When Nickhun Really Got Married (Part 5)

image

Title: When Nickhun Really Got Married (Part 5)
Author: angangels
Main Cast: Nickhun Buck Horvejkul, Jung Byulgi (OC/You)
Support Cast: Ninchan Horvejkul, Khun’s Mom, Cherrleen Horvejkul, Yanin Horvejkul
Length: Chaptered
Rating: PG-15

Happy reading and do leave comment please😀

***
“Aku tidak mau ikut…”

“Ya Tuhan… Kita sudah di airport. Pesawat kita take off sepuluh menit lagi. Ayolah. Jangan kekanakan seperti ini.”

“Jangan paksa aku please. Aku sungguh tidak mau ikut. Aku akan lakukan apapun asal kau membolehkan aku tidak ikut ke Thai. Jebaaaaal…”

“No! Kau harus pergi denganku gadis kecil.”

Nickhun menyeret gadisnya. Sang gadis hanya pasrah karena keinginanya tak dikabulkan.

“Jangan cemberut terus. Mana senyumnya?”

“Aku unmood. Jangan ajak aku bicara.”

“Sedang marah huh? Silahkan nona perajuk. Aku tidak akan membatalkan keberangkatan kita walau kau menangis darah.”

“Kau kejam.”

“Sekali-kali. Aku selama ini selalu baik kan padamu?”

“Tch.”

“Sini. Menyandarlah.”

“Tidak mau.”

“Gadis nakal. Kemari kubilang.”

Nickhun meletakkan kepala gadisnya di bahu. Dielusnya rambut panjang itu dengan perlahan.

“Tsk. Tuan pemaksa!”

“Ayo kita hentikan debat konyol ini. Lebih baik lihat airport fashion kita. Tidakkah kita lebih parah dari Taec sang fashion terrorist?”

Byulgi menahan tawanya. Yeah airport fashion mereka memang parah. Nickhun terutama. Ia mengenakan wig blonde, masker, kaca mata hitam, syal tebal. Persis orang kurang waras. Hanya Khun yang mengenakan syal tebal di tengah teriknya summer.

Tapi tentu saja itu semua karena kepentingan penyamaran. Jika Khun hanya mengenakan masker, berapa ribu orang di airport yang akan mengenali kedua mata indah sang icon 2PM itu? Lebih parah jika ia hanya mengenakan kacamata hitam sebagai penyamaran. Kacamata itu takkan bisa menyembunyikan wajah flawless Nickhun 2PM.

Awalnya Byulgi menolak ikut menyamar. Hello… Bukankah dia hanya gadis biasa? Untuk apa menyamar? Tapi Khun bilang gadis itu harus tetap menyamar. Jaga-jaga jika Khun ketauan, identitas Byulgi takkan mudah terlacak jika ia menyamar juga.

“Jika ingin tertawa. Tertawa saja. Tidak usah jaim.”

“Aku tidak terta- HAHAHAHA”

“Tsk. Gadis aneh.”

“Kakakku menunggu di luar airport. Bukannya ia tidak mau menjemput ke dalam, aku yang menyuruhnya menunggu di luar. Banyak orang yang sudah tau Horvejkul fam. Jika mereka melihat Nichan menjemputku, identitasku bisa terbongkar. Tidak apa ya jalan ke depan?”

“No prob of course.”

Mereka kemudian melangkah dengan santai keluar airport.

Di luar airport

“Khun!”

“Ssssst jangan panggil namaku.”

“Sorry. Ada apa dengan fashionmu? Apa Taec yang mendandani kalian?”

“Kita bicara di dalam. Disini masih ada orang. Aku tidak mau ambil resiko ketauan.”

@Ninchan car

“Haaaah gerah sekali! Kau boleh lepas penyamaran, Byul-a.”

Mobil kakak Nickhun memang dilengkapi dengan kaca yang membuat orang di luar mobil tidak bisa melihat ke dalam.

“Sudah kuduga. Feelingku benar.”

“Huh?”

“Saat mom bilang kau akan pulang membawa pacarmu, aku sudah tau bahwa kau takkan membawa Vic. Jadi siapa nama gadis ini, Khun?”

“Swadee kap, P’ Nichan. Namaku Jung Byulgi. Maaf mengecewakanmu. Bukannya membawa Vic eonni, P’ Khun malah membawaku.”

