Sehari menggombali Minho (special Minho Bday) 1 of 2

image

Oke aku tau ini udah telaaaaaaaat banget. Tapi aku merasa gimanaaaa gitu gara-gara ga bikin sesuatu buat ultimate bias tercintaku itu #hoek

Awalnya aku niat buat FF tapi ga mulai2, plot udah ada tinggal ngetik. Tapi jariku gamau diajak kompromi (((bilang aja males))).

So, aku bikin gombalan gaje buat Mino. Saranku gausah baca karena ini bakal chessy banget. Aku aja geli ngetiknya.

Walau telat, gapapa kali ya daripada ga bikin apa-apa buat pangeran kodok-ku tercinta. Iya ga?😉 #iyahin aja biar cepet

Here we goooo…

***

29 December 2012…

Choi Minho masih saja mogok bicara pada yeoja jadi-jadian disebelahnya. Merasa kurang keren, Minho kemudian meletakkan kedua tangannya di depan dada. ‘Nah, sekarang kan poseku sudah keren dan meyakinkan kalau aku sedang marah’ ujar Minho dalam hati.

“Minho Oppa… Jebal… Maafkan aku, please.” rajuk yeoja itu sambil mengeluarkan puppy eyesnya–yang tentu saja tak mempan bagi namja itu–. Yang benar saja, puppy eyes seorang Kim Jonghyun saja tak mempan bagi Minho…apalagi puppy eyes yeoja aneh ini yang tak ada cute cute-nya.

Oppa…Jeongmal mianhae… Aku minta maaf.” kali ini yeoja itu menarik-narik ujung kemeja Minho–bermaksud membuat namja itu mengeluarkan suara sedikit saja–.

Hya, geumanhae! Jangan sentuh aku!” seru Minho galak sambil menghempaskan tangan yeoja itu kasar.

O-op-oppa… Kau tak pernah sekasar ini padaku sebelumnya hiks.” gadis bernama Byulgi itu kemudian merengut sedih.

Minho langsung panik karena tau selang lima menit setelah gadis itu merengut, ia pasti akan menangis.

Hya hya hya,” seru Minho panik. “Uljima, gadis cengeng.”

“Aku akan tetap menangis jika Oppa tak memaafkanku.” ancam Byulgi.

Ck, arraseo. Aku memaafkanmu.” ujar Minho kemudian.

Jinchareo? Jeongmalyeo?” pekik Byulgi riang sambil menggoyang-goyangkan kedua bahu Minho.

Minho kemudian mengangguk kecil dengan enggan.

Geotjimal… Kau masih marah padaku, Oppa.

Hya! Bagaimana bisa aku tidak marah padamu Jung Byulgi? Kau melewatkan ulang tahunku begitu saja! Katamu aku ultimate bias-mu. Kau yang pembohong. Kau tak memberikan apa-apa padaku!”

Hya Oppa, aku bukan tidak memberikan apa-apa padamu. Tapi belum. Aku sudah punya plot untuk FF special Bday-mu Oppa.” jawab Byulgi membela diri.

“Ini sudah lewat dua puluh hari dari ulang tahunku. Cih dan kau baru memikirkan plot saja? Aku percaya sekali bahwa akulah ultimate bias-mu.” sindir Minho sarkastik.

“Kau memang ultimate bias-ku, Oppa.” ucap Byulgi pelan nyaris seperti berbisik.

Ultimate bias mana yang saat ulang tahunnya tak diberi apa-apa?”

“Ish Oppa! Aku kan sudah update status facebook-ku dan mengucapkan HB kepadamu!”

“Fans lain juga begitu! Bahkan shawol yang bukan flamers saja mengucapkan via sosnet. Lebih-lebih mereka mengucapkan lewat twitter. Mereka hightech tidak sepertimu yang tak bisa twitter.” ledek Minho.

“Cih, seperti kau punya akun twitter saja. Sadarlah kita sama saja.” cibir Byulgi pedas.

“Apanya yang ultimate bias? Donghae hyung saja kau buatkan FF padahal dia bukan bias-mu.”

HYA CHOI MINHO! BERAPA KALI AKU HARUS BILANG KALAU FF ITU FF REQUEST LANGSUNG DARI PARK CHANHYO SAHABATKU? BAGAIMANA BISA AKU MENOLAK HAH?” amuk Byulgi.

Minho agak ketakutan melihat Byulgi mengamuk. Ia sampai berhalusinasi melihat dua tanduk banteng di kepala gadis itu.

“Sudahlah… Akui saja ultimate bias-mu itu belum berganti. Wooyoung hyung masih yang utama. Ya kan?”

“Arrrrgh! Minho Oppa neo jincha! Bagaimana lagi caranya agar kau percaya bahwa kau lau ultimate biasku? Haruskah aku bilang bahwa tahun ini aku bahkan melewatkan ulang tahunnya? Aku bahkan tak mengingat ulang tahun Woo oppa. Kau harusnya bersyukur aku masih ingat kapan kau berulang tahun.” erang Byulgi frustasi.

