Oppa…

jbg-oppa_3

Title: Oppa…
Author: angangels aka Jung Byulgi
Cast: Kim Jonghyun, Kim Hyuna (OC/you)
Genre: family
Length: oneshot

***

Happy reading and do leave comment, please…

***

Oppa…

Ne, Hyuna-ya?

Oppa mau pergi?”

Jonghyun oppa mengangguk. Setelahnya aku mendesah pelan.

Wae?

Oppa mau pergi kemana? Apa aku boleh ikut? Aku sendirian di rumah, Oppa.

Oppa mau pergi ke rumah Jessica.”

“Pacar baru lagi huh? Kemarin Oppa pergi ke rumah Sekyung eonni. Sebenarnya pacar oppa itu yang mana? Oh atau pacar oppa memang sebanyak itu?”

Jonghyun tersenyum kecil. “Kau juga harus cari pacar, Hyuna-ya...”

“Aku tidak mau.”

Waeyo?” tanya Jjong oppa heran. “Bukankah kau bilang kau kesepian saat tak ada aku di rumah? Kenapa tidak cari pacar dan bawa dia ke rumah agar dia bisa menemanimu hm?”

Brak!

Aku menutup pintu kencang.

“Aku tidak butuh pacar! Aku butuhnya Oppa!

~

Haruskah aku membatalkan niat pergi ke rumah Jess dan kembali masuk ke dalam untuk minta maaf pada adikku?

Tapi untuk apa aku minta maaf? Memangnya aku punya salah?

Yeah, mungkin aku salah karena akhir-akhir ini sering pergi meninggalkan adikku sendirian di rumah. Padahal jelas-jelas di rumah hanya ada kami berdua karena eomma dan appa kami hanya pulang sebulan sekali–mereka punya bisnis besar di Busan yang harus selalu diawasi.

“Maafkan oppa, Hyuna-ya.” lirihku. Walau ku tau pasti adikku tak kan mendengar. Hyuna pasti langsung menangis di kamarnya sambil memeluk boneka teddy pemberianku setelah membanting pintu barusan.

~

Oppa…

“Hm?” sahutku pelan.

Oppa mau temani aku main di lotte world tidak? Aku mendadak ingin kesana.”

“Maaf. Tapi aku sudah ada janji dengan Yoona.”

“Lagi-lagi gadis baru.” aku melihat Hyuna mencibir samar, “Bisakah sekali saja batalkan kencan dan temani aku?”

“Tidak bisa Hyuna-ya. Nanti Yoona bisa marah dan minta putus.”

“Pacar Oppa kan banyak. Kenapa harus takut kehilangan satu? Oh aku bisa menggantikan posisi Yoona eonni jika oppa mau. Aku bisa bertindak seolah-olah aku ini pacarnya Jonghyun Oppa.

Aku tersenyum sambil mengacak rambut Hyuna gemas.

Oppa tau apa itu karma?”

“Karma?”

“Iya. Kemarin mantan pacar Oppa yang namanya Gyuri mengirimi aku pesan.”

Omo! Apa dia mengancammu? Menerormu?” tanyaku panik.

Anio. Gyuri eonni hanya bilang kalau karma itu masih berlaku. Dia menyuruhku mengingatkan Oppa kalau Oppa punya aku–punya seorang yeodongsaeng— dan bisa saja karmanya menyerang aku. Aku bisa dipermainkan oleh namja seperti Oppa mempermainkan para yeoja.

“Itu tidak akan terjadi, Hyuna-ya. Oppa akan selalu melindungimu.”

Geuraechi? Kalau begitu Oppa bisa menemaniku ke lotte world?

“Maaf Hyuna-ya. Aku tidak bisa membatalkan janji dengan Yoona.”

“Cih. Apanya yang akan melindungi? Diminta menemani ke lotte world saja Oppa tidak mau.”

Mianhae, Hyuna-ya.

~

21:00 KST

Kenapa rumah gelap sekali? Kenapa Hyuna tidak menyalakan lampu? Buru-buru aku memarkirkan mobilku dan masuk ke dalam rumah.

Cklek.

Kunyalakan beberapa lampu untuk menerangi rumah ini. Di dalam bahkan lebih gelap lagi. Aku melangkah menuju lantai dua–tempat dimana kamar Hyuna berada.