“Tidak. Aku tau Khun memang tidak punya perasaan khusus pada Vic. Aku kakakknya, Byulgi-sshi. I know him so well. But, Khun. Beware. Sepertinya mom dan Cherrleen–duo pecinta Khuntoria–akan sedikit kecewa.”

“Yeah. Kuharap mereka bisa mengerti. Andai mereka sepertimu. Mengerti tentang perasaanku.”

“Dicoba saja dulu. Jika bicara baik-baik mungkin mereka bisa mengerti.”

“Semoga saja.”

“Kau turun duluan saja… Nanti aku menyusul. Yayaya?”

“No.”

“P’Khun… Please. See, aku bahkan memanggilmu P’Khun. Biarkan aku menyusul please…”

“Kau. Sungguh. Kita sudah sampai disini. Tinggal temui keluargaku. Apa susahnya? Nichan saja baik kan padamu?”

“Tapi P’ Nichan sendiri yang bilang kalau ibumu dan Cherrleen Khuntoria shipper-”

“Ya ampun Byulgi! Tidak adakah alasan yang lebih konyol dari ini? Ayo masuk. Di dalam ada Yanin dan Dad kok. Seburuk-buruknya Mom dan Cherrleen menolak pun kita masih punya tiga suara. Kupastikan Yanin, Dad dan Nichan akan mendukung kita.”

“Khunnie!”

“Mom!”

Nickhun berlari ke pelukan ibunya. Sudah lama ia tak pulang ke Thai karena kesibukannya di Korea.

“P’ KHUUUUUUUN!!!”

“Hey. My lovely sist! How u doin?”

“Fine. Kenapa baru pulang sekarang? I miss you! Sooooo muuuuuch!”

“Aku sibuk menyiapkan comeback, Cherrleen. Tapi lihat hasilnya kan? Bukankan comeback kami meraih sukses?”

“Mana Vic eonni?”

“Huh?”

“Mom bilang kau akan membawa pacarmu. Mana sekarang? Pacarmu Victoria kan? Ah bagaimana filming drama kalian?”

“Listen dear. Aku memang membawa pacarku. Tapi pacarku bukan Victoria.”

“Huh?”

“Honey, kau boleh keluar sekarang. Cherrleen bilang dia ingin menemuimu.”

Dengan langkah yang perlahan Jung Byulgi keluar dari persembunyiannya. Senyum canggung menghiasi wajah nervousnya.

“Swadee kkap. Sherrleen.”

“Ini pacarmu? Yang benar saja! Mooooom, kemari!”

Eomma Khun kembali dari dapur ketika mendengar namanya dipanggil oleh sang anak bontot.

“Ada apa Sherrleen?”

“Ini Mom! Lihat! Gadis seperti itu P’ Khun bilang pacarnya. Yang benar saja!”

“Sherrleen. Tidak boleh berkata seperti itu. Dimana mannermu, hm?” tegur Nichan pelan.

“Tapi P’ Nichan… Gadis ini tidak ada sepersepuluh dari Victoria eonni! Cantik saja tidak.”

“Sherrleen… Cukup. Kau sudah keterlaluan. Memangnya kenapa kalau pacarku tidak secantik Victoria noona?” protes Nickhun.

“Pokoknya aku tidak setuju.” seru Cherrleen.

“Kau tidak mengerti. Mom… Bantu aku jelaskan pada Sherrleen.”

“Sayangnya aku sependapat dengan adikmu.”

“Mom…”

“Sudah sudah. Lebih baik kau dan Byulgi istirahat dulu. Kalian pasti masih lelah.” lerai Nichan.

***

“Jangan bersedih. Hapus air matamu, sayang.”

“Hiks. Aku. Aku. Aku tidak diterima keluargamu Khun. Lihat kan betapa tidak sukanya Sherrleen padaku? Ibumu juga. Hiks.”

“Hhh. Sabar ya, sayang. As long as you love me, remember i’ll always by your side. Don’t worry. Kita belum lihat pendapat Dad dan Yanin kan?”

“Aku rasa mereka juga pasti akan menentang. Sudahlah Khun. I give up.”

