When Nickhun Really Got Married (Part 4)

image

Title: When Nickhun Really Got Married (Part 4)
Author: angangels
Main Cast: Nickhun Buck Horvejkul, Jung Byulgi (OC/You)
Support Cast: Victoria Song, 2PM members
Length: Chaptered
Rating: PG-15

Happy reading and do leave comment please😀

***

“Ehem! Yang sudah dilamar… Cincinnya tidak perlu terus dilihat setiap detik. Cincin itu takkan hilang nona…”

“OMO! Khunnie! Sejak kapan kau masuk?”

“Tiga menit lalu. Aku kan tau kode apartemenmu.”

“Ingatkan aku untuk ganti kodenya. Aku tidak akan membiarkanmu masuk sembarangan mulai sekarang.”

“Loh?”

“Makanya jangan suka asal main masuk!”

“I know. I know. Sorry babe. Ah ya! Cincin itu jangan pernah dilepas ya. Itu pengikat. Dengan tersematnya cincin itu di jari manismu, berarti kau sudah jadi milikku. Sekali memakainya, tak ada alasan apapun melepasnya. Understand?”

“Uuuh i’m scared. Tau seperti ini aku takkan menerima cincin ini.”

“Hya Byulgi-ya!”

“Arraseo. Arraseo. Just kidding honey. Aku takkan melepasnya. I promise you.”

“Good!” seru Khun sambil tersenyum, “Ah ya. Karena kita sudah tunangan, kau tidak boleh flirting dengan namja manapun. Ingat cincin itu jika mau macam-macam.”

“Tsk. Yang ada juga kau tuh yang suka pecicilan dengan gadis-gadis. Aku mana pernah.”

“Itu lain kasus, sweetie. Aku kan memang harus berinteraksi dengan gadis-gadis dalam pekerjaanku.”

“Gayamu… Seolah terpaksa melakukan itu. Jujur sajalah, kau juga senangkan dikelilingi banyak gadis cantik?”

“Hehe. Sedikit.”

“Hyung maaf aku terlambat.”

“Kau ini. Apa terlambat sudah jadi kebiasaan barumu?”

“Maaf.”

“Arraseo arraseo. Cepat ganti bajumu. Coordi sudah menunggu.”

“Baik Hyung.”

Nickhun kemudian melangkah menuju ruang ganti.

“Khun-a. Chankaman!”

“Ne Hyung? Ada apa?”

“Itu. Di jarimu. Ada apa?”

“Cincin ini? Ah… Aku sudah bertunangan dengan gadisku semalam Hyung. Mau mengucapkan selamat?”

“Buka!”

“Huh?”

“Kubilang buka cincinnya. Kau mau membuat skandal hah?”

“Tapi Hyung…”

“Tidak ada tapi-tapian. Kau adalah idol. Kau adalah milik semua fansmu. Kau tidak boleh terikat pada satu gadis. Kau tidak mau fansmu kabur kan jika tau kau sudah bertunangan? Sudah kubilang kan dari awal. Putuskan gadismu.”

“Tapi aku juga namja biasa Hyung! Aku butuh wanita untuk mendampingiku di hari tuaku kelak! Aku juga ingin membangun keluarga–menjadi ayah, punya istri juga anak yang lucu. Apa aku tidak boleh memperjuangkan hakku?”

“Baiklah. Sekarang lepas dulu cincinnya. Jangan memancing rasa penasaran para netizen. Kita bicarakan hubungan asmaramu nanti. Tapi kumohon lepas cincin itu sekarang.”

Dengan enggan Nickhun melepaskan cincinnya. Hati-hati dimasukkannya benda berkilau itu ke dalam saku celananya.

“Maafkan aku, Byulgi-ya.”

Jung Byulgi tidak ada kelas hari ini. Setelah bosan terus berguling di kasurnya, gadis itu beranjak menuju ruang TV.

Sambil terus memindah-mindahkan channel, mulutnya sibuk mengunyah camilan. Gerakan memindah channelnya ia hentikan setelah wajah Nickhun ada di TV.

Gadis itu tersenyum melihat namjanya. Namja cute berwajah bak boneka itu sudah resmi menjadi miliknya. Namun senyumnya terhenti ketika matanya menemukan Victoria yang duduk tepat bersebelahan dengan namjanya.

“Apa ini press con tentang film mereka itu?” gumamnya masih sambil mengunyah.

Ratusan flash menyerbuku. Senyumku harus terus mengembang. Perlahan aku berjalan menuju kursi yang sudah disediakan untukku.