Tok tok tok

“Hyuna?”

Tok tok tok

Masih tak ada jawaban. Lagipula kamarnya dikunci. Sepertinya Hyuna memang sedang tidak di rumah.

Segera ku-dial nomer ponsel adikku itu.

Annyeong! Aku Kim Hyuna. Kau terhubung dengan mail box-ku. Tekan satu jika kau ingin menyampaikan pesan.

Mail box! Ku tekan tombol satu di ponselku.

“Hyuna-ya… Eodisseo? Kenapa kau pergi tidak bilang pada oppa?

Tut.

Drrt drrt drrt

Nomer asing menghubungi ponselku.

Yeobseyo?

“Jonghyun Oppa? Ini aku Krystal, sahabat Hyuna. Oppa bisa datang ke rumahku tidak? Hyuna ada di rumahku. Tapi tadi dia mendadak demam.”

Eo arraseo. Aku akan kesana sekarang juga. Kirimkan alamatmu ok?

Tut.

Ada apa ini? Kenapa Hyuna bisa demam? Rasanya tadi pagi adikku itu masih terlihat sehat-sehat saja.

Drrt drrt

Aku segera meninggalkan rumah dan melajukan mobil begitu alamat Krystal kudapatkan.

~

“Jonghyun Oppa? Silahkan masuk…”

Aku masuk setelah dipersilahkan Krystal. Rumahnya sepi.

“Kau sendirian di rumah?”

Ne. Orang tuaku belum pulang kerja. Aku di rumah hanya berdua dengan Hyuna.”

“Hyuna dimana? Biar aku membawanya pulang.”

Oppa, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan.”

“Tentang?”

“Hyuna. Dia seringkali curhat padaku. Tak ada satu hal pun yang tidak ia ceritakan padaku. Dan akhir-akhir ini dia bilang dia kesepian. Katanya Jonghyun Oppa sudah tidak pernah menemaninya lagi. Dia sangat kesepian Oppa.

“Begitu ya?”

“Dan aku harap Oppa mulai sekarang mau kembali menemaninya seperti dulu. Tadi Hyuna menangis histeris di kamarku. Dia bingung mengapa Oppa tiba-tiba menjauhinya. Dia bilang dia merindukanmu. Hyuna tadi tertidur setelah puas menangis. Tapi saat aku membangunkannya untuk mengajak makan, Hyuna sudah menggigil.”

“Bisakah aku menemui adikku sekarang?” tanyaku sedikit tergesa.

“Tentu, Oppa.

~

Benar kata Krystal. Badan Hyuna panas sekali.

“Apa aku perlu membangunkan Hyuna?”

“Tidak usah. Aku akan menggendongnya sampai rumah. Anyway terima kasih, Krystal-sshi.

Aku pun menggendong Hyuna di punggungku. Untung tidurnya pulas, jadinya ia tidak terbangun.

~

Oppa?” aku mengucek mataku begitu melihat Jonghyun oppa duduk di kasurku. Tunggu… Siapa yang membawaku ke kasur? Aku kan tadi sedang di kamar Krystal.

Oppa yang membawamu pulang, kalau kau ingin tau.” jawab Jjong oppa seolah dapat membaca pikiranku.

“Oh. Kenapa Oppa bawa aku pulang?” tanyaku dingin.

“Maksudmu?” tanyanya heran.

“Harusnya Oppa tidak usah jemput aku. Harusnya Oppa tidak usah pedulikan aku. Biarkan saja aku bermalam di rumah Krystal atau pindah sekalian ke sana. Oppa tidak usah sok peduli. Urusi saja Sekyung eonni, Jessica eonni, Gyuri eonni dan pacar oppa lainnya.”

“Hyuna-ya… Mianhae,

“Keluar dari kamarku sekarang juga, Oppa!

“Hyuna-ya,

Aku langsung menarik selimutku sampai kepalaku–hingga selimut itu menutup semua tubuhku.

~

Tok tok tok

Aku mengetuk pintu kamar yeosaeng-ku pelan.

Tok tok tok

“Berhenti mengetuk Jonghyun-sshi! Aku sedang istirahat!”

Jonghyun-sshi? Apa dia semarah itu? Hyuna tak pernah memanggil namaku langsung seperti itu apalagi tanpa embel-embel ‘oppa‘.

Tok tok.

