Puasa pertama dede Jinki

Aku stuck sama ff-ff aku. Buat pemanasan, harus bikin drabble supaya semangat nulisnya muncul lagi. FF ini terinspirasi sama freaknya Jinki sama ayam dan beberapa orang yang suka manggil dia dedek Jinki wkwk. Happy reading…

Ah ya. Happy fasting juga ^^/ #udah mau lebaran kali bu (-___-)

~

“Jinki-ya! Ayo kita pulang bareng!” ajak Jonghyun riang sambil menarik tangan Jinki.

Mereka tersenyum sepanjang perjalanan pulang sambil berpegangan tangan. Sesekali diayunkannya tautan kedua lengan itu dengan riang.

“Dah Jinki! Habis ganti baju kita main di lapangan ya? Kita ketemu disana lima belas menit lagi, oke?”

Jinki mengangguk. Setelahnya ia melangkah menuju rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah Jonghyun.

“Eomma, aku pulang!”

“Eo Jinki-ya. Wasseo? Bagaimana sekolah hari ini?”

“Menyenangkan. Tapi temanku satupun tidak ada yang puasa, Eomma,”

“Ah benarkah? Kalau begitu jagoan Eomma satu ini hebat sekali ya? Bagaimana puasanya? Sudah batal?”

“Belum dong, Eomma. Jinki masih puasa.”

“Wah hebat sekali. Ah sebentar lagi adzan dzuhur, Jinki mau buka sama apa?”

“Loh? Bukannya kata appa kalau puasa bukanya maghrib?” tanya Jinki bingung.

“Iya sayang. Puasa itu bukanya maghrib. Tapi kan Jinki masih kecil. Baru SD kelas satu. Anak kecil seperti Jinki boleh puasa setengah hari.”

“Puasa setengah hari?”

“Begini, sayang. Jadi anak kecil itu untuk permulaannya boleh puasa setengah hari. Puasa setengah hari itu bukanya pada saat adzan dzuhur. Yang penting mencoba dulu. Pelan-pelan belajar membiasakan diri baru nanti bisa berhasil puasa penuh sampai maghrib.”

Jinki terdiam sejenak. Setengah hatinya ingin buka karena tidak tahan haus. Tapi setengah hatinya berkata ia mampu puasa penuh hari ini.

“Eomma. Kalau puasa setengah hari dengan puasa penuh, pahalanya besar mana?”

“Analoginya begini. Lebih besar mana kelereng dengan jeruk? Kelereng itu ibaratnya puasa setengah hari, sedangkan jeruknya adalah puasa penuh.”

“Karena jeruk lebih besar, berarti puasa penuh ya yang lebih besar pahalanya?”

Jinki eomma mengacak rambut anaknya pelan. Senang dengan kepandaian anaknya. “Betul sekali,”

“Kalau begitu Jinki mau puasa penuh saja!”

“JINKIIIIIII! JINKIIII! Main yuuuuuk!” Jonghyun memutuskan ke rumah Jinki setelah ia tak menemukan temannya yang satu itu di lapangan.

Jinki dan sang ibu menoleh ke arah pintu berbarengan. Jonghyun melemparkan senyumnya pada eomma Jinki.

“Annyeong Tante! Boleh aku dan Jinki bermain di lapangan?”

“Lapangan? Tapi matahari tengah terik-teriknya, Jonghyunnie.”

“Aku tidak boleh main?” tanya Jinki pada ibunya.

“Bukannya tidak boleh. Diluar panas. Nanti Jinki haus. Lebih baik tidur siang kan?”

“Tapi Jinki ingin main…” rengek Jinki. “Jinki janji tidak akan haus.”

Jinki eomma tersenyum lembut menanggapi kepolosan anak semata wayangnya. Mana bisa seseorang berjanji untuk tidak haus?

Di lapangan

“Hya Minho! Kok kamu minum sih?” protes Jinki ketika melihat Minho sedang minum di bawah pohon.

“Memangnya kenapa?” tanya Minho. Mata belonya melebar karena bingung.

“Sekarang kan bulan ramadhan! Semua orang wajib puasa! Puasa itu tidak boleh makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari.” jelas Jinki.

“Oh begitukah? Pantas saja ayah, ibu dan Minseok hyung seharian ini tidak makan dan minum. Eommaku juga tidak memasak untuk makan siang seperti biasanya. Jadi mereka sedang puasa ya? Ah mengapa aku tidak diberitau? Aku kan mau puasa juga.”

