Saturday Night (Part 1)

image

Author: angangels aka Jung Byulgi
Cast: You, Kim Jonghyun
Genre: fluff-romance, angst, friendship
Length: Antara twoshoot atau trilogy. Aku masih ngetik cerita ini. Masih on going, jadi gatau bakal berenti di chap berapa. Tapi ini pasti aku end-in. Gaakan terbengkalai kaya FF chap lainnya *sobs sobs

—Happy reading and do leave comment please ~(^o^)~—

“Hey, ___ !”

Kau berbalik ketika mendengar suara Jonghyun menyerukan namamu.

Jonghyun itu sahabatmu. Tapi–yeah seperti kisah yang sering terjadi–kau menganggapnya lebih dari sekedar sahabat. Kau sudah lama menyukainya, tapi sepertinya Jonghyun hanya menganggapmu sebagai sahabatnya.

“Mau kemana?”

“Pulang,” jawabmu singkat.

“Hya, masih siang begini sudah mau pulang? Kau tidak asik sekali sih, ck!”

Kau tetap diam saja, tak tertarik menanggapi ocehan Jonghyun. Jonghyun yang paham tabiatmu, akhirnya menarik tanganmu seenaknya.

“Ayo temani aku makan!”

***

Mata Jonghyun berbinar riang ketika makanan yang ia pesan datang. Kau tak bisa menahan senyummu melihat tingkah bocahnya.

“Kau selapar itu huh?”

Jonghyun menganggukkan kepalanya tanpa beban. “Memangnya kau tidak lapar?”

“Setidaknya aku tidak selapar dirimu.”

Jonghyun tak lagi mengoceh karena ia kini sudah sibuk dengan ramennya.

Tak lama kau juga mulai menyumpit ramenmu pelan.

***

Aku menyelesaikan makanku kurang dari sepuluh menit. Saat aku memandang ___, gadis itu tengah serius menyeruput ramennya. Aku tersenyum melihatnya.

“Wae? Kenapa melihatku seperti itu?” tanyanya galak.

Senyumku kontan lenyap. Aku selalu heran dengannya. Kami ini sahabat, tapi kenapa dia jutek sekali padaku?

Walau sedikit gondok, aku mengambil tisu dan mengelap sisa makanan yang ada di pinggiran bibirnya. “Dasar bocah!”

“Ish. Bisa kan langsung bilang padaku? Kau membuatku malu saja.”

Setelah mengatakannya ___ melanjutkan makannya. Gadis itu makannya lama dan perlahan, sok anggun sekali.

Aku baru sadar ketika isi mangkukku sudah habis, ___ bahkan belum menghabiskan setengah makanannya.

“Maaf Jjong-a. Aku kalau makan memang lama.”

“Gwaencanha. Aku juga tidak ada kegiatan lagi setelah ini.”

“Kenapa sih setiap namja itu kalau makan cepat sekali?”

Aku terkikik geli, “Kau yang terlalu lamban. Pacar-pacarku yang dulu saja makannya tak ada yang selama dirimu. Apalagi Sooyoung, kami bahkan pernah lomba makan dengan cepat, dan Soo-lah yang menang,”

***

Lagi-lagi Jonghyun membicarakan mantannya di depanku. Aku heran sekali padanya. Kalau dia masih mencintai gadis-gadis mantannya itu lalu kenapa mereka harus putus?

Ah aku lupa bahwa Jjong itu tipe namja yang cepat bosan. Record pacaran terlamanya adalah bersama Yoona, tepat dua bulan. Yeah, kau bisa bayangkan dalam satu tahun Jjong bisa berganti pacar berapa kali kan?

Tapi setelah bosan, Jjong tak lantas memilih untuk sendiri dulu. Paling lama, selang dua hari setelah putus namja itu akan kembali menggandeng gadis baru.

“Jjong-a, kau sudah dapat gadis baru?”

Jjong menggeleng, “Kenapa memangnya? Kau tertarik denganku huh?”

“Aku hanya bertanya. Biasanya kan kau tidak tahan menjomblo. Paling lama juga hanya dua hari. Dasar playboy.”

Jonghyun terbahak mendengar ocehanku. Hello, apa yang lucu?

“Aku bukan playboy, asal kau tau. Seseorang dikatakan playboy itu ketika ia jelas-jelas sudah punya pacar tapi masih menjalin hubungan dengannya yeoja lainnya di belakang pacarnya. Aku kan tidak begitu. Aku tidak pernah selingkuh ataupun menjalin hubungan dengan banyak yeoja di waktu yang bersamaan.”

“Apa katamu lah.”

Jjong kembali tersenyum mendengar tanggapanku.

“Ajari aku cara menjadi jomblo yang baik, ___-ya. Aku ingin tau rasanya jadi jomblo.”