“JONGHYUN-SSHI APA KAU TULI? SUDAH KUBILANG BERHENTI MENGETUK!!!”

“Aku tidak akan berhenti mengetuk sampai kau membuka pintu dan membiarkanku mengompresmu! Badanmu masih panas, adikku sayang.”

Tok tok

“KIM JONGHYUN PABO! AKU BUKAN ADIKMU!”

Bruk.

Kubuka paksa pintu kamar Hyuna.

“Hyuna-ya…” panggilku sambil menarik selimutnya pelan.

“JANGAN SENTUH AKU JONGHYUN-SSHI!!!

“Badanmu masih panas. Kau boleh marah padaku, tapi tolong biarkan aku mengompresmu sampai panasmu turun.”

SHIREO!

“Kau masih saja keras kepala. Tapi harusnya kau juga ingat kalau kita saudara kandung dan sayangnya sifat kita sama kerasnya.”

“Kau menyebalkan, Jonghyun-sshi. Aku membencimu.”

Aku mengabaikan perkataannya walau sebenarnya perkataannya itu cukup menyayat hatiku.

“Maafkan aku, Hyuna-ya. Maafkan aku yang sudah sering tega meninggalkanmu sendiri.”

Dwaesseo Jonghyun-sshi. Mulai sekarang kau tidak perlu merasa bersalah ketika meninggalkanku sendirian di rumah. Karena mulai sekarang aku akan membawa banyak laki-laki untuk menemaniku di rumah.”

Plak

Refleks aku menampar pipinya kencang.

“Jangan berani kau membawa banyak laki-laki ke rumah dan bertindak seperti wanita jalang!”

“Ini pertama kalinya kau menamparku, Jonghyun-sshi. Terima kasih.”

Aku melihat air matanya yang mengalir juga pipinya yang memerah akibat tamparanku.

“Tolong tinggalkan aku sendiri Jonghyun-sshi.

Jeongmal mianhae, Hyuna-ya.

“KUBILANG KELUAR KIM JONGHYUN!!!”

~

Aku menangis begitu mendengar langkah kaki oppa-ku menjauh. Barusan oppa menamparku. Menampar pipiku yang biasanya ia cubit dan cium. Oppa adalah orang pertama yang sudah menamparku. Orang yang pertama menamparku justru orang yang paling aku sayang di dunia ini. So pathetic.

Apa aku salah jika aku minta diperhatikan oleh oppa-ku sendiri? Lalu aku harus bagaimana jika pada kenyataannya aku selalu kesepian di rumah jika aku ditinggal oppa-ku?

Dari kamarku aku bisa dengar ringtone ponsel oppa-ku berbunyi. Pasti ada yang meneleponnya.

Yeobseyo Luna-ya. Janji? Oh menemanimu belanja ya? Mianhae Luna-ya, tapi aku tidak bisa. Aku harus menyelesaikan sesuatu di rumah. Maaf Luna-ya.

Oppa membatalkan janji dengan pacarnya? Aku pasti salah dengar.

Tok tok

“Hyuna-ya, Oppa sudah buatkan bubur untukmu. Kau harus makan lalu minum obat jika ingin sembuh. Oppa masuk ya?”

Cklek.

Aku mendengar pintu kamarku kembali dibuka. Aku tetap menutup tubuhku dengan selimutku.

“Hyuna-ya, makan dulu. Oppa sudah buatkan bubur kesukaanmu. Sudah lama kan oppa tidak membuatkan Hyuna bubur? Bukankah Hyuna menyukai bubur buatan oppa? Mau oppa suapi? Sudah lama rasanya sejak oppa terakhir menyuapimu.”

Air mataku terus mengalir. Tak tahan lagi aku kemudian membuka selimutku dan memeluk oppa-ku erat sambil menangis.

Oppa…

Jonghyun oppa kemudian membalas pelukanku lebih erat. Tangannya mengelus rambutku lembut.

“Apa aku harus sakit dulu supaya Oppa bisa menyisihkan sedikit waktu untukku? Aku kesepian, Oppa. Aku mau terus bersama Oppa. Apa permintaanku terlalu banyak?”

Uljima, saengi. Maafkan oppa. Ini semua salah oppa. Maaf tadi sudah menamparmu. Sakit?”

