Dibaca ayo dibaca (Kumpulan FF unpublished + sedikit announcement)

Annyeong!

Jadi aku ini sering banget dapet ide buat bikin FF, tapi gak semuanya aku publish. Kenapa?

Satu, aku kalo nulis moody, jadi kalo udah dapet satu ide tuh aku pasti mikir, “Ini sanggup gue ketik sampe ending gak nih?”. Kan gak lucu kalo FFku banyak, tapinya pada on writting semua dan gak end – end juga.

Kedua, aku punya real life. Dan kadang karena kesibukanku, aku gak bisa ngetik walaupun ide terus berseliweran.

Ketiga. Ini faktor paling sering. Plot udah mateng, tapinya maleeeeeeeeeeeeeeeeeeeees banget ngetik. Kalo udah gitu aku suka sebel. Abisnya otak sama jari aku gak mau berdamai :c

So, aku akan kasih kalian beberapa FF aku yang unpublished. Ini bisa jadi emang gak akan aku lanjutin FFnya. Tapi bisa jadi aku tiba-tiba ngelanjutin lagi kalau moodku tiba-tiba muncul. Tapi keliatannya sih kemungkinan pertama lebih dominan. FF FF dibawah ini gak akan kulanjut lagi hehe.

So, check this out! (Warning: Looooooooooooooooong post!)

***


STORY ONE

Title: Ketika Minho Jadi Ujang

Cast: Choi Minho, Ajeng (Jung Byulgi)

Support cast: Find it!

Genre: Absurd (?), romance, keinginan terpendam sang author terhadap bias, fluff, a little bit fantasy, comedy, Indonesia banget (?)

Length: Extra loooooooooooooooooooooooooooooooooongshot

Author Note:

Peringatan, FF ini gaje dan aneh. Jadi kalau iman kalian ga kuat, jangan maksain baca. Wkwk. Genrenya banyak dan campur aduk. Tadinya ini FF spesial Bday-nya Minho. Tapi mood aku buat nulis ga muncul-muncul. Jadinya baru bisa diberesin sekarang.

Happy reading. And do leave comment (^o^)v

***

“Lee Jinki! Kim Jonghyun! Kim Kibum! Choi Minho! Lee Taemin! SHINee!!!”

“Ireol ttareul bomyeon na originun hangabwa, nun ape dugodo ojji hal jul molla,”

“Eotteokhaedul sarangeul shijakhago itneunji, saranghaneun saramdeul marhaejowyeo,”

“Taemin!!!”

“Eonjenga gunyeo soneul jaba bol nal olggayo,”

“Gamun du nun wie kiss haneun naldo wajulggayo, ”

“Hello, hello…”

“HELLO!”

“Nareumdaero yonggil naesseoyeo,”

“Hello, hello…”

“HELLO!”

“Jamshi yaegi hallaeyo,”

“Hello, hello…”

“HELLO!”

“Naega jom seoduljin mollado,”

“Who knows eojjeom urin,”

“Jal dweljido molla,”

“Minho! Minho!”

Aku melemparkan senyum terbaikku pada fans dan mulai menyanyikan line-ku di lagu hello.

“Naega dagaseoya haneunji, jeom teo gidaryeoya haneunji,”

Aku kembali tersenyum. Aku selalu suka saat namaku diteriakan dengan kencang oleh fans. Rasanya sangat menyenangkan. Apalagi fanchants yang membahana ketika kami perform. Semua itu membuat percaya diri dan semangatku meningkat.

~

“Saengil chukae, Minho!”

Aku tersenyum saat ketiga hyungku juga Taemin memberiku kue ulang tahun.

“Gamsahamnida, Hyung, Taemin. Rrr, tapi mengapa tidak menunggu sampai di dorm dulu baru merayakan ulang tahunku?” tanyaku.

“Ini sudah malam, Ho. Dan kami lelah sekali. Aku takut sesampainya di dorm nanti badanku sudah terlalu lemah dan protes minta segera di istirahatkan. Aku rasa tenagaku sudah tidak ada untuk berpesta,” jawab Onew hyung melas.

Aku tersenyum memaklumi.

“Hyung, tiup lilinnya! Make a wish!” titah Taemin.

Aku menurut dan meniup lilinnya. Sambil menutup mata, aku memanjatkan permohonanku dalam hati.

‘Semoga aku bisa berhenti jadi Minho SHINee walau hanya sehari…’

“Kau meminta apa Hyung? Yeojachingu?”

Aku menjitak kepala Taemin pelan, “Mau tau saja kau, Bocah!”

Aku memang senang dengan diriku saat ini. Aku seorang Minho SHINee. Sang lead rapper. SHINee, grup kontemporer yang sedang naik daun, bukan hanya tenar di Asia tapi juga di seluruh dunia.

Bukannya bermaksud sombong, tapi aku bisa jamin tidak ada remaja putri di dunia ini yang tidak tau siapa aku. Minho SHINee si flaming charisma. Bahkan katanya, shawol mayoritas adalah flames.

Tapi terkadang aku lelah. Aku jenuh dengan semua ini. Aku lelah jadi Minho SHINee. Bisakah, sehari saja, aku jadi orang biasa? Hanya seorang Choi Minho.

~

“Heh cowok males! Bangun! Kebluk banget sih lu kaya’ kebo! Bangun cepet!!!”

Aku terbangun ketika selimutku ditarik. Seketika itu juga cahaya matahari membuatku silau. Aish! Kenapa tirainya dibuka!

“Hya! Kembalikan selimutku! Ppali!” perintahku masih sambil memejamkan mataku.

“Pali pali! Ngomong apa sih lu? Gue ga ngerti. Cepet bangun, Jang! Lu ada casting penting hari ini.”

“Jang? Nuguya? Aku Choi Minho. Bukan Jang. Margaku Choi.”

“Ck. Cepetan cuci muka sana biar lu sadar dan ga mimpi! Nama lu tuh Ujang. Choi Minho dari Hongkong. Gausah belagak artis Korea deh lu. Cepet mandi atau gue usir dari sini!!!”

Jeritan gadis itu sungguh memekakkan telinga. Jeritan Key hyung saat membangunkanku bahkan tak ada apa-apanya dibanding gadis ini.

Tunggu.

Siapa gadis asing ini? Aku sama sekali tak mengenalinya.

Eh, tadi gadis itu bilang apa? Namaku U-Jang? Apa itu nama panggung semacam Yunho hyung? Apa SM mengganti stage name-ku menjadi U-Jang Minho? Yu Jang Minho? Tapi kenapa rasanya namaku malah jadi aneh? o.O

“Kau siapa?”