“Meledekku huh?”

“Ani. Aku sungguhan ingin belajar. Tak banyak gadis pure sepertimu dan aku rasa itu keren. Terkadang aku malah ingin punya yeoja yang masih pure sepertimu hehe,”

“Aku single, bukan jomblo. Itu dua hal yang berbeda.” tegasku. Dan aku memilih single karenamu, Jjong. Tambahku dalam hati.

“Bagiku itu sama saja.”

“Makananku sudah habis, terima kasih traktirannya.”

Jonghyun menahan lenganku begitu aku hendak berdiri.

“Mau kemana?”

“Sejak awal kan aku memang ingin pulang. Kau yang menghambatku tadi. Sekarang aku ingin pulang, Kim Jonghyun.”

“Jangan pulang dulu please…” rengeknya, “Temani aku nonton.”

“Nan shireo.”

“Atau kita ke toko buku saja? Atau kemanapun tempat yang kau mau. Please… Nanti malam satnight, ____. Kau rela membiarkanku menghabiskan satnight sendirian?”

“Itu bukan urusanku.” ucapku sambil berdiri.

“Ya sudah. Kuantar kau pulang. Kita nonton bersama ya di rumahmu? Biarkan aku berkunjung ke rumahmu sampai nanti malam.”

“Aku bisa pulang sendiri.”

“Ya sudah aku akan membuntutimu sampai rumah. Aku mau ke rumahmu hari ini titik.”

“Silahkan saja. Selamat mengetuk pintu sampai tanganmu berdarah. Aku takkan membukakan pintu untukmu walau kau menangis meraung-raung.”

***

Aku kembali menyibukan diriku dengan tugas-tugas kampus. Beginilah rutinitasku setiap malam minggu. Jika tidak seperti ini, fantasiku tentang Jonghyun akan menggila. Membayangkan Jjong dan aku berpacaran, membayangkan jika suatu saat Jjong akan menghabiskan satnightnya bersamaku dan pikiran-pikiran aneh lainnya.

Tak sengaja aku melirik jam di pergelangan kananku. Jam 9 malam.

Aku kira Jonghyun akan benar-benar berkeras mendatangi rumahku, tapi nyatanya tidak.

Tentu saja aku bercanda saat bilang tak kan membukakannya pintu. Aku takkan setega itu. Tapi aku harus mencegah kedatangan Jjong. Karena aku tak ingin dengan datangnya Jjong malam ini, harapanku makin membesar.

Drrrt drrrt

“Yeobsaeyeo?”

“Yakin tak memperbolehkanku main di rumahmu?”

“Jjong-a! Ini nomor siapa?”

“Telepon umum (T___T). Aku tau kau takkan mengangkat telepon jika tau aku yang meneleponmu.”

Aku terkik geli. Jjong lebay sekali. Tentu aku takkan sejahat itu padanya.

“Jadi apa sekarang aku sudah boleh ke rumahmu?”

“Sayangnya tidak.”

“Ah waeyo? Hya ___! Baiklah. Lima menit lagi aku akan kembali meneleponmu. Siapa tau kau berubah pikiran.”

“Dwaesso Jonghyun-sshi, aku akan me-reject panggilan darimu karena kau telah menggangu belajarku.”

“Ya Tuhan! Gadis macam apa sih kau ini? Baiklah aku hanya akan duduk di beranda rumahmu. Aku takkan masuk kamarmu. Kau boleh melanjutkan belajarmu tapi tolong temani aku please…”

“Aku-tidak-mau…”

“Aish. Baiklah, penawaran terakhir. Ku sewa kau selama tiga jam sebagai pacarku. Besok ku traktir coklat dan makanan sepuasmu. Mau ya?”

“No thanks.”

“Aish gadis menyebalkan! Aku tak mau bersahabat denganmu lagi mulai detik ini!”

***

The next day

“Annyeong ___-ya! Sampai bertemu besok!”

Aku membalas lambaian tangan temanku. Saat aku melirik tempat parkir, aku melihat Jonghyun.

“Hai!”

Jonghyun memalingkan wajahnya ketika aku menghampirinya.

“Oh jadi sedang marah padaku nih ceritanya? We’ll see…”

“Aku marah betulan tau! Aku sebal padamu!”

“Yakin?” tanyaku sambil menggelitik pinggangnya.

“Hya geli ___ ! Hentikan!” pintanya sambil menahan geli.

“Aku takkan berhenti sebelum kau memaafkanku.”

“Aish! Arasseo! Arraseo! Aku sudah tidak marah.”

“Benar ya?” tanyaku memastikan–masih sambil mengelitik pinggangnya.