Aku menggeleng. Aku tidak berbohong. Tamparan oppa tidak membuatku kesakitan, tapi hatiku yang amat merasakan sakitnya.

Jonghyun oppa mengelus pipiku yang tadi ditamparnya. Sesekali ia juga menciuminya. Aku bisa merasakan air mata oppa-ku menempel di pipiku.

“Maafkan oppa, Hyuna-ya.

~

“A. Buka mulutmu.”

Aku menggeleng sambil mengunyah suapan bubur dari Jonghyun oppa sebelumnya.

“Aku sudah kenyang. Lagipula aku bisa makan sendiri, Oppa.

No no no. Aku takkan berhenti menyuapimu hingga bubur di mangkuk ini habis. Kau tidak lihat badanmu sekurus apa huh? Setelah makananmu habis baru kau minum obat dan tidur.”

Aku mengangguk walau enggan.

Lima menit kemudian buburku telah habis.

“Ini obatmu,”

Aku langsung menelan obat dari oppa dan mengambil minum yang ia sodorkan.

“Anak pintar. Sekarang kau boleh tidur.” ujarnya sambil menarik selimutku hingga sebatas dada.

Oppa, jangan tinggalkan aku jebal…” aku menarik ujung kaus oppa-ku saat ia akan berbalik dan melangkah keluar dari kamarku.

“Baiklah. Oppa akan duduk disini sambil menunggumu sampai tertidur.”

Gomawo, Oppa.

Cheonma, Saengi.

~

Satu jam kemudian aku masih belum bisa tertidur. Aku melirik sebentar dan bisa melihat oppa-ku tertidur dengan posisi duduk sambil meletakkan kepalanya di kasurku. Tangan kanannya menggengam tanganku.

Aku tersenyum dan mengangkat tautan tanganku dengan tangan oppa. Tanggannya yang hangat bisa membungkus tanganku yang kecil. Rasanya, jika oppa bisa terus menggengam tanganku seperti ini, apapun mampu kuhadapi.

“Kau belum tidur juga hm? Oppa saja sudah mengantuk.”

Aku kaget begitu Jonghyun oppa berbicara tapi tanpa bergerak sedikitpun dari posisinya.

“Aku tidak bisa tidur, Oppa.

Jonghyun oppa kemudian naik ke ranjangku dan tidur di sebelahku. Diletakannya kepalaku pada dadanya dan ia mengelus rambutku.

“Apa jika rambutmu dielus kau bisa tidur Hyuna-ya?

Aku mengangguk riang. Aku memang punya kebiasaan akan mudah mengantuk jika rambutku dielus orang lain. Dulu oppa-ku sering sekali mengelus rambutku ketika aku rewel dan tak bisa tidur.

Oppa…

Jonghyun oppa mendekatkan posisi kami. Telingaku kini bisa mendengarkan deguban jantungnya.

Lullaby. Kau suka mendengar deguban jantungku kan?”

Aku mengangguk pelan. Tak lama kemudian aku mulai merasakan mataku berat. Aku mengantuk.

Good nite, Oppa. Aku menyayangimu.”

Nite, princess. Have a nice dream.

~

Aku terbangun dan merasakan sepasang tangan tengah memeluk pinggangku. Aku tersenyum dan mengelus lengan adikku pelan.

Oppa sudah bangun?” tanyanya dengan suara serak. Kemudian ia mengucek kedua matanya pelan.

“Apa tidurmu nyenyak, tuan putri?”

Hyuna mengangguk riang. “Aku tak pernah tidur senyenyak semalam sepertinya. Lain kali Oppa mau menemaniku tidur lagi kan kalau aku insomnia?

With my pleasure, princess~

Oppa…

“Hm?”

“Temani aku ke lotte world. Aku sudah janjian dengan Krystal untuk bermain di lotte world hari ini. Oppa bisa mengantarku? Oppa tidak perlu ikut masuk atau bahkan naik wahana, Oppa hanya perlu mengantarku sampai gerbang lotte world…” jelasnya panjang lebar.

Kajja!

~

“Jonghyun Oppa terima kasih sudah mau mengantarku (^o^).”

Cheon. Mau oppa temani sampai Krystal datang?”

“Tidak usah, Oppa. Oppa boleh tinggalkan aku sekarang. Aku rasa Krystal sebentar lagi pasti akan datang. Bye Oppa!