Gadis aneh itu tertawa, “Ujang lu gausah pura-pura amnesia deh. Mending lu simpen acting amnesia lu. Kali aja entar-entar lu dapet tawaran sinetron striping. Kan sinetron striping sekarang lagi rame-ramenya pake adegan amnesia. Cepet sana mandi!”

Dan gadis itu menarik badanku kasar menuju kamar mandi.

~

“WAAAAAAAAAA! IGE MWOYA???”

Aku menjerit histeris saat melihat wajahku di cermin. Tidak! Apa yang terjadi pada wajahku?

Sekali lagi aku memberanikan diri memandang wajahku di cermin. Masih sama. Aku tak mendapati wajahku terpantul di cermin. Ini wajah siapa?

Kugerak-gerakkan bibirku dan membuat ekspresi wajah aneh. Sialnya pantulan wajah di cermin ikut bergerak sesuai gerakanku. Sial!

“ANDWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAE!!!”

“Ujang! Lu kenapa? Ada tikus?” tanya gadis aneh tadi sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan panik.

“Kembalikan wajah tampanku, jebal~” ucapku sedih tanpa mempedulikan gedoran pintu yang semakin kencang.

Ini mengerikan. Bisa apa aku tanpa wajah tampanku?

Kembali kutatap wajah baruku di cermin. Buruk sekali. Kulit putih mulusku berubah kecoklatan. Wajahku bahkan dihiasi beberapa jerawat. Hidung mancung hasil operasi plastikku hilang begitu saja, hidungku berubah jadi pesek—bahkan lebih parah dari hidungku yang belum di operasi kala itu. Tinggi badanku menyusut lebih dari lima senti—sekitar sepuluh mungkin? Kalau seperti ini sedikit lagi tinggiku tak akan ada bedanya dengan Jonghyun hyung.

Badan tinggi nan atletisku hilang. Tunggu… apa ‘itu’ hilang juga?

Panik, buru-buru kubuka t-shirtku.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ANDWAE! ABS-KU HILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!!”

~

“Ujang… Ujang… Lu gak apa-apa? Bangun dong plis, jangan dulu mati… Lu kan baru mau jadi artis. Ntar kalau lu udah jadi artis papan atas boleh deh lu mati. Tapi jangan sekarang plis, lu masih meniti karir… hiks,”

“Aku belum mati, Babbo! Aku cuma pingsan tadi!”

“Alhamdulillah…” kemudian gadis itu tiba-tiba memelukku dan buru-buru melepaskannya begitu ia tersadar, “Sori, refleks.”

“Aggashi, kau siapa? Aku dimana? Mengapa aku bisa ada disini? Kenapa wajahku bisa berubah?”

Bukannya menjawab, gadis itu malah mendaratkan punggung tangannya di dahiku, “Panas,” katanya.

“Aggashi, tolong jawab aku…”

“Ujang, stop pura-pura amnesianya. Gue capek nih. Hari ini bukan april mop.”

“Tapi aku serius agasshi, aku harus tau apa yang sedang terjadi pada diriku. Sekarang aku ada dimana?”

“Indonesia,”

“Indonesia? Oh, kemarin kami sempat mengadakan konser SM Town kan di Jakarta? Music Bank juga! Apa kau datang ke dua konser itu?” ujarku.

“UJANG STOP! GA USAH SOK KOREA-KOREA-AN! GAUSAH SOK NGOMONG BAHASA KOREA! GAUSAH BERASA ARTIS SM DEH!”

“Tapi aku memang bagian dari SM Town. My name is Minho~” jawabku sambil menyanyikan line-ku di lagu doo bop.

“Minho dari arab! Udahan main sok artis koreanya gue pusing!!!”

~

“Sekarang kita mau kemana?”

“Casting Jang. Lu lupa? Hari ini ada casting buat iklan,”

“Iklan? Maksudmu CF? CF apa?”

“Sendal jepit,”

WHAT O.o ? Seorang Choi Minho akan dijadikan model CF sandal jepit? SENDAL JEPIT??? WHAT???

“Sendal jepit?”

“Iya. Keren kan Jang? Tapi lu masih harus dicasting dulu buat bisa ngiklanin itu. Lu harus ngalahin seratus pesaing yang ikutan casting juga.”

APA?

APA DIA BILANG?

Menyuruh seorang CHOI MINHO untuk menjadi model iklan sandal jepit saja sudah merupakan penghinaan besar. Dan apa katanya? AKU MASIH HARUS DI CASTING DULU BARU BISA DAPAT PERAN MEMALUKAN ITU? WHAT???

Gadis aneh ini pasti sudah gila!

~

“Ujang semangat! Pasti lo keterima kok di casting ini ^^,”

Aku mendelik sebal kearah gadis aneh ini. Omong-omong, aku belum tau namanya. Ah tapi peduli apa? Tak penting!

“Eh Ujang sebentar…”

“Apa?” jawabku judes.

“Nanti kalau ditanya nama lu siapa, jangan jawab Ujang ya…”

“Terus aku harus jawab apa?”

“Roger… Biar kesannya bule. Ok? ^^,”

“Tenang saja. Aku akan bilang namaku Choi Minho.”

“UJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!!”

~

“Selamat ya Ujang… Lu keterima casting. Shootingnya besok katanya. Yuk, cepetan pulang biar bisa istirahat buat persiapan besok.”

Aku masih diam saja.

“Jang ke supermarket dulu ya. Kita beli masker buat ngialngin jerawat lu. Kan ga lucu kalau besok lu mau syuting tapi muka lu kucel jerawatan gitu. Kali-kali aja setelah iklan ini ada produser yang ngelirik elu buat dijadiin pemeran di sinetron striping.”

“Jang?”

Aku masih tak bersuara dan menendang batu-batu kecil sambil berjalan.

“Ujang…”

“Siapa namamu?”

“Ajeng,”

“Ah jeong?”

“Ajeng. A-J-E-N-G…”

“Ah-jung?”

“AJENG AJENG AJENG AJENG! Bukan Ah jeong atau ah jung! Gue orang Indonesia asli eh. Gapunya darah Korea!” pekik gadis itu kesal.

“Kau mau dengar ceritaku?”

~

“PWAHAHAHAHAHA. Mabok lu? Mana mungkin semua itu nyata? Jadi lu terjebak di badan Ujang gitu? Dan sebenernya nama lu Choi Minho?”

“Hya! Aku tak berbohong!”

“Ya ampun Ujang…” gadis itu kemudian mengelus-elus kepalaku.