“Takkan kubiarkan kau menyerah. Setelah tahan dengaku bertahun-tahun mengapa rintangan sekecil ini tak bisa kau hadapi?”

“Ini lain urusan Khun. Kau takkan mengerti karena kau tak mengalami.”

“Kumohon jangan menyerah. Aku tidak mau melepasmu.”

Cklek

Byulgi dan Nickhun mengalihkan padangannya pada pintu kamar yang terbuka.

“Ehem. P’ Khun, mom memanggilmu.”

“Byulgi-ya. Aku tinggal ya. Ini Yanin. Yanin, tolong ajak Byulgi mengobrol ya.”

“Ok.”

***

“Halo. Byulgi. Ah since you’re older than me, lemme call you Byulgi eonni then. Aku Yanin.”

“Swadee kkap, Yanin.”

Byulgi tersenyum lega ketika mendapati senyum ramah Yanin. Adik Nickhun yang satu ini berbeda sekali dengan adik yang satunya.

“Kudengar… Sherrleen dan Mom bersikap agak keras ya padamu, eon? Mereka memang aneh. Delusional fan? Aku juga tidak mengerti mengapa mereka bisa sebegitu menggilai Khuntoria.”

“Tapi kupikir tindakan mereka beralasan. Mereka benar. Aku bukan apa-apa dibanding Vic eonni.”

“Tapi P’ Khun tidak berpikir seperti itu. Aku kenal betul dengan personality kakakku. Jangan biarkan pendapat Mom dan Sherrleen membuatmu down, Eonni.”

“Terima kasih, Yanin. Aku sangat bersyukur karena kau tidak menentang hubunganku dengan kakakmu.”

“You’re welcome. Aku akan mendukung apapun yang kakakku lakukan untuk menggapai kebahagiaannya.”

***

Meanwhile in Khun mom room…

“Mom. Memanggilku?”

“Ya.”

“Ada apa?”

“That Byulgi thing of course.”

“Mom… Jika Mom mau menentang, maaf. Aku takkan terpengaruh. Tekadku sudah sangat bulat.”

“Apa bagusnya gadis itu?”

“Mom tidak akan mengerti walau aku menjelaskan panjang lebar. Aku nyaman bersamanya.”

“Hanya nyaman saja? Dia orang biasa Khun. Kau idol. Paling dia hanya ingin numpang populer.”

“Mom. Aku dating dengannya sudah sejak lama. Bahkan setahun sebelum aku debut aku sudah berpacaran dengannya.”

“Dan kau menutupi hubungan kalian dariku? That’s good. Hubungan kalian takkan berhasil. Awalnya saja sudah tidak baik.”

“Aku tau mom akan begini makanya aku tidak bilang kalau aku punya pacar. Aku sudah bertunangan dengannya, Mom. Lihat ini.”

Nickhun mengeluarkan kalung yang ia sembunyikan di balik pakaiannya. Dan yeah, cincinnya menjadi bandul dari kalung itu.

“Kau gila. Kau pikir tunangan hal main-main? Mana bisa kau bertunangan tanpa restu orang tuamu. Kau tidak menghargaiku huh?”

“Bukan begitu, Mom. Aku hanya ingin menuruti apa kata hatiku.”

“Khun… Listen. Apa bagusnya ia?  Cantik? Jelas tidak. Kaya? Sepertinya tidak terlalu. Untuk apa kau menikahi gadis biasa itu jika kau bisa mendapatkan ribuan gadis yang jauh lebih baik darinya. Aku ibumu, Khun. I prefer you with someone else.”

“Aku tau. Gadisku mungkin tidak sempurna. Tapi hanya ia yang aku mau. Gadis yang selalu ada bahkan ketika aku tengah terpuruk. Apa Mom tau aku depresi saat masih jadi trainne? Apa Mom tau aku pernah ingin menyerah untuk jadi idol? Disaat seperti itu Byulgi hadir. Tanpanya takkan pernah ada Nickhun 2PM.”

“Itu bukan cinta. Kau hanya merasa berhutang dan ingin balas budi. Balas budi tidak berarti harus menikahinya, dating dengannya sudah lebih dari cukup. Putuskan dia.”

“I know myself better than anyone else. Aku tetap akan menikahinya. Kumohon beri aku restu, Mom.”

