Saengil Chukae Lee Donghae!

Title: Saengil Chukae Lee Donghae!

Author: angangles aka Jung Byulgi

Cast: Donghae, Park Chanhyo (Nanur), Eunhyuk

Support cast: Super Junior members, Donghae mom, SM Town artists

Lenght: Oneshot

Genre: Friendship, Romance, Fluff

A.N: gatau ini kenapa ancur banget. Maap -_-v. Maksa banget ini nulis buat ultah si abang ikan.

Saengil Chukae bang Dongek ^^

It’s for you Nanur nn. Hope you’ll like it.

Happy reading…

***

“Saengil chukae Lee Donghae!!!”

Donghae sontak terbangun ketika semua member super junior tiba-tiba menarik selimut dan mengagetkannya dengan teriakan selamat ulang tahun itu.

Donghae mengerjap-ngerjapkan matanya dan mengucek matanya dengan kedua tangan–khas orang bangun tidur– , “gomawo.”

Eunhyuk tanpa banyak bicara langsung naik keatas kasur Donghae. “aigoooo. Uri fishy sudah tua ya sekarang?”

Bletak. Donghae memukul kepala Eunhyuk. “hya! Aku baru 27. Tua darimana huh?”

“Hyukie, berkacalah… Kau bahkan lebih tua dari Donghae…” ujar Siwon nimbrung. Dan tentu saja ucapan Siwon barusan disambut decakan sebal Eunhyuk.

***

Semua member telah keluar dari kamar Donghae setelah pesta kecil-kecilan itu berakhir. Well, sebenarnya pesta itu tak bisa dikatakan kecil. Secara, kue ulang tahunnya saja sungguh besar. Belum lagi tiap member memberikannya hadiah masing-masing.

Donghae kemudian teringat akan ponselnya. Ia belum mengecek ponselnya sedari tadi.

Donghae menemukan ponselnya berada di bawah bantal yang dipakainya tadi. Ada lebih dari 100 sms masuk.

Kemudian Donghae melirik jam di tangannya. Ini bahkan baru lewat 15 menit dari pergantian umurnya barusan.

Eomma: Hae-ya. Saengil chukahanda. Kali ini eomma tak lupa lagi dengan ulang tahunmu kan? Pulanglah… Eomma akan buatkan makanan favoritmu.

Eunhyuk: Fishy! Saengil chukae. Semoga kita semakin kompak ya! Ayo kita habiskan waktu seharian besok. Kau harus mentraktirku.

Donghae tertawa. Padahal hadiah Eunhyuk hanyalah sebuah boneka nemo. Beda dengan member lain yang memberikannya barang-barang yang bisa dibilang cukup mahal. Siwon contohnya. Ia memberikan Donghae i-pod baru. Dan saat Donghae bilang i-podnya masih ada, Siwon hanya bilang ‘nanti kau juga akan menghilangkannya. Jadi ini aku berikan gantinya lebih dulu.’

Sebenarnya Donghae malah curiga. Karena hadiah dari Eunhyuk tiga tahun berturut-turut adalah boneka ikan oranye bergaris hitam itu. Anehnya, saat Eunhyuk memberikan Donghae boneka nemo baru, secara tiba-tiba boneka nemo Donghae sebelumnya hilang. Lalu… Apa ini perasaan Donghae saja atau memang benar? Jangan-jangan sebenarnya Eunhyuk dua tahun ini tak membelikannya boneka baru melainkan mencuri bonekanya lalu memberikannya lagi pada Donghae? Mengingat ukurannya yang sama persis dan boneka yang tengah dipegangnya ini agak terlihat lusuh.

“ck. Apa dia sepelit ini padaku? Setidaknya cuci dulu bonekanya sebelum memberikannya padaku. Jangan membuat aku mudah menebak modusnya ini,” gerutu Donghae.

Pesan-pesan selanjutnya berderet dari member super junior. Leeteuk Siwon Heechul Ryewook Sungmin Kyuhyun Kangin Shindong bahkan Kibum Henry Hangeng juga mengiriminya ucapan selamat.

Deretan selanjutnya dari hoobaenya, SHINee. Member SHINee pertama yang mengiriminya pesan adalah Minho.

Minho: Hyung! Saengil chukae. Katakan padaku hyung ingin hadiah apa. Aku akan belikan.