“Aku serius! Pinjamkan aku ponselmu! Aku akan telepon Manajer hyung, Onew hyung atau Soo Man ajusshi sekalian agar aku bisa kembali…”

“Hahahahahaha, gue gatau kalau lu segitu terobsesinya buat jadi Minho, Jang. Dulu kan lu suka ngeledekkin artis-artis Korea. Lu bilang mereka semua banci.”

“Kau kenal aku?”

“Yaiyalah! Lu kan Ujang Witarsa.”

-__________________________-

“Kau kenal Minho SHINee?”

“Enggak. Gue anti main stream. Gue gasuka Korea-Korea-an.”

Impossible. Gadis di depanku ini tak kenal Choi Minho sang rapper paling tampan se jagat K-Pop? Pasti dia punya semacam gangguan jiwa…

“Hubungan kita… apa?”

“Pfffft…”

“Ada yang lucu? Jawab aku. Apa kita kakak adik? Atau… Pacar?”

“MUAHAHAHAHAHHAHAHHA! Ujang sumpah lu lucu banget!!!”

“Hya. Jawab saja. Apa susahnya sih?”

“Oke Ujang, gue ikutin permainan lu. Okay pertama, namalu Ujang. Ujang Witarsa. Lo itu anaknya Babeh Agus. Dan kenalin… nama gue Ajeng.” Gadis aneh itu kemudian menambahkan, “Kita ini cuma temen biasa.”

“Lalu kenapa kita bisa tinggal serumah?” ujarku shock. “Lu pasti suka grepe-grepe gue kan malem-malem?”

Pletak. Sebuah jitakan mendarat di kepalaku. Sial.

“Jangan ngarep deh. Ogah gue grepe-grepe elu. Kita bisa tinggal serumah karena gue bilangnya kita kakak-ade sama si ibu yang punya kontrakan.”

Jadi kami mengontrak rumah? Rumah tadi bahkan tak ada seperlima luasnya Dorm SHINee. Aigooo. Pasti gadis ini miskin sekali. Rumah sekecil itupun hanya kontrakkan.

“Jadi kita itu sahabat dari kecil. Kita tetanggaan di Sukabumi dulu. Terus gue hijrah ke Jakarta buat kerja. Terus suatu hari lu nyusul gue ke Jakarta. Kata lu, lu disuruh babe lu buat kerja bareng gue. Dan sebulan yang lalu gue memutuskan untuk ngejadiin lu artis dan gue lah manajer lu.”

Gadis serampangan seperti ini seorang manajer artis? What? Bagaimana bisa seorang gadis yang jelas terlihat sangat tak professional ini menjadi seorang manajer?

“Manajer?” tanyaku sangsi.

“Iya. Gue jadi manajer artis setelah nyampe Jakarta. Dan lu tiba-tiba dateng ke rumah gue dan bilang pengen kerja bareng gue,”

“Kau hanya menangani aku? Maksudku apa selain aku kau juga me-manager-i orang lain?”

Gadis itu mendesah sebal, “Ada, Jang. Lu tau kan artis yang terkenal gara-gara goyang domba? Tapi sekarang begitu udah sukses dia pindah management :c”

“Oh… Susanti Shaun the Sheep itu ya?”

Gadis itu mengangguk.

Tunggu… Susanti Shaun the Sheep? Bukankah dia penyanyi dangdut?

DAN DARIMANA AKU TAU SEMUA INI? HARUSNYA KAN AKU TIDAK TAU APAPUN!!!

“A-a-jeng…” terbata aku mencoba menyebut namanya.

“Hmm?” jawabnya malas.

“Lu… gak akan bikin gue ngikutin jejak Susanti buat terjun ke dunia dangdut kan?”

~

Seminggu kemudian…

“Oh iya pak, bisa, saya akan usahakan. FTV ya? Boleh besok saya dan Roger liat naskahnya dulu? Oke… besok saya ke kantor bapak…”

Ajeng terlihat sibuk dengan ponsel sembari mencatat sesuatu di lembaran dokumen.

“Halo Ujaaaaaang~” sapanya riang.

“APA?” seruku galak. Bukan apa-apa, kalau gadis itu sudah bertindak sok manis pasti ada sesuatu yang akan terjadi padaku.

“Barusan ada telepon. Ada tawaran main FTV…”

“FTV? Apaan tuh? O.o”

“-_____________- gausah pura-pura gatau deh. Tontonan tiap hari juga…”

“Hya! Aku benar-benar tidak tau! FTV itu apa? tolong jelaskan…”

Yeoja itu meniup poninya kesal, “Ujang… Jadi FTV itu semacem film bioskop. Durasinya juga sama. Cuma bedanya… FTV itu disiarin di TV dan gak ada di bioskop. Ngerti?”

“Waaaaah… ada ya hal seperti itu?” tanyaku takjub.

Dengar lara ku… Suara hati ini memanggil namamu…

Kau mau tau itu suara apa? Bukan. Itu bukan suara DVD tetangga yang meraung-raung. Bukan juga berasal dari acara music yang sedang tayang di TV—acara yang ada di TV kami malah si penyanyi goyang domba itu. Lagu itu… berasal dari ponsel Ajeng. Itu ringtonenya *sigh. Sepertinya nanti malam aku harus diam-diam mengambil ponselnya lalu mengganti ringtonenya dengan lagu SHINee.

~

“Ujang… ada tawaran iklan baru loh!”

“Iklan apa?” tanyaku malas. Habisnya sudah seminggu ini iklan yang aku bintangi semakin tidak jelas saja. Dari mulai iklan sandal jepit, iklan detergen, iklan popok bayi, ah aku tak sanggup lagi memberitaumu iklan nista apa yang sudah aku bintangi T______T

“Deodoran khusus cowo!”

~

 Hari pertama shooting FTV

“Halo, Mas… Aku sama Roger udah dateng nih.”

“Duduk dulu, Jeng. Kita tunggu pemeran utama ceweknya dulu. Roger udah hapal naskahnya kan?”

“Udah kok Mas. Tenang aja. Iya kan Ger?”

Aku tersenyum sopan pada sutradara.

Bagaimana aku bisa tidak hapal? Seminggu yang lalu Ajeng menyiksaku menghapal naskah FTV ini. Dalam sejam aku harus melapor naskahku sepuluh halaman, setelah itu dia akan mengetesku. Jika ada satu kata saja yang salah, gadis raja tega itu akan memukul pahaku dengan sapu T___T. ummaku saja tidak pernah memukuliku sedari aku kecil T_T.