Jincha? Kau sama sekali tak ingat ulang tahun Wooyoung hyung?” tanya Minho tak percaya.

Byulgi mengangguk mengiyakan, “Maka dari itu, Oppa. Ma’lumi lah keadaanku. Toh aku juga bukan tak akan memberikan apa-apa kan? Bersabarlah sedikit lagi… Saat itu aku sedang ujian akhir dan tak sempat membuat FF tepat di hari ulang tahunmu. Tapi aku bahkan mencuri-curi waktu memposting ucapan HB singkat di wordpress-ku, ku mohon mengertilah.”

Minho kemudian merasa bersalah telah berprasangka buruk pada gadis di sebelahnya ini.

“Baiklah aku mengerti…” kata Minho akhirnya sambil mengelus puncak kepala Byulgi.

Jincha?

Minho mengangguk pasti. “Tapi, aku tak mau FF buatanmu. Aku sudah tidak lagi tertarik. Toh FF-mu pasti jelek seperti biasa kan? Lakukan sesuatu yang lain sebagai gantinya.”

“Apa yang harus kulakukan?”

It’s up to you. Pokoknya lakukan sesuatu yang bisa dilakukan detik ini juga di tempat ini.”

“Hmmm~,” ujar Byulgi sambil berpikir keras, “Bagaimana kalau aku bernyanyi untukmu?”

NO!” tolak Minho. “Suaramu jelek begitu, yang ada telingaku bisa tuli permanen.”

“Cih, gaya mu bak lead vocal saja. Suaramu juga jelek.” protes Byulgi.

“Peduli apa? Toh aku rapper kan? Kau memang bisa nge-rap? Lagipula suara ku jelek pun kau buktinya tetap nge-fans padaku kan?”

“Cih. Baiklah, bagaimana jika aku nge-dance?

No. Aku saja bosan setengah mati melihat dance Taemin si dancing machine, apalagi kau yang dance gee-nya saja masih payah. Yang lain!”

Hya kodok menyebalkan! Apa maumu huh? Ini tidak mau itu juga tidak mau. Ini penawaran terakhir! Jika kau tak mau aku sudah masa bodo dan tidak peduli lagi.”

Sure. Apa penawaran terakhirmu?” tantang Minho.

“A-aku akan menggombalimu!” jawab Byulgi dengan ekspresi campur aduk. Ia mengucapkan dengan penuh keberanian tapi nyatanya wajahnya merona merah karena malu.

“Menggombal? Mari kita lihat apa seorang Jung Byulgi sanggup membuat Choi Minho yang tampan ini mempan dengan gombalannya…” tantang Minho meremehkan.

“Aku mulai ya…” Byulgi menarik napas perlahan, “Oppa, mau tidak temani aku ke toko bunga?”

Minho mengerutkan keningnya heran, “Loh katanya mau menggombaliku? Tapi kok malah mengajakku ke toko bunga? Kau mau beli bunga untuk menyogokku hah?”

Bletak! Tanpa mengingat sopan santun yang diajarkan padanya, yeoja itu memukul kepala Minho.

“Ini aku sudah mulai menggombal! Kau harusnya bilang ‘mau beli apa?’ dan tak usah bilang yang macam-macam lagi. Ayo ulangi!” teriak Byulgi.

Arra arra…

Oppa mau tidak temani aku ke toko bunga?” ulang Byulgi dengan nada sok manis.

Minho kemudian merasa perutnya dipilin-pilin dan mendadak ingin muntah mendengar perkataan juga nada suara yeoja preman itu yang sok manis.

Ragu-ragu, Minho mulai mengucapkan apa yang diperintahkan Byulgi. “Memangnya kau mau beli apa?”

“Aku mau beli bibit cinta supaya bisa ditanam di hatimu…”

Hoeks. Kali ini Minho sudah tak tahan dan benar-benar ingin muntah. Ternyata membiarkan Jung Byulgi menggombalinya adalah hal yang mengerikan.

TBC

Tuberculosis?
Tentu bukan. To be continued i mean ;D #yaiyalah

Kenapa make tbc segala?

Antisipasi takut reader eneg baca gombalan neng Byulgi ke kang Minho (((Byulgi kan elu jeng! Eh iya lupa -___-v)))

Part kedua ku protek ya. Hanya reader yang terpilih (?) lah yang boleh baca kelanjutannya. #plak

Just kidding. Boleh ko ntar minta pw kalo emang merasa cukup kuat iman dan ga akan muntah-muntah baca part depan yang isinya full gombal.

Btw dialog diatas nearly 100% bener hiks :c. Aku emang ngelupain ultah Woo tahun ini. Aku juga baru kepikiran plot FF bday Mino doang sampe detik ini. Dan yeah, ultah Mino emang pas UAS.

Oh jangan tanya apakah ini FF atau bukan karena aku juga gatau (-____-)v. Status aku dan Minho di FF ini pun aku gatau apa. Anggep aja suami – isteri fans yang deket sama idolanya. Masalah kenapa Mino nagih FF… Lupain aja gimana? Slapped

See you @ next chap ;p

Posted from WordPress for Android

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s