Donghae lagi-lagi tersenyum. Minho yang dijuluki hyung whore itu memang perhatian padanya.

Selanjutnya pesan dari Onew Jonghyun Key dan Taemin muncul.

“banyak sekali pesan yang masuk. Tanganku pegal,” protes Donghae.

Donghae meletakkan ponselnya sebentar dan menggerak-gerakan tangannya yang terasa pegal. Setelah merasa mendingan, Donghae meneruskan membaca pesannya lagi.

Oh. Kali ini DBSK. Sunbaenya.
Yunho dan Changmin mengirimkan ucapan padanya.

Tunggu? Junsu Yoochun Jaejoong juga mengirimkannya pesan? Wow. Rasanya tiba-tiba Donghae rindu pada tiga hyungnya yang sekarang adalah JYJ, bukan lagi DBSK.

Menyusul ada f(x). Amber yang pertama mengiriminya pesan.

Amber: Hyung! Saengil chukae. Semoga aku bisa setampan hyung.

Donghae tertawa. Hoobaenya satu ini memang memanggilnya dengan panggilan hyung. Dan apa itu tadi? Bukannya mendoakan dirinya yang tengah berulang tahun, Amber malah berdoa untuk dirinya sendiri.

Disusul Krystal Victoria Luna Sulli.

Lalu member-member SNSD juga tak ketinggalan memberikannya ucapan selamat.

Jessica: Saengil chukae.

Mantan yeojachingu-nya lah yang pertama kali mengirimkan pesan. Dan pesannya benar-benar to the point. Baru member SNSD yang lain menyusul.

EXO-K dan EXO-M juga tak ketinggalan.

Sisanya pesan dari fansnya. Heran, bagaimana fansnya itu bisa tau nomer ponsel Donghae? Apa dia harus mengganti nomer ponsel lagi? Tapi Donghae rasa jika fans masih dalam batas kewajaran dan tak menggangunya, ia masih mampu menolerirnya.

Akhirnya semua pesan sudah dibaca Donghae. Awalnya Donghae ingin mengecek akun twitternya. Tapi karena ia sungguh sangat mengantuk dan matanya tak bisa diajak kompromi, Donghae memutuskan akan membuka twitternya besok pagi.

Tunggu. Rasanya ada satu orang yang belum mengiriminya ucapan happy birthday padanya. Park Chanhyo. Kemana gadis itu? Apa gadis itu lupa dengan ulang tahun Donghae?

Flashback

“eomma!”

“ne Donghae-ya? Waeyo?”

“eomma tau tidak sekarang tanggal berapa?”

“em, chankaman…” jawab ibu Donghae sambil mengecek tanggal di ponselnya. “o. Jigeum… Sekarang tanggal 15 oktober Hae-ya,”

“hari ini hari apa ya eomma?”

“senin?”

“eomma jahat!” teriak bocah itu sambil menangis dan berlari dari rumahnya.

“Hae-ya! Waeyo?” teriak ibunya kebingunggan, “apa aku melupakan sesuatu? Apa hari ini adalah hari spesial?”

***

Donghae berlari ke taman dan dengan segera duduk di ayunan favoritnya.

“hiks hiks,”

Sedari tadi bocah umur lima tahun itu tak berhenti menangis. Ia sangat sedih karena eommanya melupakan ulang tahunnya.

“hiks hiks”

Donghae masih saja terus menangis.

“aegi-ya, uljimara…”

Donghae menolehkan kepalanya mencari sumber suara itu. Ternyata ada seorang gadis kecil yang menduduki ayunan sebelahnya.

“hiks. Aegi-ya? Nugu? Siapa hiks yang kau panggil hiks aegi?”

“neo!” tunjuk gadis kecil itu tepat di hidung Donghae.

“aku bukan hiks aegi. Hiks. Kenapa kau hiks panggil aku aegi?”

Gadis kecil itu mencibir lalu turun dari ayunannya. Ia mengeluarkan sapu tangan dari sweater pinknya dan memberikan sarung tangan itu pada Donghae. “igeo… Pakai ini.”

Tanpa pikir panjang Donghae mengambil sapu tangan itu lalu membersihkan ingusnya.

“hyaaaa!” teriak gadis kecil itu tiba-tiba.

“w-wae?” tanya Donghae takut-takut.