“Halo Mas. Maaf terlambat…”

Aku, Ajeng dan sutradara spontan menoleh ke asal suara.

Wow, gadis ini cantik juga. Hahahaha ternyata walau aku sedang berada di tubuh orang pun aku masih punya jiwa playboy Choi Minho. Kekekeke.

“Roger,” ujarku sambil mengulurkan tangan.

“Sissy…”

~

“Hayooooooooooooooooo. Lagi mikirin Sissy ya? Lu naksir dia kan Jang?”

“Anio.” Elakku.

“Gausah ngelak deh. Boleh kok suka sama Sissy. Sissy juga keliatannya suka sama lu, Jang…”

“Tapi aku kan masih artis baru. Kalau aku jadian dan membuat skandal nanti kau yang repot…”

“Engga gitu Jang. Justru bagus kalau kalian cinlok. Ntar lu bisa makin tenar gara-gara sering digosipin di acara gossip. Masyarakat bakal makin kenal lu…”

“Tapi bukankah harusnya aku pernah menandatangani kontrak untuk tidak dating?”

“Hahahaha engga ada kontrak macem gitu, Jang. Itu namanya ngelanggar HAM. Terserah lah artis mau pacaran sama siapa juga. Malah ya, punya pacar itu sebuah kewajiban buat artis Indonesia. Kalau ketauan jomblo, kesannya lu ga laku.”

Benarkah? Ini beda sekali dengan kehidupan idol-ku di Korea sana. Aku saja pernah dating sekali dan itu harus diam-diam. Tapi ujungnya ketauan juga sih sama Soo Man ahjushi. Aku akhirnya disuruh putus deh T____T. Sejujurnya perjanjian buat ga pacaran itu nyiksa aku dan Jonghyun hyung. Tiap liat cewek cantik kita mesti nahan diri buat ga ngejadiin mereka pacar. Kalau Onew sama Taemin sih ga keberatan sama perjanjian ini soalnya mereka kan emang masih polos dan hormonnya gak sebanyak aku dan Jjong hyung. Key? Dia mah kencannya sama baju. Lagian orientasi seksual dia juga dipertanyakan. Ups keceplosan… Jangan bilang-bilang ya aku ngomong begitu ke Key hyung!

“Jeng…”

“Ya?”

“Bantuin gue biar bisa deket sama Sissy dong…”

Ajeng tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya. “Siap Tuan!!! Dengan senang hati!”

———————————————————————————————————————————————————-

Dan kemudian aku males ngelanjutin. Intinya di FF ini aku mau ceritain apa bedanya artis korea sama artis indo. Ntar juga di ending aku mau kasih twist. Tapi sudah kubilang aku malas (-_-)v

STORY TWO

Judul: (Bahkan aku belum kasi judul ini FF)

Cast: Siwon, Cheonsa (Oc/You), Minho

Genre: drama, romance, sad

***

“Ayah dipecat, Haneul-a…”

Nafasku mendadak terhenti. Lidahku kelu. Dari seberang telepon terdengar isakan ibuku.

“Dipecat?”

“Iya, Sayang. Ayah sudah dipecat.”

“Tapi bagaimana bisa? Apa alasannya?”

“Hhh panjang ceritanya, Haneul-a. Pulanglah dulu. Nanti ayah akan jelaskan. Ayah masih harus mengurus ibumu yang terus menangis.”

“Baiklah Ayah, aku akan segera pulang.”

Tut. Telepon aku putus. Ayahku dipecat? Lelucon macam apa ini?

~

“Ayah dituduh menggelapkan uang perusahaan, Haneul-a.”

“Oh Tuhan… Bagaimana bisa Ayah sampai tertuduh seperti itu? Atas dasar apa mereka menuduh Ayah? Mengapa-”

“Sudahlah Sayang. Ayah toh sudah dipecat. Tidak ada yang perlu kita pikirkan lagi.” Potong ayahku.

“Tapi Ayah…”

“Sudahlah. Hentikan. Jangan buat semua jadi rumit. Kita hanya harus pergi dari rumah ini.”

“Kenapa kita harus pergi? Ini kan rumah kita, Ayah!” sergahku emosi.

“Harta ayah turut disita, Haneul-a. Ayah minta maaf…”

Aku mengangga tak percaya. Apa katanya? Harta kami disita?

“Ayah! Tapi rumah ini adalah hasil jerih payahmu selama ini! Ayah sendiri yang cerita kalau Ayah menyisihkan setengah dari gaji ayah untuk mencicil rumah ini sedari Ayah pertama kali bekerja disana! Bagaimana bisa rumah kita turut disita? Katakan padaku apa Ayah sungguh-sungguh sudah menggelapkan uang itu?”

“Demi Tuhan ayah tidak menggelapkannya.”

“LALU KENAPA AYAH DIAM SAJA HARTA AYAH DISITA PADAHAL AYAH TIDAK MENGGELAPKAN UANG APAPUN!!!”

Tidak habis pikir, kutinggalkan ayahku sendiri di balkon rumah kami.

~

Akhirnya kami sekeluarga hengkang dari rumah ini. Aku sudah dengar semuanya. Ayahku dituduh menggelapkan uang perusahaan setelah ia menolak untuk ikut menyelewengkan dana perusahaan bersama rekan kerjanya. Teman-temannya yang merasa ayah sok suci akhirnya malah menuduh ayahku yang menggelapkan uang. Sayangnya aku tau pasti ayahku bukan tipe yang akan melawan atau sekedar membela diri. Jika dia sudah sekali mengelak lalu orang tidak percaya, ayah akan pasrah.

Aku tidak mengerti kenapa perusahaan itu begitu mudah terhasut. Tidak percayakah mereka dengan kejujuran ayahku selama ini? Teganya mereka memecat ayah ketika masa pensiunnya akan datang dua tahun lagi.

“Haneul-a, ayah minta maaf…”

“Tidak perlu, Ayah. Ini semua bukan salah Ayah. Kita akan pergi kemana sekarang?”

Aku sekeluarga sekarang tengah mendorong koper kami di jalanan sambil menunggu angkutan umum semacam bus untuk membawa kami pergi. Keadaan kami sungguh menyedihkan. Seperti pembantu yang diusir majikannya. Seluruh harta ayah disita termasuk kartu kreditnya—yang padahal isinya tak seberapa. Jangankan pesangon, gaji ayahku bulan ini saja tak dibayarkan. Makanya kami tak sanggup memanggil taksi.

“Emph-”

Tiba-tiba aku dibekap oleh seseorang. Aku berusaha berontak namun gagal. Oh Tuhan… apalagi ini? Apa sekarang kami sedang diculik?

