When Nickhun Really Got Married (Part 1)

image

Title: When Nickhun Really Got Married (Part 1)
Author: angangels aka Jung Byulgi
Main Cast: Nickhun Buck Horvejkul, Jung Byulgi (OC/You)
Support Cast: Victoria Song, 2PM members
Length: Chaptered
Rating: PG-15

Happy reading and do leave comment please😀

***


Drrt drrt

Khunnie calling

“Halo?”

“Sudah liat MV baru kami? All Day I Think Of You dan Comeback When You Hear This Song?”

“Pacar macam apa kau ini, Khunnie? Sudah sebulan lost contact, sekalinya menghubungi bukannya tanya kabarku, kau malah tanya tentang MV-mu,”

“I’m sorry, Byul-a. Kau tau kan aku sibuk? Comeback kali ini harus spesial karena kami telah terlalu lama membuat hottest menunggu. Kau juga bosan kan dengan Hands Up?”

“Aku mengerti, Khunnie. Aku sudah liat MV kalian. Bagus kok,”

“Hanya bagus?”

“Memangnya kau mau aku mengomentari bagaimana hm?”

“Kau tidak cemburu? Maksudku-”

“Sayangnya tidak, Khunnie. Aku tidak cemburu pada gadis di MVmu itu. Yeah walau kau terlihat agak liar ketika mencium pipinya.”

“Yeah kau tau kan itu semua ada di script. Kau tau, harusnya aku yang mendapat adegan pura-pura berciuman panas. Tapi aku menolak, makanya Taec yang menggantikanku. Aku tak mau membuatmu cemburu. Aku pacar yang baik bukan?”

“Yeah. Baik sekali Khunnie. Kau sedang dimana?”

“Di dorm,”

Teng tong

“Khunnie, ada tamu datang. Sudah dulu ya? Nanti malam aku akan meneleponmu.”

“Ok. Bye. I’ll call you tonight, dear. Love you,”

Aku putuskan sambungan teleponku dengan Nickhun–namja chingku– dan membuka pintu apartemenku.

“Surprise!”

Ternyata Nickhunlah yang bertamu. Pria itu membuka tangannya lebar-lebar seraya tersenyum manis.

“Kaget tidak?”

“Well, sedikit. Kenapa kau tidak bilang kalau kau barusan sedang on the way kemari?”

“Kalau aku memberitaumu, kau takkan terkejut.”

“Mengapa kau tidak menurunkan kedua tanganmu?”

“Kau tidak merindukanku? Sini ku peluk…”

Tak lama tubuhku sudah ada dalam dekapan Khun. Hhh hangat dan menenangkan. Kapan ya terakhir aku memeluknya?

“Khunnie,”

“Hm?” jawabnya sambil menyandarkan kepalanya di bahuku. Kami sekarang tengah menonton televisi.

“Kau dan Tiffany…”

Khun berhenti menyandarkan kepalanya kemudian menatapku dengan seringaian lebar, “Kenapa? Aku dan Tiffany kenapa?”

“Em… Kalian terlihat serasi. Apa… Apa kau menyukainya? Tiffany gadis yang cantik dan baik-”

“Akhirnya kau cemburu juga…”

Aku memandangnya sembari memberikan tatapan bertanya.

“Aku heran dengan dirimu yang tidak pernah cemburu padaku. Wgm-ku yang begitu terkenal saja tidak lantas membuatmu cemburu. Finally akhirnya kau cemburu juga padaku.”

“I’m not jealous, Khunnie. Aku hanya bertanya. Karena kalau benar kau menyukainya, aku akan pergi.”

Nickhun menatapku dengan pandangan tidak suka, “Jung Byulgi. Sudah berapa kali kau mengatakan hal seperti ini? Kau ini kenapa sih? Kenapa kau selalu terkesan ingin lepas dariku? Apa kau terbebani ketika dating denganku?”

“Bukan itu maksudku. Aku hanya takut kau merasa terikat padaku. I mean, kita kan tidak pernah melakukan hal aneh-aneh. So, it’s okay if someday you want to leave me. Aku merasa tidak pantas-”

“Stop act like this. You know I really hate this thing. Siapa bilang kau tidak pantas untukku? Apa indikator yang kau gunakan sehingga menyimpulkan kau tidak pantas?”

“Khunnie, you’re an idol. And I’m just…”

“Lalu kenapa? Apa seorang idol harus mengencani idol lainnya? Bagaimana jika aku tidak mau? Oh please… Kita sudah sering bicarakan hal ini. Aku tidak suka jika kau mulai bersikap seperti ini. Nickhun di luar stage bukanlah Nickhun 2PM. Aku juga orang biasa, Byul-a. Aku mohon jangan ungkit-ungkit masalah ini lagi.”

Aku akhirnya menyerah dan menyandarkan kepalaku pada bahunya. Kemudian Khun mengelus rambutku pelan sambil sesekali mengecupnya.