“Seorang ibu tau pasti apa yang terbaik untuk anaknya Khun. Aku takkan merestui kalian.”

“Mom. Please. Apa alasannya? Apa karena Byulgi bukan Victoria? Aku dan Vic pure berteman. Aku tidak punya perasaan spesial padanya–begitupun Vic padaku. Beri aku alasan kenapa Mom berkeras ingin aku menikah dengan Vic…”

“Vic jauh lebih cantik.”

“Mom. Alasan itu konyol! Tentu saja Vic cantik karena ia adalah idol. Byulgi orang biasa Mom.”

“Just like what you’ve said, Vic adalah seorang idol. Kalian seprofesi. Dia pasti mengerti pekerjanmu.”

“Aku tak ingin punya istri yang terlalu sibuk. Cukup aku yang bekerja. Tidak Mom. Seprofesi malah akan membuat semuanya kacau. Kami akan sama-sama sibuk. Dan sejak kapan ada aturan kalau seorang idol harus menikahi idol lainnya?”

“Kau terlalu baik untuk gadis random itu. Apa kau sudah menghamilinya sehingga kau merasa terikat dengannya?”

“MOM! MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN HAL BEJAT MACAM ITU!”

“Ya sudah. Makanya putuskan saja ia.”

“Karena alasan Mom tidak rasional, aku takkan mengabulkan permintaan Mom. Maaf. Aku akan tetap menikahinya dengan atau tanpa restu Mom.”

***

“Biar aku bantu, Eomonim.”

Ibu Nickhun mengabaikan tawaran Byulgi. Tapi Byulgi tetap bertekad akan membantu sedingin apapun reaksi ibu Nickhun.

Dengan tangan bergetar diambilnya pisau. Dipotongnya daging di depannya dengan sangat hati-hati.

“Caramu memegang pisau saja sudah salah. Mana ada orang yang memotong daging dengan cara seperti itu?”

“M-m-maaf…”

“Sepertinya kau bukan tipe gadis yang suka ke dapur. Kau pasti tak bisa memasak kan?”

“…”

“Bagaimana mungkin aku membiarkan anakku menikah dengan gadis yang bahkan memasak pun tidak bisa?”

“A-a-aku sedang belajar memasak sedikit-sedikit-”

“Mana hasilnya? Memotong daging saja kau tidak becus.”

“Mom stop! Berhenti memojokkan Byulgi!” seru Khun ketika tak sengaja melewati dapur dan melihat bahu gadisnya bergetar menahan tangis.

“Berhenti membelanya. Bagaimana rumah tanggamu kelak jika memasak saja gadis ini tak bisa? Victoria saja yang seorang idol sibuk masih bisa memasak.”

“Jangan terus mencari kesalahannya, Mom. Hentikan membandingkan Byulgi dan Vic. Kau menyakitinya. Byulgi menangis karenamu, Mom. Kajja Byul-a, ikut aku.”

“It”s okay P’ Khun. Aku ingin belajar memasak dari ibumu. Eomonim mau mengajarkanku kan? Aku ingin bisa memasak makanan kesukaan P’ Khun.”

***

“Bukan begitu caranya!”

“M-m-maaf Eomonim.”

Nickhun menahan amarahnya melihat ibunya memperlakukan gadisnya dengan sangat buruk. Ia tak tega. Sejak tadi Khun hanya terdiam di depan dapur dan melihat perlakuan kasar ibunya. Nickhun menghela napas berat melihat gadisnya yang tengah menahan tangis karena terus dimarahi.

“Go somewhere else, Khun. Jangan siksa dirimu seperti ini.”

“Aku tidak rela meninggalkan Byulgi dengan keadaan seperti ini, kak.”

“Bawa Byulgi ke apartemenku. Bilang saja pada Mom kalau Byulgi ada urusan mendadak di Korea. Aku juga kasihan melihat gadismu terus dijadikan bulan-bulanan Mom dan Cherrleen.”

***

“Mom, Byulgi harus pulang malam ini juga. Ia tak bisa menginap disini…” ujar Nickhun ketika mereka telah selesai makan malam.

“Byulgi eonni tidak menginap? Tapi ini sudah cukup larut.” seru Yanin.

“Ada urusan urgent. Aku akan mengantarnya ke airport.” jawab Nickhun.