Penculikku kemudian memasukkan kami sekeluarga secara paksa ke dalam limousine. Lalu untuk apa pemilik limousine ini menculik kami? Mengingat ia tidak mungkin meminta uang karena jelas saja ia orang kaya.

“Omo. Siwon-goon…”

Aku shock begitu ayahku menyebut nama Siwon. Benar saja. Di dalam Siwon tengah duduk manis menunggu kami. Seperti biasa gayanya berjas ala eksmud. Aku mengalihkan pandanganku begitu ia mentapku. Mau apa lagi lelaki ini huh?

“Abeonim, maafkan caraku yang agak kasar saat menjemut kalian. Aku tak bermaksud. Tapi Abeonim tau sendiri kan anak gadis Abeonim tak akan akan dengan sukarela datang padaku jika tak dipaksa…”

“Tidak apa-apa Siwon-goon. Aku malah sedikit merasa senang saat tau penculikku adalah Siwon-goon.”

Ayah! Apa yang kau bicarakan!!! Ingin rasanya aku menyela pembicaraan ayah dan namja itu. Tapi aku terlalu malas hanya untuk sekedar membuka mulut di hadapan Siwon.

“Aku tidak akan berputar-putar Abeonim. Aku sudah tau berita tentang dipecatnya Abeonim. Jangan khawatir, aku sudah siapkan posisi bagus untuk Abeonim di perusahaanku. Lalu aku akan membawa Abeonim sekeluarga agar tinggal di rumahku-”

“APA KAU GILA CHOI SIWON? APA MAKSUDMU MEMBAWA KAMI KE RUMAHMU???” aku memotong dan meneriakkinya . Siwon tidak menggubris ucapanku sama sekali. Rupanya dia sudah kebal denganku yang selalu berteriak ketika bicara dengannya.

“Dan masalah pertunangan. Aku sudah mengatur semuanya. Pertunangannya aku percepat jadi besok malam. Aku rasa Abeonim dan Eomonim pasti setuju…”

“Tentu sa-”

“AYAH!!!”

~

Ya. Choi Siwon adalah calon tunanganku. Sudah sejak setahun yang lalu Siwon mengajukkan pertunangan tapi aku selalu menolaknya. Gara-gara aku menolongnya ketika hampir dirampok kala itu, dia selalu berusaha mendekatiku. Jika tau ujungnya akan seperti ini, mungkin lebih baik aku membiarkan Siwon dirampok saja saat itu.

Kini kami sudah sampai di sebuah rumah yang sangat besar. Sepertinya ini rumahnya, tapi memangnya apa peduliku?

Ayah dan ibuku sudah turun dari mobil sejak tadi. Sedangkan aku tetap bersikukuh tak mau keluar dari mobil.

“Apa kau begitu menyukai mobilku huh? Aku bisa belikan satu yang persis seperti ini jika kau mau,” cibirnya. Aku tau pasti dia mengetahui alasanku sebenarnya yang membuatku tak ingin turun dari mobil ini.

“Song Haneul, kurangi sedikit sikap keras kepalamu itu. Ayo kita turun!” ajaknya sambil menarik tanganku. Tarikannya cukup pelan sehingga aku masih bisa mempertahankan posisiku tanpa bergeser sedikitpun.

“Ayolah, Haneul. Apa aku perlu menyeretmu masuk?”

“Choi Siwon-ssi, sudah berapa kali aku bilang bahwa aku tidak menyukaimu dan menolak pertunangan konyol itu?” ucapku akhirnya.

“Dan apa perlu kukatakan sekali lagi bahwa aku tak peduli?”

Aku mendengus sebal, “Choi Siwon-ssi, aku tidak mau keluargaku menjadi benalu di rumahmu!”

“Sudahlah Haneul-a. Saat ini bukan saatnya kau bisa menolak. Kau tidak kasihan pada ibumu yang air matanya tak kunjung kering? Memangnya kalian akan tinggal dimana? Aku saja sudah tidak tega melihat kalian sekeluarga mendorong koper di tengah jalan. Apalagi jika aku harus membiarkan kalian terlantar…”

“Aku bisa mengontrak rumah, Choi Siwon-ssi. Aku bisa cari kerja.”

“Cih. Kau saja baru kuliah tingkat dua. Jika kau kerja bagaimana kuliahmu huh? Apa kau akan berhenti kuliah? Pilihan yang sangat cerdas. Lagipula perusahaan mana yang akan dengan mudahnya menerima seseorang yang bahkan belum punya gelar sarjana?”

“Aku membencimu, Choi Siwon-ssi!”

“Aku tidak melarangmu untuk membenciku, Haneul-a. Baiklah kesabaranku sudah habis sekarang.”

“HYA CHOI SIWON TURUNKAN AKU SEKARANG JUGA!!!” aku memukul-mukul dadanya agar dia segera melepasku dari tangannya yang menggendongku dengan bridal style.

“Tidak akan, Nona manis.”

“AKU SANGAT AMAT MEMBENCIMU CHOI SIWON!!!”

“Iya aku tau. Aku juga mencintaimu.”

~

“Abeonim, Eomonim, silahkan dimakan. Aku akan ke atas untuk mengantarkan makan malam pada Haneul. Sepertinya pelayanku agak kesulitan memaksanya makan. Oh iya, kamar kalian sudah disiapkan oleh pelayanku. Ada di lantai satu. Sedangkan kamar Haneul ada di atas—lantai yang sama denganku. Tapi Abeonim dan Eomonim tidak usah khawatir. Aku takkan berani melakukan hal yang macam-macam pada Haneul walau kamar kami tepat bersebelahan.”

Tuan Song kemudian tertawa.

“Tidak Siwon-goon. Aku percaya padamu. Lagipula kau pasti akan gegar otak jika kau berani menyentuhnya. Aku tau anakku itu gadis yang kasar.”

Siwon tersenyum menanggapi perkataan Tuan Song.

“Oh ya, Abeonim. Besok pertunangan akan berlangsung pukul sembilan malam. Dan masalah pekerjaan, Abeonim bisa mulai kerja besok di perusahaanku.”

“Siwon-goon. Aku sangat berterima kasih padamu. Aku akan segera pergi dari rumahmu setelah mendapat gaji pertama,”

Sekali lagi Siwon tersenyum, “Tidak perlu sungkan Abeonim. Abeonim bisa tinggal disini selama mungkin. Ini rumah pribadiku jadi orang tuaku tidak punya hak untuk mengusir Abeonim dari sini.”