“I’m sorry Khunnie,”

“It’s okay. Tapi jangan ulangi lagi ya? Aku frustasi harus terus membicarakan hal yang sama. Aku sudah memilihmu, Byul-a. Aku tidak peduli sekalipun semua orang di dunia ini menentang hubungan kita. Aku hanya ingin terus bersamamu, itu saja.”

Drrrt drrrt

“Yeobsaeyo. Oh Vic! How are you?”

“Ah kau tau darimana? Okay okay. Lain kali aku akan mengenalkannya padamu.”

“Okay. See you next time.”

“Itu Vic eonni?”

“Iya. Barusan dia ke dorm. Tapi dia tidak menemukanku. Kemudian member yang lain memberitaunya kalau aku sedang mengunjungi pacarku. Oh iya, dia ingin berkenalan denganmu katanya.”

“Ooh.”

“Oh Byul-a. Aku lupa sesuatu. Aku mendapat tawaran main film lagi. Kali ini film korea. Tapi-”

“Tapi?”

“Kau tau kan kalau film korea identik dengan adegan kissing. Dan yeah aku pun diharuskan melakukan adegan itu. Menurutmu bagaimana?”

“Kau suka tidak dengan ceritanya?”

“Sangat. Perannya menantang. Jalan ceritanya juga menarik.”

“Ya sudah. Terima saja. Kenapa ragu begitu?”

“Adegan kiss-”

Kupotong ucapannya dengan kecupan pelan di pipinya, “It’s okay, Khunnie. I won’t get jealous. Ambil saja jika kau ingin.”

“Thanks,” jawabnya sambil balik mengecup pipiku.

Aku tersenyum sambil mengangguk pelan.

“Byul-a, besok datang ya ke konser kami.” kemudian Khun memberikan selembar tiket vip padaku.

“Besok ya? Mendadak sekali. Aku tau kau besok dijadwalkan konser di Seoul. Tapi besok aku ada urusan. Aku awalnya berniat menonton konsermu yang minggu depannya. Yang di Busan ya?”

“Ada urusan apa memangnya? Tidak bisa ditunda?” tanyanya sedih.

“Aku usahakan ya? Aku juga mau melihat pacarku tampil besok.”

“Tapi aku berharap kau datang. Kau tau kan aku pernah mengacaukan good bye stage Hands Up sekali gara-gara kau tidak datang?”

“Aku akan usahakan, Khunnie.”

19:30

“Wooyoung-a, bisa tolong ambilkan ponselku?”

Aku meminta bantuan Woo untuk mengambil ponselku yang sedang dicharge karena aku tengah dimake up.

“Ini Hyung.” ujar Woo sambil menyerahkan ponselku.

“Byulgi Noona tidak datang, Hyung?” tanya Chansung.

“Entahlah. Nomornya tak bisa kuhubungi. Dia juga tidak mengirimiku pesan.”

“Konser akan dimulai setengah jam lagi, kau harus cepat-cepat mendapat kabar darinya. Aku tak mau kau mengacaukan konser kita kali ini, Khun-a. Kau tidak mau mengecewakan hottest yang sudah menanti konser kita ini kan?” ujar Junsu hyung.

“Ne. Arraseo Hyung.” jawabku sambil terus menghubungi ponsel yeojaku.

“Jung Byulgi… Answer my call, please.”

19:50

Bruk!

“Jweisonghamnida. Mianhae. Jeongmal-”

Berkali kali aku menubruk staff yang berlalu lalang karena berlari kencang. Nafasku memburu dan kakiku rasanya sudah ingin lepas. Sedari turun dari taksi aku terus berlari menuju back stage.

Waktuku tidak banyak. Aku harus buru-buru menemui Khun sebelum dia naik ke atas panggung untuk perform.

Bruk!

“Omo mianhaeyo. Aku sangat buru-buru.”

“Byulgi Noona?”

“J-jang Wooyoung? I’m glad to see you here.” jawabku terputus-putus karena napasku yang terengah-engah.

Wooyoung menarik lenganku paksa. Aku yang sudah lemah hanya mampu pasrah diseret olehnya.

“Kita tidak punya banyak waktu, Noona! Khun hyung sudah menunggumu sedari tadi!”

“Kemana bocah Busan itu pergi?” tanya Junsu.

“Katanya ia kebelet, Hyung.” lapor Junho.

“Aish that kid. Seperti baru pertama kali mengadakan konser saja. Masa masih saja nervous?” gerutu Junsu.

“Khun-a, Byulgi tidak datang?” tanya Taecyeon.

Nickhun menggeleng sedih, “Sepertinya tidak.”

Kriet

Kelima namja yang sedang berbicara itu serempak menoleh ke arah pintu yang terbuka.

“God,  finally!” seru Junsu ketika melihat kedatangan Wooyoung.