“Annyeonghaseyo, 2PM Nickhun imnida.”

Setelahnya Victoria noona menyusul dan duduk di sebelahku.

“f(x) leader, Victoria imnida.”

Seperti yang sudah tertulis di script, aku harus menarikkan kursi yang akan diduduki Vic noona. Setelahnya aku wajib melempar senyum dan pura-pura berbisik di telinganya.

“Nickhun-sshi, bagaimana perasaanmu akan beradu acting dengan Victoria-sshi?”

“Aku sangat bersemangat. Aku sudah menantikan kesempatan emas ini.” jawabku–lagi-lagi sesuai yang sudah tertuang dalan script.

“Kalian akan memerankan sepasang kekasih dalam film ini. Apa ada kecanggungan?”

“Awalnya ada sedikit. Tapi berhubung saat WGM juga kita sudah dipasangkan sebagai suami istri, kami tak lagi canggung satu sama lain.” jawab Victoria. Ya persis dengan script yang aku baca.

“Kalian terlihat sangat serasi. Pasti tidak sulit membangun chemistry.”

Iya. Nickhun memang terlihat serasi dengan Victoria eonni.

Mataku terus menyelidik tangan kiri Khun. Ingin memastikan apa ia mengenakan cincinnya.

Saat closing, akhirnya semua cast melambaikan tangannya. Pada detik itu, aku bisa melihat dengan jelas tangannya yang polos tanpa cincin.

Sudah kuduga akan seperti ini jadinya.

Drrt drrt

Khunnie calling

“Halo?”

“Ne Khunnie?”

“Hari ini aku ada shooting pertama. Sepertinya aku tak akan bisa menemuimu seharian penuh (T___T)”

“It’s okay. Itu kan tuntutan pekerjaan. Tunanganku tentu harus professional kan?”

Aku terus memainkan kukuku. Aku sedang menimbang-nimbang, perlukah ku tanyakan tentang cincinnya yang ia lepas itu?

“Byulgi-ya, aku mau minta maaf padamu. Hari ini aku seharian penuh tidak mengenakan cincinku. Manager hyung memaksa aku untuk melepasnya. Maafkan aku. Aku tidak bisa melawan manger hyung.”

Senyumku mengembang dengan perlahan. Aku lega Nickhun memilih jujur padaku.

“Gwencanha, Khunnie. Aku mengerti.”

“Terima kasih sudah mau mengerti. Kau harus tau khawatirnya aku. Aku takut kau marah.”

“Ya ya. Kau kan memang selalu takut padaku seolah aku ini nenek sihir.”

“Mana ada sih, nenek sihir cantik sepertimu?”

“Tsk. Tuan gombal. Sampai jumpa besok!”

Bip.

“Nickhun-sshi giliranmu untuk take!”

“Ne. Algaeseumnida.”

Aku berlari kecil menuju set. Vic noona berpapasan denganku. Kami pun bertukar senyum.

“Kapan mau kenalkan pacarmu padaku? Aku penasaran secantik apa gadis yang berhasil merebut Nickhun-ku.” guraunya.

“Najunge, Noona. Gadis itu mungkin tidak secantik dirimu. Tapi ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku terpikat.”

“Uuh so sweet. Sejak kapan kalian dating?”

“Kira-kira setahun sebelum aku debut.”

“Woah. Dan saat kita filming WGM kau bahkan tak cerita. Teganya… Aku kira saat itu kau sedang single.”

“Noona tak pernah bertanya.”

“Tapi kau juga harusnya memberitau walau aku tak bertanya. Any way hubungan kalian awet sekali ya?”

“Iya! Aku bahkan sudah bertunangan dengannya beberapa hari lalu!” seruku girang.

“T-t-tunangan?”

“Iya. Tidak ada pesta sih. Hanya kami berdua di dalam resto yang sudah aku booking. Kami juga cuma saling memakaikan cincin. Mungkin lain kali akan ada pertunangan session dua. Aku ingin keluarganya, keluargaku juga beberapa orang penting dalam hidup kami menjadi saksi.”

“Cincinmu mana?”

“Aku kantongi sepanjang waktu. Sayang sekali aku tidak bisa memakainya. Manager hyung melarangku.”

“Ah begitukah?”

“Nickhun-sshi ppaliwa!” tegur sang sutradara.

“Ne!” aku bergegas menuju set, “Bye Noona!”

“Makannya tambah, hun. Kau terlihat semakin kurus. Apa sedang banyak pikiran?”