~

Tok tok tok

“Sudah kubilang aku tidak mau makan!”

“Ini aku, Haneul-a…”

“Pergi kau Choi Siwon! Aku membencimu!”

Cklek…

Cheonsa membulatkan matanya begitu tau Siwon bisa dengan mudahnya membuka pintu kamar yang jelas-jelas sudah dikunci olehnya.

“Kau lupa aku pemilik rumah ini? Tentu saja aku punya kunci cadangan semua ruangan di rumahku. Aku bahkan bisa datang ke kamarmu malam-malam lalu melakukan apapun yang aku mau, Sayang.”

“Pergi!”

“Tidak sebelum kau memakan makan malammu. Aku tau kau belum makan dari pagi, Haneul-a. makanlah, setelah itu aku takkan lagi menganggumu. Besok kita akan sibuk sedari pagi. Acara pertunangan mulai jam sembilan malam. Aku tidak mau melihat tunanganku sakit di hari bahagiaku besok.”

“SUDAH KUBILANG AKU TAK AKAN BERTUNANGAN DENGANMU TUAN CHOI SIWON YANG KERAS KEPALA!!!”

“Kau juga keras kepala, jangan lupakan itu. Bukankah kita serasi?”

Aku memutar kedua bola mataku malas.

“Buka mulutmu.”

“SHIREO! Aku bukan anak kecil yang perlu disuapi Choi Siwon-ssi!”

“Kalau begitu makanlah,”

“Tidak sebelum kau pergi dari kamar ini.”

“Aku tidak akan pergi sebelum melihat makanan di piring ini habis.”

“Dasar keras kepala! Baiklah. Kau harus pergi setelah aku memakan sesendok. Deal!”

Siwon tersenyum dan mengangguk. Dengan terpaksa aku mengambil piring dari tangannya lalu memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutku.

“Kau bisa pergi sekarang, Choi Siwon-ssi…”

~

Siwon tak bisa tidur. Sejak dua jam yang lalu ia hanya memandang langit-langit kamarnya. Pikirannya dipenuhi dengan Song Haneul. Yeoja yang kini menempati kamar di sebelahnya.

Choi Siwon tidak bisa berhenti tersenyum saat berhasil memboyong Haneul sekeluarga ke rumah pribadinya. Mungkin terdengar jahat karena ia sedikir gembira begitu tau Tuan Song dipecat dari pekerjaannya.

Sebenarnya pertunangan mereka baru akan diadakan enam bulan lagi. Tapi beruntung berkat kejadian ini pertunangannya  bisa dipercepat.

Flashback

Siwon tengah berjalan mencari taksi ketika mobilnya mendadak mogok. Setelah menelepon asistennya agar segera mengurusi mobilnya, Siwon memutuskan untuk berjalan kaki mencari taksi.

“Serahkan semua hartamu jika kau masih sayang pada nyawamu!”

Sialnya Siwon tidak memperhitungkan akan bertemu perampok di jalan sepi ini. Hampir saja dia menyerahkan ponsel dan dompetnya ketika seorang gadis datang dan menghajar perampok itu.

“Ahjushi, cepat lari!” teriak gadis itu.

Siwon tak bergeming.

“AHJUSHI CEPAT LARI KUBILANG!”

Siwon kemudian menyerang balik perampok itu ketika gadis penolongnya dibekap. Tadinya Siwon hanya akan menyerahkan ponsel dan dompetnya secara cuma-cuma. Dia tidak tertarik untuk melawan karena rasanya tidak lucu jika dia harus memimpin rapat dengan muka yang lebam. Tapi kemudian gadis itu muncul menolongnya. Dan jika sudah berhubungan dengan keselamatan orang lain, Siwon tidak keberatan untuk menyerang balik perampok itu.

Pertarungan itu tidak lebih dari lima menit. Siwon memenangkannya dengan mudah walau tadi wajahnya terkena dua kali pukulan.

“Ayo kita pergi Nona!”

Gadis itu menyambut uluran tangan Siwon dan ikut berlari bersamanya.

***

“Ahjushi, biarkan aku membersihkan lukamu,”

Sekarang Siwon tengah berada di rumah sederhana di dekat jalan sepi tadi. Sepertinya ini adalah rumah gadis penolongnya.

Siwon akhirnya ikut gadis ini ke rumahnya setelah mengirim pesan pada wakil direktur untuk mewakilinya dalam rapat kali ini.

“Apakah ini perih?” tanya gadis itu sambil menyentuh luka di sudut bibir Siwon dengan kapas beralkohol.

“Sedikit,” jawab Siwon. “Siapa namamu?”

“Haneul. Song Haneul. Ahjushi?”

Siwon tersenyum di tengah ringisannya, “Namaku Siwon. Dan aku rasa umur kita tidak jauh berbeda. Aku baru 27 tahun. Jadi kurasa aku belum cukup tua untuk dipanggil ahjushi,”

“Omo mianhae, Siwon-ssi. Aku kira umurmu sudah di atas kepala tiga. Habisnya…”

“Habisnya?”

“Wajahmu agak boros, Siwon-ssi,”

Siwon harusnya merasa sakit hati. Tapi ia malah tertawa. Gadis ini adalah orang keseribu yang mengira Siwon sudah berumur diatas 30 tahun. Ia sudah biasa. Sepertinya menjadi penerus perusahaan besar membuat Siwon dewasa sebelum waktunya.

“Haneul-ssi, kau lahir tahun berapa?”

“Aku lahir tahun 93.” Jawab Haneul,  “Sudah selesai, Siwon-ssi.”

Sejak saat itu Siwon selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumah Haneul hanya untuk berbincang sebentar dengan gadis itu.

Mungkin hal ini terdengar gila, Siwon merasa dia telah jatuh cinta pada gadis itu pada pandangan pertama. Dan selama sebulan masa pendekatan Siwon, gadis itu akhirnya menerima pernyataan cintanya.

Tepat ketika hubungan mereka berjalan dua bulan, Siwon mengajak gadis itu bertunangan. Haneul awalnya menolak karena merasa hubungan mereka masih seumur jagung.

Sebulan setelah menolak pertunangannya, gadis itu tiba-tiba berubah dingin padanya.

Flashback

“Apa margamu Choi, Oppa?”

Siwon mengangguk. “Kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?”

“Pergi dari sini, Siwon-ssi.”

“Tapi kenapa?”

“KUBILANG PERGI!!!”

Semenjak saat itu sikap Haneul jadi seperti sekarang. Siwon juga tidak mengerti. Memangnya kenapa jika marganya Choi?