“aku meminjamkan sapu tanganku untuk dipakai mengelap air matamu! Nunmul… Bukan untuk ingusmu yang hijau berlendir dan menjijikan itu!”

“omo mianhae. Aku tak tahu. Ini ku kembalikan.” Donghae mengulurkan tangannya yang tengah memegang sapu tangan yeoja itu yang sudah basah dan penuh ingus.

“hyaaa! Dwaesseo! Neo micheosseo? Jorok sekali!”

Tanpa sadar tangis Donghae cilik sudah berhenti sejak yeoja itu memberinya sapu tangan.

“kenapa kau menangis?” tanya gadis lucu itu.

“aku sedih. Eomma melupakan ulang tahunku…hiks” jawab Donghae sedih.

“hya, aku kira kau anak yang kehilangan eommanya barusan. Habis, tangismu sungguh berlebihan.”

“berlebihan? Aniya! Eommaku melupakan ulang tahunku. Apa itu tidak menyedihkan?”

Tiba-tiba ada seorang bocah lelaki yang menghampiri Donghae dan gadis kecil itu. Lelaki bocah itu membawa kue ditangannya.

“Chanhyo-ya! Kenapa kau terus menghindariku?” tanya bocah itu.

“menjauh dariku Hyukkie! Aku tak suka denganmu!” jawab gadis yang ternyata bernama Park Chanhyo itu. Gadis itu langsung berlindung di belakang punggung Donghae.

“waeyo? Ini aku sudah bawakan kue untukmu. Chanhyo-ya, jadilah yeojachinguku.” ujar Eunhyuk.

Donghae yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi hanya menatap Chanhyo dan Eunhyuk bergantian. Lalu Donghae melihat kue strawberry yang sepertinya sangat lezat itu.

“aegi, kau mau kue itu?” tanya Chanhyo masih dari balik punggung Donghae.

“aku bukan aegi. Aku punya nama, namaku Lee Donghae,” protes Donghae.

“aku tak bertanya namamu aegi. Kau adalah aegi. Karena tadi kau menangis seperti aegi, di mataku kau akan selalu jadi aegi. Kau mau tidak kuenya?”

Tanpa malu-malu Donghae menganggukan kepalanya. Chanhyo berjalan mendekati Eunhyuk lalu mengambil kuenya.

“hya!” protes Eunhyuk.

“aegi-ya. Ini untukmu.” ujar Chanhyo sambil memberikan kue itu pada Donghae, “Hyukkie, aegi sudah memakan kue pemberian darimu. Berarti aegi sekarang pacarmu.”

“hya! Park Chanhyo! Kau jahat!” Eunhyuk lalu berlari meninggalkan Donghae dan Chanhyo.

“massita?” tanya Chanhyo.

Donghae tak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya kuat-kuat. Donghae makan dengan belepotan.

“aegi-ya! Mulutmu belepotan,”

Donghae menghentikan aktivitas makannya. Donghae terkejut begitu Chanhyo mengeluarkan sapu tangan baru dari saku sweaternya dan mengelap mulut Donghae.

“kau mau kue ini?” tawar Donghae.

Chanhyo menggeleng. “aku sedang tidak berulang tahun.”

Donghae lalu tersenyum pada Chanhyo, “siapa namamu?”

“Chanhyo. Park Chanhyo.” jawab Chanhyo, “omo! Sudah sore aegi-ya. Aku harus pulang atau eomma akan khawatir padaku.

Donghae sedikit kecewa sebenarnya, tapi akhirnya ia mengangguk memperbolehkan Chanhyo pulang.

“o, chankaman,” Chanhyo yang sudah berjalan menjauh berbalik kembali, “ini untukmu aegi-ya. Saengil chukae ^^”

Donghae menerima gantungan berbentuk nemo itu dengan gembira. Seketika ia memeluk Chanhyo.

“gomawo Chanhyo-ya.”

Chanhyo hanya tersenyum. Gadis kecil itu lalu berjalan meninggalkan Donghae.

“Chanhyo-ya, bolehkah aku berteman denganmu?” teriak Donghae.

Chanhyo tersenyum dan mengangguk, “tentu saja aegi-ya. Kita teman sekarang.”

Donghae menatap hadiah pemberian Chanhyo untuknya. Mulai sekarang ia akan menyukai ikan oranye ini. Karena ikan itu mengingatkannya aka Chanhyo.

