Songfic: I don’t like her (Part 1)

wpid-i-dont-like-her2

Title: I Don’t Like Her ( Part 1 )

Author: Angangels aka Jung Byulgi

Cast: Lee Jieun (IU), Kim Jonghyun, Shin Sekyung, Nickhun

Genre: Romance, Sad, Angst

Length: chapter tapi mudah2an gak akan lebih dari 5 chap

Cover credit: thanks to QuinAegyoMin yang udah mau bikinin cover FF ku di ART Factory 

Happy reading and do leave comment guys…

Prolog

Tidak ada yang salah. Hanya saja semua ini terlalu melelahkan. Sekyung yang selalu kembali pada Jonghyun ketika ia dibuang Nickhun, Jonghyun yang akan meninggalkanku saat Sekyung membutuhkannya, Jonghyun yang pada akhirnya akan selalu ditinggalkan Sekyung lagi ketika Nickhun sudah kembali ke sisi Sekyung.

Semua itu seperti siklus yang tak akan ada habisnya.
Semua itu tidak akan berhenti jika tidak ada yang berusaha menghentikannya. Dan sepertinya memang tidak ada yang ingin menghentikan semua ini. Maka, akulah yang harus berkorban disini.

 

Chapter One

“Jieun-a, hari ini perayaan 100 hari anniversary kita. Apa kau ingat?” tanya Jonghyun semangat.Aku hanya tersenyum singkat.

Bagaimana aku bisa lupa? Menjadi yeojachingu Kim Jonghyun itu sangat sulit. Aku perlu waktu dua tahun untuk mendapatkan hatinya.

( ringtone )

Jonghyun menatapku seolah meminta izin untuk mengangkat panggilan di ponselnya.

“Angkat saja Oppa. Barangkali penting,” jawabku.

Jonghyun mengambil ponselnya. Aku bisa melihat matanya tiba-tiba membulat kaget. Mengapa ekspresi Jonghyun bisa sampai seperti itu?

“Y-ye-yeobsaeyo?

Aku terus memperhatikan Jonghyun. Matanya tak pernah bisa bohong. Aku bisa lihat matanya berbinar kegirangan menerima panggilan itu. Sebenarnya siapa yang sedang menelepon Jonghyun? Jincha! Jangan buat aku penasaran, jebal…

Lima menit berlalu dan aku masih terus menatap Jonghyun. Jonghyun terlalu sibuk dengan ponselnya hingga ia tak sekalipun menatap aku yang berada di sebelahnya. Sepertinya bahkan Jonghyun lupa bahwa ia tak sendirian di taman ini.

Beberapa menit kemudian Jonghyun mengakhiri panggilannya. Tapi aneh… Bukannya hilang, senyum Jonghyun malah semakin berkembang.

Oppa, tadi siapa yang menelpon?” tanyaku.

Jonghyun tersadar dan memandangku.

Omo Jieun-a! Kau membuatku kaget!” jawab Jonghyun.

Nuguseyo?” ulangku.

“Sekyung.”

Mataku membulat mendengar jawabannya. Sekyung? Shin Sekyung? Yeoja yang pernah menjadikan Jonghyun pelarian cintanya? Sekyung yang meninggalkan Jonghyun dengan dinginnya?

Sekyung… yeoja yang membuat Jonghyun patah hati juga trauma dengan wanita? Sekyung yang itu kah?

“Apa katanya?” tanyaku penasaran.

Jonghyun tersenyum lebar memperlihatkan sederet gigi putihnya, “Dia memintaku untuk bertemu dengannya. Dia baru saja putus dengan pacarnya.”

Jangan bilang kau akan menemuinya, Jjong. Jebal. Tak ingatkah kau Sekyung pernah membuangmu demi namja itu?

“Lalu?” tanyaku takut-takut.

“Tentu saja aku akan menemuinya sekarang. Akhirnya dia menyadari bahwa akulah tempatnya kembali. Akulah satu-satunya namja yang akan terus mencintainya,”

Aku menelan ludah. Maldo andwae, Kim Jonghyun. Bagaimana bisa kau lupa dengan apa yang telah Sekyung lakukan padamu?

“Annyeong Jieun-a, aku harus pergi sekarang. Aku tak bisa membuat Sekyung menunggu terlalu lama. Maaf aku tak bisa mengantarmu dulu.”

Hanya karena satu telepon dari yeoja itu dan kau melupakanku. Daebak. Lalu apa artinya pengorbananku selama dua tahun ini Jonghyun?

Flashback

“Jonghyun-a, lebih baik kita akhiri sampai disini saja hubungan kita.” ujar Sekyung tiba-tiba.

Jonghyun kaget bukan main. Bagaimana bisa Sekyung minta putus? Apa salah Jonghyun? Bukankah sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja? Bahkan mereka belum pernah bertengkar sekalipun.

“maksudmu?” tanya Jjong memastikan.

“uri… Kita putus saja, Jonghyun.”

“jangan bercanda, Kyungie… Ini sama sekali tidak lucu.”

“ani. Aku serius. Maafkan aku Jonghyun. Aku telah mempermainkanmu selama ini… Aku tak benar-benar mencintaimu, Jonghyun-a.”

