ngejar target bikin FF-nya hihi makanya aku cuma berani jadi author freelance yang gak terikat.

      Aku juga reader FFindo loh ;D
      tapi sekarang udah agak jarang.
      Aku reader setianya SF3SI (shining story) sekarang…

      makasih ya sarannyaaaaa *hug and kis*

  3. tambah seru ceritanya.
    konflik antara kim _ sama jinki udah mulai muncul.
    tapi ini nih yang dari chapter 1 udah mulai janggal.
    padahal minho ama kim _ gak pernah skinship tapi kenapa tiba” ada suli?
    jgan” sulli dongsaengnya minho kan marganya sama” choi?
    #sotoy,digeplak yang punya ff
    seru suthor.
    baca lanjutannya aahh
    keep writing ^^

    • makasih udah komen🙂

      nah loh?
      terus Jinri itu siapanya Minho dong ya? #malah balik tanya

      mungkin minho sama kim ___ ikut program bayi tabung dan menghasilkan Jinri? #ngaco #abaikan

      bocoran deh(?) jati diri Jinri bakal kebuka di chap 7 *ketawa evil brng kyu*

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s