“Iya iya! Aduh tolong hentikan,”

Aku akhirnya menghentikan seranganku. Setelahnya kami tertawa bersamaan ketika menyadari betapa konyolnya kami berdua.

“Kau ini! Sudah tau aku orangnya gelian. Aish harusnya kau tak kuberitau tentang kelemahanku itu.” gerutunya.

“Jonghyun-a!”

Aku dan Jonghyun menolehkan kepala kami menuju sumber suara.

“Oh Jess! Kenalkan ini ___, dia sahabatku.”

“Jessica…”

“______” jawabku sambil membalas jabatan tangannya.

“Jessica ini pacarku. Kami bertemu di mini mart dekat rumahmu kemarin malam. Kau tau kan mart yang bersebelahan dengan telepon umum itu? Kemarin aku meneleponmu lewat situ. Padahal jaraknya hanya dua puluh langkah dari rumahmu. Hhh apa boleh buat kau tak memperbolehkan aku berkunjung. But thanks, secara tak langsung kau sudah mempertemukanku dengan Jessica.” jelas Jonghyun panjang lebar.

Kau tak perlu heran. Jonghyun memang tidak perlu ‘pedekate’ dengan gadis incarannya. Kali ini masih terhitung normal. Dulu Jjong pernah bertemu dengan Gyuri, lalu setengah jam kemudian mereka sudah berpacaran. Padahal kala itu Jjong-Gyuri baru pertama kali bertemu. Hebat bukan?

“Kau mau pulang? Ayo kuantar.”

“Tidak perlu Jjong-a. Aku masih ada perlu.” dustaku. Jonghyun ini memang terkadang aneh. Bagaimana bisa ia menawarkan tumpangan pada seorang gadis di depan kekasihnya sendiri?

“Padahal aku akan makan dengan Jess. Kami akan makan spaghetti. Yakin tidak mau ikut? Spaghetti kan makanan favoritmu.”

“Tidak Jjong-a. Aku sudah kenyang.”

“Sayang sekali. Ya sudah. Kami pergi ya? Kau hati-hati.” pamitnya sambil mengacak poniku. Aku melotot untuk memperingatkannya. Tapi Jjong seperti tak menyadari kode dariku. Ya ampun Kim Jonghyun, apa dia mau diputuskan lagi karena pacarnya cemburu padaku?

“I’ll call you tonight, dear. Bye!”

Aku langsung melirik Jessica dan tersenyum canggung. “Hahaha Jonghyun memang suka begitu padaku. Tapi kami sungguhan tidak lebih dari sahabat.”

Jessica mengangguk ma’lum. Fiuh, sepertinya ia mengerti.

“Dan kau dino jelek! Cepat pergi dan jangan buat Jessica salah paham!”

***

Seminggu kemudian

“Hey ___!”

Seisi perpustakaan melirik Jonghyun dengan tatapan sebal.

“Ssst! Ini perpus Jjong-a! Pelankan suaramu.” ujarku memperingati.

“Mian. Kudengar kau menolak Kibum uh?”

“Dari mana kau tau?” tanyaku takjub.

“Itu tidak penting. Aigooo, kau menunggu namja yang seperti apa sih? Jinki yang cerdas sepertimu kau tolak, Minho kapten basket yang tampan kau tolak juga bulan lalu. Kibum yang supel kau tolak juga?”

Aku menunggumu, Jjong-a. Lirihku dalam hati.

“Tak usah mengurusi urusanku tuan tukang ikut campur… Urusi dulu urusanmu. Kau baru putus kan dengan Jess?”

“Bukan. Aku baru putus dengan Luna. Aku sudah putus lama dengan Jess, mungkin sekitar tiga hari yang lalu?”

“Kelakuanmu kapan berubah huh? Kasihan yeoja-yeoja itu.”

“Aku akan berhenti ketika aku melihatmu punya pacar.”

“Ck. Kenapa harus seperti itu?”

“Mau ku kenalkan dengan Lee Junho? Dia ketua club dance-”

“I’m not interested.” potongku cepat.

“Kau bukan lesbian kan?”

“Jika ia kau mau apa?” jawabku asal.

Jonghyun memandangku ngeri. “Aku akan jauhkan Sodam Noona darimu. Aku akan membawamu menuju jalan yang lurus.”

“Apa jalan lurus itu harus terus berganti pacar sepertimu? Aku belum menemukan yang cocok denganku, Jjong-a.”

“Bagaimana bisa tau kau cocok atau tidak dengan seseorang jika kau belum mencoba?”

“Sudahlah Kim Jonghyun. Kita sudah sering mendebatkan hal ini. Dan kita sama-sama tau kalau akhirnya akan buntu.”