“lalu apa maksudmu menerima pernyataan cintaku, Kyungie?”

“mianhae. Kau hanya ku jadikan pelarian. Aku patah hati ditinggal Nickhun, dan kau datang disaat aku merasa perlu membuktikan pada Nickhun bahwa aku bisa mendapat namja pengganti dirinya dengan cepat.”

Jonghyun hanya diam mematung. Jadi inikah isi hati Sekyung sebenarnya?

“Mianhae. Tapi aku sadar, aku sudah cinta mati pada Khun… Aku tahu tak ada namja lain yang aku inginkan selain dia,”

“tadi sore Khun memintaku agar kembali padanya. Dan hatiku tidak bisa dibohongi… Aku masih sangat menginginkan dirinya.Maafkan aku Jonghyun-a… Aku mohon jika kau benar-benar cinta padaku, lepaskanlah aku. Biarkan aku kembali pada Khun…”

“jika itu keputusanmu, aku bisa terima. Tapi ingat Kyungie, jika namja itu menyakitimu lagi, kembalilah padaku. Aku akan selalu ada untukmu, Kyungie…”

***

Jonghyun pun melalui hari-harinya tanpa Sekyung. Jonghyun tak ada bedanya dengan mayat hidup. Ia seolah hidup enggan, mati tak mau.

Lee Jieun, sahabat terdekat Jonghyun yang diam-diam sudah memendam perasaannya selama dua tahun belakangan mulai memotivasi Jonghyun agar ia bangkit.

Awalnya Jonghyun menolak keberadaan Jieun. Tapi berkat kegigihan Jieun, Jonghyun pun mencair. Perlahan tapi pasti, hati Jonghyun yang sudah hancur tak berbentuk mulai terobati.

Jonghyun bukannya tak tahu Jieun menyukainya. Seriously, it’s too obvius… Jieun yang selalu ada saat Jonghyun terpuruk. Jieun yang selalu memotivasi Jonghyun. Jieun yang sangat sabar ketika Jonghyun seringkali lepas kendali–meneriaki Jieun yang bahkan tak tahu apa-apa–.

Tapi… Entahlah rasanya sulit untuk mencintai Jieun. Bukan bukan. Bukan berarti Jieun begitu jelek atau apa sampai-sampai ia tak menarik lagi bagi Jonghyun.

Hanya saja, Jonghyun tak mau membohongi dirinya sendiri. Ia masih sangat mencintai Sekyung, sampai-sampai rasanya tak ada setitik celah pun yang bisa diisi oleh yeoja lain. Termasuk Jieun.

Ia bisa saja menerima perasaan Jieun dan pelan-pelan mulai belajar mencintai Jieun. Mengingat Jieun adalah yeoja yang loveable. Cantik, pintar, ramah, baik, penyabar. Tapi ia tak mau berbohong. Ia tak mau Jieun semakin sakit lagi jika menjalani hubungan yang awalnya saja sudah penuh dengan paksaan dan sandiwara.

***

Selang dua tahun berjalan. Perlahan Jonghyun memutuskan untuk membuka hatinya untuk Jieun.

“Jieun-a,” panggil Jonghyun ketika mereka berdua tengah duduk di bangku taman.

“ne?” jawab Jieun.

“coba tatap mataku,”

Jieun menurut dan mencoba menatap mata namja berparas tampan itu.

“apa kau masih menyukaiku?”

Deg! Jieun buru-buru menundukan kepalanya ketika Jonghyun melontarkan pertanyaan sakral itu. Semburat merah muncul bagai blush on di pipinya.

Tanpa dijawab pun Jonghyun mengerti jawaban Jieun. Walau tak menjawab dengan kata-kata, Jieun menjawab dengan reaksinya.

“kalau begitu, jadilah yeojachinguku, Jieun-a”

Jieun sontak mendongkakkan kepalanya begitu mendapat pernyataan cinta dari namja itu. Rasanya, walau ini hanya mimpi sekalipun… Ini terlalu indah bagi yeoja itu.

“oppa.. “

“Jieun-a, terima kasih sudah bertahan di sampingku selama ini. Terima kasih kau masih menyukaiku hingga detik ini. Mari kita coba hubungan ini…”

“tapi oppa, kau kan tidak mencintaiku?”

“bukan tidak, Sayang. Tapi belum. Maka dari itu berikanlah aku kesempatan agar aku bisa lebih dekat lagi denganmu. Dan buatlah aku mencintaimu, Jieun-a…”

End of flashback

To be continued

3 thoughts on “Songfic: I don’t like her (Part 1)

  1. Aku suka ff yang sad dan ini mungkin termasuk dalam ff yang kusuka.. haha.. Tiap hari periksa mata rupanya sudah bengkak gara2 ngeluarin air mata pas baca ff tengah malam pula keke dikira nanti setan lagi.. #curcoldikit #lupakan Eon~ keren deh ff-nya! Terus lanjutin dong eon sampe end^^ Pas tengok part 2 nya rupanya diprotek.. boleh gak min minta pwnya.. Kalo bisa kirim ke foxiemiho97@yahoo.co.id. Thank you! #tebar kissbye bareng Minho dan Jonghyun❤

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s