When Nickhun Really Got Married (Part 2)

image

Title: When Nickhun Really Got Married (Part 2)
Author: angangels aka Jung Byulgi
Main Cast: Nickhun Buck Horvejkul, Jung Byulgi (OC/You)
Support Cast: Victoria Song, 2PM members
Length: Chaptered
Rating: PG-15

Happy reading and do leave comment please😀

***

“I miss you, Khun-a,”

“Na ddo…” jawab Nickhun, “Kau kesini sendirian?”

Victoria mengangguk, “Aku sengaja datang ke konsermu di tengah jadwalku yang padat.”

“Aigooo, thanks Vic. Kau tadi duduk dimana?”

“Di deret vip, barisan dua terdepan.”

“Oh? Kau bertemu Byulgi tidak? Dia juga nonton di deret situ.”

“Byulgi? Nugu?”

“Pacarku.”

Victoria mendadak blank. Jadi Nickhunnya benar-benar sudah punya pacar?

“Ah kalian kan belum pernah bertemu, bagaimana kau bisa tau ya hehe. Lain kali aku akan kenalkan.”

“Ah, ya.”

“Khun Hyung, kau belum pulang?” tanya Chansung ketika mengambil jaketnya di waiting room, “Oh ada Vic noona. Annyeong~”

“Aku menunggu Byulgi, Chansung-a. Kau lihat dia tidak? Kami janjian disini. Aku mau mengantarnya pulang.”

“Aku tidak melihatnya, Hyung. Baiklah, aku duluan ya! Sampai bertemu di dorm.”

“Kau menunggu pacarmu?”

Khun mengangguk–mengiyakan pertanyaan Victoria.

“Kalau begitu aku menganggu?”

“Ania. Gadis itu juga belum datang. Dimana ya Byulgi?”

Byulgi calling

“Ah akhirnya ia meneleponku.” seru Khun sambil mengangkat panggilannya. “Halo?”

“Khunnie, aku sudah di rumah. Maaf tidak jadi menemuimu. Aku pusing sekali tadi. Aku langsung pulang saat konser selesai.”

“Kau sakit?”

“Aku hanya pusing. Khunnie”

“Tunggu aku di rumah, ya? Aku akan menjengukmu.”

“You don’t have to. I’m fine. Ini sudah terlalu malam, Khunnie. Apa kata orang jika mereka melihatmu masuk ke apartemenku selarut ini?”

“Tapi-”

“Jika ada apa-apa aku akan menghubungimu, Khunnie. Don’t worry. I’ll call you later, Bye.”

Biip.

“Dia sudah pulang?” tanya Vic karena ia hanya bisa mendengar suara Khun.

“Iya. Katanya dia kurang enak badan. Kau mau pulang? Perlu kuantar?”

“Apa tidak merepotkan?”

“Ani. Ini sudah larut. Tidak baik jika kau pulang sendirian. Kajja.”

“Aku ke toilet sebentar, Khun-a. Kau tunggu saja di parkiran. Aku akan menyusul.”

Sesampainya di toilet, Victoria menghubungi managernya dengan tergesa.

“Oppa, oddi?”

“Aku lima menit lagi sampai-”

“Putar balik Oppa. Kembalilah ke dorm.”

“Eh?”

“Pokonya aku tidak mau dijemput. Bye Oppa!”

“Tapi Vic, aku sudah akan sampai-”

Biip.

The next day

Khunnie calling

“Halo?”

“Byul-a, kau masih pusing? Kenapa tidak menghubungiku?”

“Aku sudah baikkan, makanya aku tidak menghubungimu.”

“Aku boleh kesana?”

“Sorry, Khunnie. Hari ini aku ingin istirahat. I’m so sorry.”

“Tapi aku sudah on the way. Tidak bolehkah walau hanya sebentar? Lima meniiiiit saja. How?”

“Maaf Khunnie.”

“Baiklah. See you later ok? Kuharap besok kita bisa bertemu.”

Bip.

Lagi-lagi aku berbohong. Aku tidak sakit atau merasa pusing. Aku hanya sedang menghindarinya.

Karena hari ini weekend dan aku tidak ada kegiatan. Akupun bersantai di sofa. Kunyalakan TV berharap rasa bosanku hilang.

“2PM Nickhun akan main film baru. Lawan mainnya adalah F(x) Victoria.”

Jangan bilang… Film baru yang Khun ceritakan itu adalah ini? Jadi dia akan melakukan kissing dengan Vic eonni?

Mwoya? Mengapa aku harus sedih? Toh saat WGM dulu mereka juga sudah pernah melakukannya. Aku harus percaya pada Khun.

“Lawan mainku Victoria. Kau sudah tau?”

Aku mengangguk. “Kemarin aku lihat beritanya di TV.”

“Maaf baru mengabarimu. Aku awalnya juga tidak tau kalau lawan mainku Vic. Aku baru tau kemarin juga. Apa tidak apa?”

“Tentu, Khunnie. Memangnya kenapa aku harus keberatan? Apa hakku?”

“Kau berhak, sayang. Kau pacarku.”

“So? Apa aku harus marah pada managermu dan minta mengganti peran Vic denganku? Yang benar saja…”

“Kau sudah buka internet? Yeah mereka membicarakan khuntoria.”

“Ah benarkah? Aku belum lihat. Aku ini kan khuntoria shipper. Aku berharap kalian clbk.”

“Clbk apanya sih? Kami kan hanya melakukan job. Kami tidak saling menyukai. Khuntoria shipper? Apa kau punya gangguan Nyonya Horvejkul? Mana ada seorang pacar yang senang melihat pasangannya bersanding dengan orang lain?”