Bye, Hyuna-ya. Have fun. Nanti oppa akan jemput.”

~

Lima belas menit setelah kepergian oppa Krystal belum juga menunjukkan batang hidungnya.

“Sendirian saja, gadis cantik? Mau aku temani?”

Aku menoleh ke belakang. Ada seseorang yang bersembunyi di balik boneka winnie the pooh yang besarnya setengah badanku–sukses menutupi bagian kepala sampai batas pinggangnya.

Orang itu kemudian menggeser boneka besar itu ke kanan. Kini wajahnya bisa kulihat dengan jelas.

Oppa!

Jonghyun oppa tersenyum seraya langsung duduk di sebelahku.

“Untukmu~”

“Ini besar sekali Oppa! Winnie the pooh! Oppa masih ingat aku suka winnie?

“Tentu saja. Oppa juga sudah bawakan es krim coklat favoritmu. Mau dimakan sekarang?”

Aku meneteskan air mataku terharu. “Oppa…

Aigo aigo. Mengapa adik Kim Jonghyun yang satu ini cengeng sekali?” ujar Jjong oppa sambil mengelap air mataku dengan tangannya.

“Mau makan es krimnya sekarang, Saengi? Hari cukup panas…”

“Tapi Krystal-”

“Dia takkan datang. Aku yang menyuruhnya agar tidak datang. Sekarang oppa saja yang menemanimu main sebagai gantinya. Tidak apa kan?”

Aku mengangguk semangat. “Oppa, pinjami aku ponselmu…”

“Untuk?” tanyanya tapi sambil menyerahkan ponselnya.

Aku mematikan ponselnya dan memasukan ponselnya ke dalam saku celanaku.

Hya Kim Hyuna… Apa yang kau lakukan pada ponsel oppa?

“Ponsel Oppa kusita. Aku tidak mau pacar-pacar Oppa menganggu kita. Hari ini giliranku berkencan dengan Oppa. Hari ini Oppa adalah pacarku!!!”

Jonghyun oppa tertawa sambil mengacak rambutku, “Baiklah chagiya. I’m yours today and forever~ Tapi kau harus tanggung jawab jika mereka minta putus, ok?

“Tenang saja. Aku akan bertanggung jawab dan menjelaskan semuanya pada pacar-pacar Oppa.

~

Aku tersenyum senang ketika mengganti bajuku dengan couple tee. Oppa yang membelikannya. Sepasang hoddie kembar yang tengah kami kenakan.

“Suka dengan hoodie-nya?”

Aku mengangguk riang. “Tapi Oppa lupa memberikan winnie hoodie yang sama.”

“Tubuh winnie terlalu besar. Tak ada ukuran hoddie yang muat.”

Oppa cepat kita kesana!”

Aku menarik lengan oppa menuju cermin besar.

Oppa! Lihat di cermin! Kita terlihat seperti anak kembar kekeke,”

“Ayo kita berfoto!” seru oppa sambil mengeluarkan kamera polaroidnya.

Oppa pegang tangan winnie yang sebelah kiri. Aku pegang yang sebelah kanan.”

“Repot sekali. Kalau begitu oppa harus memanggil orang untuk memotret kita.”

Kemudian oppa memanggil sekumpulan gadis yang lewat dan meminta salah satu dari mereka untuk memotret kami.

Aku sudah siap berpose. Aku meletakkan winnie dengan posisi berdiri di depan kami, lalu memegang bagian kanan tubuhnya. Tangan kiriku membuat tanda peace. Sedangkan tangan kanan oppa merangkul pundakku.

Hana dul set, kimchi~

~

Puluhan foto sudah kuambil bersama Jonghyun oppa. Seakan tak cukup, saat ada box foto kami tetap masuk kesana untuk kembali berfoto ria.

Kali ini winnie tidak ikut foto. Ku letakkan ia di bawah selama aku dan Jjong oppa sibuk berpose.

Saat foto box kami mengambil foto sampai sepuluh kali. Tentu saja oppa-ku yang narsisnya keterlaluan itu yang tak mau berhenti foto (=,=). Pose kami sudah sangat absurd. Ada oppa yang mencubit pipiku, ada poseku yang menjewer telinga oppa, pokoknya macam-macam.