End of flashback

“hey, birthday boy! Kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya Eunhyuk.

“Chanhyo belum menghubungiku. Dia belum memberikan ucapan selamat ulang tahun padaku,” jawab Donghae.

“oh, kukira apa. Paling dia melupakan ulang tahunmu,”

“hya! Maldo andwae. Biasanya ia selalu mengingat ulang tahunku. Bahkan dia selalu jadi orang pertama yang mengucapkan padaku,”

“buktinya sekarang Chanhyo belum juga menghubungimu kan? Berarti dia lupa. Lihat! Sekarang sudah jam 11 malam. Sebentar lagi hari ulang tahunmu akan lewat.”

Sebenarnya Eunhyuk masih sebal jika menginggat dulu Chanhyo selalu menolaknya. Dan ia iri pada Donghae yang bisa dekat bahkan berpacaran dengan Chanhyo.

“Hae-ya, bagaimana jika kau traktir aku minum kopi?”

“hya! Apa katamu? Minta traktir? Kau pikir aku tak tahu boneka nemo yang kau berikan sama dengan boneka dua tahun lalu?”

“omo. Bagaimana kau tahu?” tanya Eunhyuk takjub.

“dasar monyet kikir. Tega sekali kau padaku. Ku doakan agar kau jomblo terus selamanya! Haha,” ujar Donghae sadis.

Donghae lalu meninggalkan Eunhyuk dan masuk ke kamarnya.

***
Kamarnya sekarang penuh dengan hadiah ulang tahunnya. Bahkan banyak hadiah yang tak sengaja terinjak oleh Donghae. Kamarnya sekarang penuh sesak.

Lima puluh persen hadiah dari fans berhubungan dengan nemo.

“Chanhyo-a, apa kau melupakan ulang tahunku?” tanya Donghae sedih. Ia lalu memegang gantungan ponsel berbentuk nemo pemberian Chanhyo sekian tahun silam.

***

Jam menunjukkan pukul 23.55. Sebentar lagi ulang tahun Donghae akan berakhir.

“Chanhyo-a, eoddiseo?”

Donghae melirik ponselnya. Tak ada pesan masuk.

Dilirik lagi jam ditangan kirinya. 23:58

“baiklah jika kau benar-benar melupakan ulang tahunku.”

Donghae menyerah. Ia kemudian mencoba tidur.

Drrrrt Drrrrt Drrrrt

Ponsel Donghae bergetar. Donghae yang sebenarnya tak bisa tidur langsung mengambil ponselnya semangat.

Park Chanhyo: Saengil chukahanda, aegi-ya. Eommamu tak melupakan ulang tahunmu kan kali ini? Maaf mengerjaimu. Aku sengaja menjadi yang terakhir mengucapkan happy birthday padamu.

Donghae tersenyum lebar sekali. Ternyata yeojachingunya itu sengaja mengerjainya. Ternyata Chanhyo tak melupakan ulang tahunnya.

Tergesa-gesa Donghae mendial nomer Chanhyo.

“yeobsaeyo?”

“kau belum tidur, Hyo?”

“menurutmu apa aku akan tetap tidur jika ponselku berbunyi begitu nyaring?”

“mian menggangu tidurmu,”

“ania. Aku hanya bercanda. Aegi-ya, kau mau hadiah apa dariku?”

“besok ayo bertemu di ayunan tempat kita bertemu pertama kali. Kutunggu kau jam 10 tepat. Tak usah bawa hadiah untukku.”

“eo. Baiklah.”

“Jaljayo, Hyo-ah. sampai bertemu besok.”

“ne,”

Donghae mengakhiri panggilannya. Ia lalu beranjak menuju laci raknya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru yang berhiaskan pita kecil.

Donghae membuka kotak itu dan mengambil cincin di dalamnya.

“Park Chanyo, menikahlah denganku…”

END

Posted from WordPress for Android

3 thoughts on “Saengil Chukae Lee Donghae!

  1. aku baru pertama ini baca FF mu, dan waktu ngecek Fanfiction aku nemu yang cast nya DONGHAE, ya sudah aku langsung baca, hhee.
    ceritanya bgus, walau cuma ngambil kejadian satu hari tapi alurnya gak kecepatan dan gak ada basa-basinya..
    i like it^^

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s