“Khun Hyung…” Wooyoung menggeser badannya sedikit dan memperlihatkan Byulgi yang tertutup oleh badannya.

“Jung Byulgi!” pekik Nickhun girang. Ditariknya yeoja itu dari samping Wooyoung.

Byulgi hanya tersenyum kecil sembari menyapa keempat member 2PM lainnya. “Annyeong~”

Khun dengan sigap mengambil tisu dan mengelap keringat yeojanya. “Kau pasti habis berlari ya?”

“Iya Hyung! Byulgi Noona bahkan menubruk banyak orang tadi.” lapor Wooyoung.

Nickhun tersenyum sambil mengacak poni yeojanya. “Thanks a lot, dear. Terima kasih sudah mau datang.”

“2PM, segera keluar! 2 menit lagi konser akan di mulai.” seru seorang staff.

“2PM!!! 2PM!!! 2PM!!!” kemudian teriakan fans yang ingin idolanya segera keluar terdengar oleh member 2PM.

“Kajja!” ajak Junsu.

“Byul-a. Doakan aku ok? Jangan dulu pulang ya nanti. Sehabis konser temui aku di sini lagi. Aku akan mengantarmu pulang.”

Byulgi mengangguk menyanggupi. “Khunnie, fighting!”

Setelah menemui Khun di backstage, Byulgi segera menuju kursi vip.

“Jweisonghamnida~” serunya agar fans lain mau memberinya jalan.

Setelah menemukan seat-nya, Byulgi langsung duduk seraya menghela napas lega.

Tanpa sengaja ia melirik ke arah kanannya. Tunggu… Bukankah ia Victoria f(x)?

“Eonni, kau Victoria kan? Boleh aku minta tanda tangan?” tanya orang yang berada tepat di sebelah kanan Victoria.

“Ne.” jawab Vic sambil menorehkan tanda tangannya.

“Apa Eonni kesini untuk melihat Khun oppa?”

“Eh? I-i-itu…”

Byulgi berusaha untuk menahan senyum getirnya ketika melihat Victoria gelagapan. Entah mengapa naluri yeojanya berkata kalau Vic punya perasaan lebih kepada Nickhun.

22:30

Konser berjalan lancar dan sukses besar. Aku bisa melihat kepuasan para hottest akan konser malam ini.

“Aku suka sekali pada Junho! Kyaaaaa tadi dia tampan sekali bukan?” seru seseorang di sampingku padaku.

“Ah? Ye ye.”

“Biasmu siapa?” tanyanya kemudian.

Baru saja aku akan bilang Khun, tanpa sengaja aku melihat Vic eonni berjalan melewatiku. “Biasku Wooyoung.”

“Aaaaakh aku suka sekali pada Junho!!!” pekiknya.

Aku tersenyum pelan. Setelah ini aku akan mengatakan pada Junho kalau aku duduk bersebelahan dengan fansnya saat konser. Junho pasti akan senang.

Drrt drrt

From: Khunnie

Sweety, where are you? Aku sudah menunggumu di backstage

Buru-buru aku pamit pada fans Junho tadi dan meninggalkan tempat dudukku.

“Byulgi Noona!”

“Junho-ya! Kalian keren sekali tadi. Ah ya, kau harus tau tadi aku duduk bersebelahan dengan fansmu. Dia begitu menyukaimu.”

“Benarkah?” tanyanya senang.

Aku mengangguk, “Any way, apa kau lihat Khun?”

“Dia masih di waiting room, Noona. Aku duluan ya. Bye!”

Aku membalas lambaian Junho lalu meneruskan langkahku untuk menemui Khun.

“K-”

Ucapanku menggantung ketika aku melihat Nickhun sedang berduaan dengan Vic. Hanya berdua.

“I miss you, Khun-a.”

“Na ddo…”

“Byul-”

Segera kutarik lengan Wooyoung sebelum ia menyebut namaku dan membuat kedua orang yang sedang berada di waiting room itu menyadari kehadiranku.

“Noona, kenapa tidak masuk? Khun hyung sudah menunggumu sedari tadi.”

“Wooyoung-a, bisakah kau antarkan aku pulang?”

***TBC***

Halo, masih ada yang inget sama FF ini? Maaf ya kelamaan updatenya. Ini juga akhinya bisa update karena dipaksain. Maaf ya kalau ceritanya gaje, terkesan dipaksain, alurnya cepet atau gimana. Aku gamau punya utang makanya akhirnya ngelanjutin FF ini. See you @ next chap. Kritik dan saran ditunggu ya😀

4 thoughts on “When Nickhun Really Got Married (Part 1)

  1. Hai !! Salam kenal aku astri ^^ aku suka banget ma ff ini soalnya cast nya khunnie,jd bayangin aku yg jd byulgi nya..hhehe..cerita nya seruu banget..semoga khunnie ga suka ma vic ya..hhe

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s