~

Tok tok

“Nona, Tuan Siwon sudah menunggu Anda untuk sarapan bersamanya,”

“Bilang padanya aku tidak lapar,”

“Tapi Tuan tidak menyuruhku berhenti mengetuk pintu kamar Nona sebelum Nona turun untuk menemani Tuan Siwon sarapan,”

Tok tok

“Aish! Baiklah baiklah aku turun lima menit lagi!”

~

“Selamat pagi, Haneul-a,” sapa Siwon ketika Haneul duduk dihadapannya.

“Puas kau huh?”

Siwon tersenyum, “Tidak sebelum kau menjadi tunanganku malam ini,”

“Selamat berharap, Choi Siwon-ssi. Aku tidak akan pernah mau jadi tunanganmu!”

“We’ll see, Sayang. Apa yang akan terjadi malam ini.”

“Cih. Mana ayah ibuku?”

“Mereka sudah keluar tadi pagi, katanya akan mengantarkan undangan pertunangan kita pada nenekmu,”

“Undangannya sudah disebar?” tanya Haneul tak percaya.

“Tentu saja. Pertunangannya kita kan malam ini,”

“Brengs*k kau Choi Siwon!”

~

Drrt drrt

From: Minho Choi

Selamat atas pertunanganmu dengan hyungku. Apa dia tau tunangannya adalah bekasku?

———————————————————————————————————————————————————-

Lalalala aku males ngelanjutin :p. Intinya, si Haneul ini mantannya Minho. Dan Minho jahat gitu. Haneul pernah punya kenangan buruk sama Minho. Makanya dia marah begitu tau Siwon ternyata kakaknya Minho.

STORY THREE

Title: Start with a fanwar

Author: Angangels aka Jung Byulgi

Cast: Nadia, Ryan

Genre: cerpen, romance, teen life, sedikit comedy

A.N: Okay aku ceritanya nyoba kembali bikin cerpen. Udah lama gak bikin rasanya aneh juga pas nyoba buat lagi. Hope it wouldn’t disappointed you guys. Bahasanya informal ya, maaf. Happy reading!

***

Kenalin, nama gue Nadia.

Apa? Nama gue sama kaya’ temen lo? Well, gue tau sih nama gue itu nama sejuta umat. Oops- I mean, sejuta cewek. Gue tau selama lo hidup di dunia, minimal lo pasti udah pernah nemu lima cewek bernama Nadia. Am I right?

Stop bahas nama gue yang pasaran karena itu agak bikin gue sedih.

Gue ini anak gaul. GAHOEL you know?

Gue suka K-Pop. Gak kurang gaul apa coba gue?

Alay? Enak aja lo ngatain gue alay! K-popers itu gaul tau!

Fandom gue shawol. SHINee world. Bias gue Minho oppa. Choi Minho, rapper yang paling kece se-jagat K-pop. Aaaaaaaaaaaaaaaaah Minho SHINee emang ganteng banget :3❤

~

Minho SHINee dan Yuri SNSD nge-dance hot di SBS acting award

WHAT?

Buru-buru gue buka berita itu. Oh god! Kenapa screen capnya bikin gue naik darah gini? Minho oppa, tega sekali kau padaku (T-T).

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH FU*K YOU TANTE GIRANG GATEL YANG MINTA DIBELAI! JIJIK BANGET SIH LU IH JABL*Y!!! KENAPA BAJU LU GITU BANGET AHJUMA GENIT SO SEXY? KENAPA GA SEKALIAN GAUSAH PAKE BAJU AJA?

FU*K FU*K FU*K.

Ah, calm down Nadia. Ini pasti suruhan manajemen Soo Man sial*n itu. Ini tuntutan kerjaan, Nad. Calm down. Minho oppa pasti terpaksa. Dia pasti sebenernya gamau dance couple sama penyanyi dangdut tebel make up itu. Dia pasti dipaksa. PASTI!

Bukannya gue close tab itu video, gue malah liat komentar orang-orang.

Minyul_Jjang: Aw sweet :3. Aku bilang juga apa. MINYUL IS REAL!

Minyul real? Dia pasti gak punya otak. Mana mau Minho sama ajhuma so sexy itu? Cih!

Mrs. Minhoyeobo: Aish that annoying ajhumma!

Gue ketawa. Mrs. Minhoyeobo, aku padamu❤

MinYul_is_Real: Minho oppa tatapannya penuh cinta banget.

What the? Tatapan penuh cinta? Ini orang pasti buta! Orang Minho keliatan banget ekspresinya kaya’ pengen dance couplenya cepetan udahan gitu. SEJAK KAPAN MINHO CINTA YURI? GAK AKAN YA~

Dan semua komen isinya hampir sama. Minyul is real lalalalala. And I really hate it.

Ya kalian bener. Gue ini minyul haters. BIG ANTIS.

Kalian salah kalo mikir gue ini fans labil atau delusional fan girl. Asal kalian tau gue bukan haters Minho-Sulli, Minho-Jiyeon, Minho-Suzy, Minho-Krystal, dan banyak lagi couple diluar sana. Tapi gue ga nge-ship mereka juga. Dan tentu aja gue ga bodoh dengan berpikir suatu saat Minho akan nikahin gue.

Tapi kalo udah MinYul gue bawaannya kesel. Tiap liat momen mereka gue rasanya pengen banting laptop. Padahal liat momen Minho sama cewe lain gue biasa aja.

Gue benci Yuri. SANGAT BENCI. Tapi kalian salah kalau kalian mikir gue benci Yuri karena dia di-couple-in sama Minho. Jauh sebelum gue tau ada hal annoying macem MinYul, gue udah ga suka sama satu member SNSD itu.

Gue suka SNSD, tapi gasuka sama Yuri. Dan kenapa dari semua member SNSD yang cantiknya tingkat dewi itu, kenapa mesti Yuri yang di-couple-in sama Minho?

Kalo Minho sama Yoona gue pasti biasa aja. Sama Tiffany juga. Bahkan sama Hyoyeon sekalipun. Pokonya semua member ya keculai Yuri. Dari awal gue emang udah gak suka sama gayanya yang berasa cewe paling seksi se jagat raya. Iyuh~

Tapi gue ini pengecut. Tiap ada moment MinYul gue cuma sanggup maki Yuri dalem hati, gue bahkan ga pernah ngebash Yuri di artikel manapun yang bahas MinYul moments. Padahal ya, gue gondok setengah mati.