“Gwencanha, Minho-ya. Besok kita puasa bersama, eotte?”

“Ne!” seru Minho semangat.

“Kau berpuasa, Jinki-ya?” tanya Jonghyun.

Jinki mengangguk. “Ne. Jonghyunnie?”

“Aku tidak. Ah aku juga besok mau ikut puasa seperti kalian!”

Satu jam kemudian…

“Hhh hhh hhh,” napas Jinki menderu nan tak beraturan. Tenaganya habis pasca terus berlari mengejar bola.

“Mau minum?” tawar Jonghyun sambil menyodorkan botol minumnya yang bergambar kartun dinosaurus. Jinki juga punya satu yang persis. Hanya saja punya Jinki kartun ayam. Minhopun punya yang bergambar kodok. Kata mereka sih, itu botol minum persahabatan.

“Aku puasa, Jonggie.”

“Ah aku lupa! Maaf ya Jinki. Maaf juga aku sepertinya akan minum didepanmu lagi. Aku masih haus. Mianhae.”

“Gwencanha.”

Glek glek glek

Jinki terus menatap Jonghyun yang sedang minum. Dan sejujurnya Jinki sedikit tergoda.

‘Apa aku batalkan saja ya puasaku?’

‘Ah tapi aku sudah berjanji pada eomma!’

“Jonghyunnie! Jinki-ya! Minho-ya! Aku bawa ayam goreng untuk kalian! Tadi aku membantu eomma memasak ayam dan aku diperbolehkan memberikan ayam untuk kalian.” seru Key begitu menginjakkan kaki di rumput hijau lapangan.

Glek.

‘Kuatkan iman Jinki ya Allah… Jinki harus tahan!’

Glek.

‘Tapi ayam goreng adalah makanan kesukaanku. Bagaimana ini?’

“Jinki-ya… Kenapa tidak diambil ayamnya? Aku padahal sudah bawakan dua ayam untukmu.”

“Jinki puasa, Key.” ujar Minho.

“Wah. Jinjja? Jeongmal?”

“Iya. Jinki keren kan? Aku dan Minho juga akan keren seperti Jinki besok. Kau mau ikut kami puasa penuh tidak?” ajak Jonghyun.

Tangan Jinki bergerak menyentuh ayam goreng jatahnya. Dipandangnya kedua potong ayam itu dengan penuh keraguan.

“Loh katanya kamu puasa?” tanya Key.

“Jinki-ya, makan saja ayamnya. Puasanya besok saja. Tenang. Aku takkan bilang pada ibumu.” hasut Jonghyun.

‘Haruskah aku memakannya? Toh ibuku takkan tau’

‘Andwae. Kalau begitu berarti aku sudah berbohong. Kata eomma berbohong itu dosa!’

Buru-buru Jinki menjauhkan tangannya dari ayam yang menggiurkan itu.

“Key… Bolehkah ayamnya aku bawa pulang saja? Aku akan memakannya saat berbuka puasa nanti.” pinta Jinki sambil memperlihatkan puppy eyesnya.

“Tentu saja boleh!”

Dan hari itu, Jinki berhasil berpuasa penuh hingga maghrib. Dan kalau kalian ingin tau, menu berbuka Jinki hari itu adalah sepuluh potong ayam favoritnya–Jinki langsung merengek minta dibuatkan ayam untuk menu berbukanya sepulang ia dari lapangan.

“Eomma… Appa… Apa jika aku berpuasa penuh setiap hari aku boleh makan ayam sebanyak ini?”

“Tentu saja, sayang.”

“Kalau begitu besok Jinki mau puasa lagi!”

***END***

Duh duh gaje parah. Maaf ya. Ini bikin gasampe sejam wkwk. Kritik saran ditunggu :3 #ketjup basah

6 thoughts on “Puasa pertama dede Jinki

  1. Aahhh dedek jinki unyu bgt wehhh *gelindingan
    Udah lama g main kesini😀
    byulgi aku jd keinget pic editan it.. dedek jinki sekarang udh punya otot xD

    • Jinki mah mau gimana juga unyu :3 *ikut gelindingan kaya stiker line*

      Iya dooooooh otot Jinki! Tapi masa aku pas pertama liat langsung mikir ototnya Jinki itu cute ._.v

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s