“Hhhh…” desah Jonghyun sambil menyandarkan punggungnya pada kursi. “____, aku serius tentang aku yang ingin belajar menjadi jomblo padamu.”

“Minggu lalu kau bilang seperti itu tapi esoknya kau sudah menggandeng Jess…” kataku mengingatkannya.

“Kali ini aku sungguhan. Aku lelah terus seperti ini. Kau mau kan menemaniku tiap satnight?”

“Jomblo itu kalau satnight diam di rumah, tuan. Bukannya berkeliaran.”

“Tapi kan aku baru mau belajar… Untuk malam ini biarkan aku menghabiskan satnight di rumahmu ya? Bukankah keren jika dua jomblo menghabiskan satnight bersama?”

“Terserah kau sajalah.”

“Benarkah?” matanya berbinar jenaka, “Baiklah aku malam ini akan ke rumahmu. Sambut aku jam delapan ya! Pakailah pakaian cantik!”

“Aku tidak mau. Aku akan membukakan pintu dengan menggunakan daster. Lagipula kita bukan akan nge-date nanti malam, Ok?”

—TBC—

11 thoughts on “Saturday Night (Part 1)

  1. suka suka sukaaaa..
    Aahh jgn2 jjong nya modus tuhh. sengaja gonta ganti yeoja biar si ____ cemburu. sebenernya jjong suka jg kn? Cm msg2 g ad yg brani ngungkapin perasaannya.. aku suka karakter yeoja nya..
    a-yo.dilanjut byulgi ^^

    • Aigo eonni. Cerita begini aja disukain (-___-) ini storyline pasaran kali eon.

      Engga kok. Jjong belum suka sama itu cewe /dibocorin/

      Iyahehe ntaran yah eon lagi ga mood nulis ff nih. Lagi asyik baca ff orang hehe😄

  2. Yahhh jgn blg gt ini bneran bgs koq..aku suka baca yg kyak gini..hehe…
    Heh? jinja? jjong g suka? hmmm padahal aku pikir jjong yg mau bljar jomblo it cm alasan aj biar bisa deket si____
    ahh perkiraanku mleset trnyata..
    ahaha okehh sipp sippp d.tunggu koq ^^

  3. kalo ada ff romance apalagi fluff yg ada cast jonghyunnya itu asdfghjklzxcvbnm banget. masih ada lanjutannya ya, oke nunggu lagi. penasaran ih tapi mau gimana lagi. sering2 bikin beginian(?) ya unn xD

  4. Anyeooong, aku kembali~😀 (?)

    Mau komen siki yaaaa ‘-‘ ehehehehe

    Ceritanya lucu masa, jonghyunnya kyk modus gt sm aku..(??) –> beneran ini engga bgt-_-v

    *skip*

    Trs aku mau ngasih masukan aja.-.

    kan di ffnya kamu mau ganti2 sudut pandang ya, menurutku itu ditulis aja misalnya “*nama* pov” atau gimana, spy ga bingung yang baca._.

    Yaa walaupun sebenernya aku ngerti sih, ini dr sudut pandang siapa2 aja, tp kan untuk memperjelas gaada salahnya kan😉

    Selebihnya gapapa kuks :3

    Terusterus aku masa mau punya sahabat kyk gitu :” #dd #okesip

    Segini aja sih.-. Maaf ya kalo cm bisa ngeritik doang -.-v

    Gomawooo😀

  5. Anyeooong, aku kembali~😀 (?)

    Mau komen siki yaaaa ‘-‘ ehehehehe

    Ceritanya lucu masa, jonghyunnya kyk modus gt sm aku..(??) –> beneran ini engga bgt-_-v

    *skip*

    Trs aku mau ngasih masukan aja.-.

    kan di ffnya kamu mau ganti2 sudut pandang ya, menurutku itu ditulis aja misalnya “*nama* pov” atau gimana, spy ga bingung yang baca._.

    Yaa walaupun sebenernya aku ngerti sih, ini dr sudut pandang siapa2 aja, tp kan untuk memperjelas gaada salahnya kan😉

    Selebihnya gapapa kuks :3

    Terusterus aku masa mau punya sahabat kyk gitu :” #dd #okesip

    Segini aja sih.-. Maaf ya kalo cm bisa ngeritik doang -.-v

    Ohiya! Cepetan ya lanjutannya! Ditungguuu^^ *banyak maunya-.-v

    Gomawooo😀

    • Ah pov-pov-an itu gaya nulis lama aku. Aku malah dulu susah bgt ngubah gaya pov pov-an ke gaya sekarang. Aku pribadi gasuka baca ff yg ada pov-pov-annya. Lebih enak ngebiarin reader mikir sendiri itu pov siapa hehe /plak

      Ah ya ditunggu aja ya😄

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s