“Nyonya Horvejkul mwoya? Sejak kapan kita menikah?”

“We’ll soon.”

“In your dream, Mr.Horvejkul. I won’t marry you.”

“Hya hya hya! Mana boleh seperti itu! Aku tidak mau tau. You’re mine and we’ll get married as soon as possible. Tidak ada penolakan.”

“Aku tidak tertarik untuk jadi perawan tua karena menunggumu. Kau kan idol. Mana bisa idol menikah di usia muda?”

“Kita bisa menikah diam-diam kan?”

“Jika ketauan? Aku tidak tertarik untuk dijadikan bahan bully fansmu.”

“Aaaaaah aku ingin segera menikah!!!”

“Sana pergi. Kau ada latihan kan jam 4? Cepat pergi sekarang sudah jam setengah 4. Kau mau manager melarang kita dating karena aku dianggap menghalang-halangimu untuk latihan?”

“Tapi aku masih kangeeeeeen.”

“Ish namja genit. Sana pergi. Mau kuseret?”

“Ok ok. Aku pergi ya dear? Bye. Sampai berjumpa nanti!”

Cup.

Khun mengecup pipiku sebelum meloncat pergi. Dia tau aku akan memarahinya karena telah menciumku, makanya ia terburu-buru keluar.

“Hana dul, na dul set, na dul-”

Drrrt drrrt drrrt

“Khun Hyung, ponselmu bunyi! Lain kali silent dong kalau sedang latihan.” gerutu Junho yang menghentikan latihannya karena merasa terganggu.

“Oh Mom, halo?”

“Khunnie! Kapan pulang huh? Sudah lama kau tak pulang kan?”

“Sory Mom. Aku sibuk. Mom tau kan aku baru comeback?”

“Ya ya ya. Aku tidak mau tau kau harus pulang akhir bulan ini.”

“Okay Mom. Akan ku usahakan.”

“Khunnie, kapan kau akan menikah?”

“Mom? Apa aku salah dengar?”

“Tidak. Aku bertanya kapan kau akan membawa gadis ke rumah.”

Senyum Nickhun mengembang lebar. Akhirnya, kesempatan untuk membawa Byulgi ke Thailand datang juga.

“Don’t worry. Saat aku pulang nanti aku pasti bawa pacar Mom.”

“Kau sudah punya? Kenapa tidak cerita? Siapa gadis itu? Vict-”

“Aku ingin memberi Mom kejutan,” potong Khun cepat, “dan gadis itu bukan Victoria, Mom. Berapa kali lagi harus ku katakan?”

The next day

Teng tong. Teng tong.

“Sebentaaaar…”

“Halo ^^”

“Aish Khunnie, kukira tamu. Kau kan tau kode apartemenku? Kenapa tidak langsung masuk saja?”

“Sayang. Ini masih pagi. Tidak baik gadis mengomel di pagi hari.”

“Well, mau apa Khunnie? Aku ada kuliah pagi. Aku sudah mau berang-”

“That’s why. Aku mau mengantar gadisku kuliah. Kajja!”

“Eh?” gadis itu masih memandang tidak percaya ketika Nickhun menyeret lengannya pelan menuju mobil sang Thai prince itu.

“Maaf hanya bisa mengantarmu sampai sini,” sesal Khun, “kampusmu padahal masih 300 meter dari sini. Andai saja aku bukan id-”

“Khunnie, it’s okay.” ujar gadis itu sambil mengenggam tangan Khun, “aku tidak apa-apa.”

“Tapi kalau aku bukan idol aku pasti-”

“Ssst, sudah kubilang aku tidak apa. Kau benci jika aku sudah mengungkit status idolmu dan mulai minder, akupun juga benci ketika kau terlihat menyesali status idolmu.”

“Once again, dear… I’m so sorry.” ujar Khun lirih seraya mencium kening yeojanya penuh kasih.

“Oh God! Aku masih ingin bersamamu, Khun. Tapi kelasku akan dimulai sepuluh menit lagi.”

“Aku akan menemuimu sore ini di apartemen, sayang. Don’t worry. Kuliah yang serius ya, supaya bisa cepat lulus dan menikah dengaku.”

“Tch,”

“Well, ceritakan sedikit padaku. Apa di kampus ada lelaki yang mengejarmu?”

“Hm, sebenarnya ada satu-”

“What? How come? Apa dia tidak tau kalau gadis yang ia kejar adalah pacar Nickhun member 2PM? Apa dia mau mati?”

“Justru karena pacarku adalah NICKHUN MEMBER 2PM, makanya aku tidak bisa mengatakannya.” seru gadis itu menekankan pada kata ‘member 2PM’.

“Aish. Jadi tidak ada yang tau kau sudah taken? No wonder kalau banyak lelaki yang mengejarmu. Harusnya kau bilang saja kau sudah punya pacar. Ya kau bisa saja kan tidak usah menyebut siapa nama pacarmu? Yang penting mereka tau kau sudah tidak available.”

“Yeah, apa katamu. Bisakah bukakan kunci pintu mobilmu? Aku mau keluar, pacarku yang tampan.”

“Kau tidak boleh berdekatan dengan namja yang flirtly, got it?”

“Baiklah, Ayah.”

“What?”

“Kau menceramahiku seperti seorang ayah yang menasehati anaknya, Khunnie.”

“Well, by the way, aku kan akan jadi ayah dari anak-anakmu,”

—TBC—

6 thoughts on “When Nickhun Really Got Married (Part 2)

  1. Hhihi lucuu tingkah nya khun..berharap mrk buruan nikah.biar ga di ganggu ma vic..hhehe
    Baguuus thor crtnya makin seru n bikin penasaran ^^

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s