“Mau mulai naik wahana? Sebaiknya winnie kita simpan di dalam mobil. Tak mungkin kita diperbolehkan membawa winnie ke dalam wahana.”

Aku mengangguk.

“Kau tunggu disini ya? Oppa ke mobil dulu.”

Aku mengangguk lagi. Sambil menunggu oppa aku menghabiskan lollipopku dan melihat-lihat hasil jepretan kamera polaroid oppa. Aku senang sekali hari ini.

Kajja kita naik merry go round!

Aku melirik oppa-ku dengan tatapan seperti ini —> (-_____-)

Oppa, berapa umurmu? Aku saja yang 17 tahun masih tau malu untuk tidak naik wahana itu…”

~

“Apa kau senang hari ini?”

“Sangat, Oppa. Terima kasih untuk hari ini.”

Jonghyun oppa tersenyum, “Maafkan oppa yang sudah jahat padamu selama ini. Mulai sekarang oppa akan kembali memperhatikanmu, Hyuna-ya.

Oppa…

“Hm?”

Oppa mau tidak jadi pacarku?”

Jonghyun oppa refleks menatap mataku cepat, “Huh?”

“Jadikan aku salah satu dari pacar Oppa. Jadinya seminggu sekali aku bisa memilikki Oppa sepenuhnya seperti ini. Bagaimana?”

Jonghyun oppa tertawa, “Baiklah. Kau cukup cantik untuk bisa menjadi pacarku. Mulai sekarang setiap hari sabtu aku akan mengencanimu.”

“Benarkah?”

Ania. Kau tak perlu jadi pacar oppa jika ingin bersamaku. Kau cukup jadi Kim Hyuna, adik manis dan penurut untuk mendapat perhatianku.”

Oppa, aku menyayangimu.”

Na ddo, Saengi.

*** FIN ***

Lalalalalala kesambet apa aku nulis ff family begini?😄

Aku awalnya padahal mau nulis bromance loh. Tapi di tengah aku ganti story linenya jadi unyu begini.

Oh ya Jonghyun-Hyuna gak saling suka ya. Sayang mereka pure kakak adek doang gaada unsur bromance. Jadi inti cerita ini adalah Hyuna yang merasa kesepian ditinggal kakaknya yang kerjaannya pacaran mulu LOL ;p

Udah ya… Komen berupa sarannya ditunggu.

Oh oya bocoran. FF bromancenya aku rencananya tetep bikin dan castnya Minho huehehehe nantikan ya :3 /siapa juga yang mau menanti

Bye bye~

Posted from WordPress for Android

8 thoughts on “Oppa…

  1. apasih yg dipikirin si hyuna kok aku mencium gelagat yg aneh unn hehe *pisss ^^V
    tapi sukaaaaaa jonghyunya ahhhhhh❤

  2. eonni ini ff pertama yang kubaca disini hhehe.. anyeong qinahra imnida keren eon.. tapi aku panas ngeliat hyuna sama jonghyun.. kenapa jonghyunnya punya banyak pacar wkwkwkwk

  3. Anyeong author-ski._. Aku readers baru loooh~~ *trs kenapa-_-*

    Ohiya, aku mau komen ya.-.
    Jadiii…… menurutkuu…….

    Ff nya baguuus~~ *yeeey* *tepuk tangan sendiri*
    Tapi, aku ngerasa pas baca ini berasa baca ff bromance ‘-‘ apalagi pas hyuna nya bilang “Oppa mau tidak jadi pacarku?”
    Mungkin kalo kamunya ga bilang ini bukan bromance, aku bakal ngira ini bromance..(?) *oke skip-_-v*
    Tapi selebihnya bagus koook, bagus bgt malah u,uv

    Yaa itu pendapatku doang sih.-.v

    Trs aku mau minta izin liat2 blognya boleh?’-‘
    gomawo author-ski……… ^^ *bow*

    • Annnyeooooong!!! Selamat datang di wp ajaibku iniiii~ /tebar confetti

      Ah terima kasih sudah memuji /guling2 kesenengan di tanah/

      Mungkin karena awalnya aku emang niat bikin bromance tapi aku belokin (?) jadi family di jalan, makanya efek bromancenya masih kerasa.

      AYO SILAHKAN BERKELILING😄 Aku senang sekali kalo ada yang mau muterin wp aku😀

      Any way salam kenal ya~

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s