“Masalah kuliah. Aku sedang menyusun skripsi.”

“Himnae Mrs. Horvejkul. Kau pasti bisa!”

“I hope so.”

“Lusa aku akan pulang ke Thai.”

“Ah benarkah?”

“Jangan sedih, sayang. Kau mau ikut?”

“Jangan bercanda. Apa maksudmu dengan ikut?”

“Siapa yang bercanda hm? Aku serius. Aku sudah booking 2 tiket pesawat untuk kita.”

“What?” seru sang gadis menyuarakan keterkejutannya, “kau sungguh… Apa kau tidak berpikir bagaimana jika aku akan menolak?”

“Aku yakin kau takkan menolak. Kalau kau menolak pun aku akan menyeretmu paksa dengan senang hati.”

“Tapi Khunnie… Aku takut.”

“Takut apa?”

“Aku belum sanggup bertemu ibumu. Yeah and whole of your family.”

“Ibuku baik kok. Lagipula ada aku kan? Kau bisa terus berlindung di belakang punggungku jika kau ketakutan.”

“Kau pikir aku bocah huh? Mana boleh aku menghindar seperti itu! Ibumu akan mempertanyakan mannerku.”

“Ok ok. Itu bisa kita urus nanti okay? Haaaah aku senang sekali. Akhirnya kesempatan untuk mengenalkanmu pada ibuku datang juga. Aku sudah menunggu ini dari lama. Maaf ya sayang. Kita sudah pacaran sejak lama, tapi aku baru berani mengakui hubungan kita sekarang. Aku takut ibuku worry jika tau aku dating. Ibuku takut aku tidak akan profesional jika aku punya pacar. Yeah, ibuku berpikir aku takkan mau perform jika aku marahan dengan pacarku. Hahaha lucu sekali ya ibuku?”

“Kalau begitu nanti-nanti saja kenalannya. Kenalkan aku pada ibumu lain waktu saja ya? Please…”

“Jangan takut sayang, ibuku tidak jahat. Ini kesempatam emas. Tidak mungkin aku mau melepaskannya begitu saja. Sepertinya ibuku mulai sadar aku tak muda lagi dan sudah waktunya untuk menikah.”

“Tapi aku takut. Aku tidak tau apapun tentang keluargamu. Oh iya! Bagaimana jika ibumu tidak mau punya calon menantu orang korea? Siapa tau ia inginnya kau punya istri orang asli Thailand? Bagaimana-”

“Ssst. Pikiranmu terlalu jauh, sayang. Jika ibuku tidak mengizinkanku untuk menikahimu, maka aku lebih baik melajang seumur hidup.”

“Mom, besok aku pulang. Dan sesuai janjiku aku akan membawa gadisku.”

“That’s great. Akan kusuruh Michan menjemput di airport. See you tommorow…”

“Mom, P’ Khun akan pulang besok? Benarkah?” tanya Shirleen semangat.

“Yes, honey. Besok.”

“Yeay! I miss him so much!”

“Aku juga. Ah ya. Kakakmu akan membawa pacarnya kali ini.”

“What? Mom sejak kapan P’ Khun punya pacar?”

“Aku juga tidak tau persis. Besok kau tanyakan langsung saja.”

“Could it be… Pacar P’ Khun adalah Victoria? Aaaaaah jika ia aku akan mati kegirangan!”

“Yeah. Berdoa saja kakakmu yang senang menggoda kita itu sungguhan membawa Vic besok. Habisnya ia bilang pacarnya bukan Vic.”

“P’ Khun kan memang senang memberi kejutan, Mom. Aku rasa besok ia sungguhan akan bawa Victoria!”

***TBC***

Dan ibunya Khun ternyata sangat tidak cocok buat jadi peran antagonis. Tampang ibunya baik bangeeeeet duh jadi ngerasa bersalah bikin karakternya jadi mertua cruel. #bow 90 degree ke ibu Khun

See you @ next chap!

10 thoughts on “When Nickhun Really Got Married (Part 4)

  1. maksh ya thor udh mau post. . hehe
    penasaran deh, setelah byulgi dateng pasti kena omel mulu ama eommanya khunie. . xixixi
    lanjut next part thor. .

  2. Penasaran sama nasib byulgi di kelg khun,bakal di tentang nih kayaknya.secara mrk seneng ma vic..
    Bener banget thor mama nya khun baik banget jd ga cocok ma peras antagonis,tp ga apa” lah kan cmn cerita..hhehe…

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s