“Biarkan saja Yanin. Tidak usah pedulikan ia. Tidak ada juga kan yang mengharapkan kedatangannya disini?”

Nickhun mengepalkan tangannya kesal. Ia harus ekstra sabar menghadapi ibunya yang terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya.

“Aku pergi.” ujar Khun kemudian.

***

“Menangislah. Tidak usah sok kuat di depanku.”

“Menangis bukan gayaku.”

“Jangan sok kuat. Itu menyakitiku.”

“Sudah kubilang aku baik baik sa-”

Greb. Nickhun memeluk yeojanya erat.

“Maafkan aku. Aku janji akan membuat Mom dan Cherrleen menerimamu. Sabar sedikit ya? Jangan tinggalkan aku karena ini.”

Nickhun melepaskan pelukannya lalu berlutut di depan sang gadis.

“Stop it Khun. Jangan rendahkan harga dirimu dengan berlutut di hadapanku  seperti ini. Aku tidak seberharga itu untuk kau perlakukan seperti ini.”

“Kau yang seharus berhenti merendahkan dirimu. If only you saw what I can see… Kau akan tau betapa berharganya kau bagiku.”

“Khun… Ini sudah malam. Keluargamu akan khawatir.”

“Aku tidak mau membiarkanmu bermalam sendirian di apartemen ini. Aku akan menginap.”

“Jangan. Apa kata orang jika melihat seorang yeoja dan namja menghabiskan malam bersama dalam satu rumah berduaan saja?”

“Kau selalu memikirkan apa kata orang. Sesekali kita boleh egois. Baiklah. Tapi aku tidak akan pergi sebelum aku memastikan kau benar-benar tertidur.”

***

“Masih belum mengantuk?”

“Belum. Sebaiknya kau pulang, Khun. Aku janji akan langsung tidur ketika kau pergi.”

“Aku tidak mau.”

Nickhun merangkak naik ke kasur yang tengah ditiduri Byulgi. Byulgi menarik selimutnya tinggi-tinggi.

“K-k-kau mau apa?”

“Gadis pervert! Aku hanya ingin membuatmu cepat tidur.”

Nickhun membaringkan badannya tepat disebelah gadis itu. Didekapnya tubuh kecil itu.

“Ayo tidur. Kau sudah tidak merasa kedinginan kan?”

Byulgi tersenyum setelah sebelumnya mengeratkan pelukan mereka. Kehangatan menjalarinya.

“Good nite, Mrs. Horvejkul.”

***

Nickhun membuka matanya perlahan. Ia ketiduran. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.

Namja itu tersenyum ketika mendapati Byulgi sudah terlelap dengan damainya. Dikecupnya dahi gadis itu pelan.

Harusnya ia pulang. Tapi rasa kantuk masih terus menderanya. Ia tidak mungkin menyetir dengan kondisi seperti ini. Minta dijemput kakakknya juga bukan ide bagus. Nichan pasti sudah tidur.

Tak kuasa menahan kantuk, ditutupnya kembali sepansang matanya.

“Tidak masalah jika aku tidur bersamanya. Toh aku tidak melakukan hal macam-macam. Hoaaam.”

Dipeluknya kembali gadis yang tidak bergeming dari posisi terakhirnya tadi.

***

Hari ini Cherrleen ada pemotretan. Karena waktunya mepet, ia tak mungkin pulang ke rumah untuk makan siang.

“Apartemen P’ Nichan kan dekat! Aku akan bajak kulkasnya! Ia takkan marah pasti.”

Cherrleen pun menyuruh supirnya mengantar ke apartemen kakak sulungnya.

***TBC***

Nah loh Khunnya ketiduran! Bagaimana reaksi Cheerleen ketika ia melihat mereka berdua tidur sambil pelukan?

Tunggu next part!

Nih horvejkul fam:

image

Cherrleen yang kiri, Nichan yang tengah, Yanin yang di kanan ^^

20 thoughts on “When Nickhun Really Got Married (Part 5)

  1. daebak thor. . .
    akhirnya konflik terpampang nyata. hehe.
    kasian si byulgi. wlapun gtu tp di satu sisi khunie care bgt ma byulgi.
    dtunggu next part ya thor. jgn lama2 postnya.

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s