Well, gue itu cinta damai dan gak suka hal macem fan war. Gue kalo gasuka sama K-pop idol gak lantas ngebash dia dimana-mana. Gue cuma maki dia dalem hati atau sesekali nyeritain kekeselan gue sama sahabat-sahabat gue.

Tunggu, komen macem apa ini? Kok isinya nge-bash Minho sih?

Love_Yuri Noona: HEH APAAN SIH LO SEMUA? KOK PADA NGEBASH YURI? YANG SALAH ITU BOCAH TINGGI MEMBER SHINEE ANNOYING YANG BAHKAN GAK BISA NGERAP! YANG JADI ARTIS CUMA GARA-GARA TAMPANG DOANG. CIH IDUNG AJA DI OPLAS.

Gue naik darah.

Sial! Siapa sih ini orang? Pasti cowok. Kalo gasuka MinYul gaperlu bash Minho juga. Gue aja gasuka MinYul tapi gak ngebash Yuri.

Gue gakuat buat ga bales komen pedes dari cowo yang ngejelekkin bias gue itu. Oplas katanya? Kaya Yuri noona yang dia cinta itu gak oplas aja. Yuri kan kecilnya jelek. Masih mending Minho yang dioplas cuma idungnya. Gue yakin si Yuri oplas seluruh badan!

Gue gabisa diem aja. Kesel, gue bales komen cowok itu.

Choi Minho’s yeoja: Heh jelas-jelas penyanyi dangdut kegatelan itu yang suka nyosor-nyosor sama Minho!

———————————————————————————————————————————————————-Ini mah cerpen. Ide ceritanya juga sederhana. Si cewe ngebias Minho tapi benci banget sama Yuri. Sebaliknya si cowo ngebias Yuri dan ngebenci Minho. Mereka terlibat fanwar. Tapi lama-lama mereka malah jadi saling suka. Absurd banget ya? Mana mungkin fanwar berujung cinta gitu wkwk.

STORY FOUR

Title: Running Man with SHINee

“Jung Byulgi-sshi, kami dari pihak Running Man mengundang anda secara khusus untuk berpatisipasi di shooting Running Man minggu ini. Anda penonton setia Running Man yang terpilih…”

“Kyaaaaa! Jeongmalyeo?” gadis itu memekik kegirangan saat ditelepon pihak Running Man. Jadi… Dia terpilih untuk menjadi guest RM?

Running Man memang memberikan announcement minggu lalu bahwa dalam episode minggu ini, mereka akan mengundang guest yang bukan dari kalangan selebritis. Mereka akan mengundang salah satu dari penonton setia Running Man.

Lalu kenapa Byulgi bisa terpilih? Jelas saja karena foto yang ia kirimkan sangatlah heboh (-___-). Running Man memilih penonton yang mengirimkan foto terheboh yang menunjukkan kecintaannya pada Running Man. Pemenang akan diperbolehkan memilih dengan seleb mana ia menjadi guest di acara itu.

Chogi… Apa berarti request-ku untuk menjadi guest bersama SHINee… terkabul juga?”

Mianhae Byulgi-sshi, kami hanya bisa mengundang Minho SHINee untuk menjadi guest bersamamu.”

Byulgi sedikit merasa kecewa. Ia inginnya SHINee dalam komposisi lengkap. Mungkin itu kedengarannya serakah. Tapi Byulgi memang sangat ingin melihat SHINee menjadi guest di acara itu.

Choi Minho memang ultimate bias-nya di SHINee. Tapi gadis itu juga suka sekali pada leader dan lead vocal SHINee.

“Byulgi-sshi, tolong datang hari Minggu depan.”

Nde, algeseumnida…”

***

Shooting day

Jaesuk: Yeorobeun, annyeonghaseyo! Ah~ Akhirnya kita bertemu lagi

Haha : Joongki-ssi, lama tak bertemu! Apa kabar?

(Kamera men-shoot close up wajah Joongki. Joongki hanya tersenyum manis pada kamera)

Joongki: Aku sudah lama tak datang kemari. Aku rindu mengikuti race dan mission Running Man. Aku juga rindu kalian…

Sukjin: Aigoo~ kami juga merindukanmu, Joongki-sshi. Aku melihat film terbarumu. Dan aku acungi dua jempol karena acting-mu di werewolf boy.

Joongki: Gamsahamnida

Jaesuk: Ada yang tau, sekarang kita sedang di landmark apa?

Jihyo: (memekik semangat) SM BUILDIIIIIIING~

(Gary, Haha dan Gwangsoo menari-nari excited)

Gwangsoo: YURI-YAAAAAAA. KELUARLAH!!!

Gary: JESSICA!!!! OPPA DATANG! STRESS~

(Jihyo kemudian menghampiri Gary dan menjewer telinganya pelan.)

Jihyo: Today is Monday, Oppa. You’re mine~

Jongkook: Siapa guest hari ini?

Haha: Yang pasti bukan Eun Hye, Hyung!

(Jongkook melemparkan death glare-nya pada Haha. Haha langsung membentuk tanda peace dengan tangannya)

Jaesuk: Ada satu guest spesial hari ini. Seperti janji kita, kali ini guest adalah penonton setia Running Man yang beruntung. Guest, keluarlah~

(Seorang gadis keluar dari balik gedung SM. Gadis itu tersenyum canggung ke arah kamera)

Guest: Annyeonghaseyo, Jung Byulgi imnida. Bangapseumnida.

Jaesuk: Selamat datang, Byulgi-sshi. Boleh kami tau berapa umurmu?

Byulgi: 18 tahun, Jaesuk Ajusshi.

(Semua member Running Man menahan tawanya mendengar Byulgi memanggil Jesuk dengan sebutan ajusshi)

Joongki: Kau masih sangat muda, Byulgi-sshi

Byulgi: Omo! Joongki Oppa! Kau… Kau hari ini ikut Running Man?

(Joongki mengangguk seraya tersenyum manis)

Jaesuk: Masih ada guest lain hari ini…

Jihyo: Jinchareo?

Gwanggsoo: Yuri-ya, jebaaaaaaal~. So Nyeo Shi Dae…

Jihyo: Duo Choi prince, Noona ada di depan!

Jaesuk: Byulgi-sshi, hari ini akan ada guest selain dirimu. Menurutmu, kira-kira siapa yang akan datang?

Byulgi: Lee Soo Man ajusshi?

(Semua cast Running Man tertawa geli)

Jongkook: Aigo Nona, kau polos sekali~

Jaesuk: Kira-kira siapa yang akan datang?

Gary: So Nyeo Shi Dae!

(BGM: I Got A Boy – SNSD)

Jihyo: Super Junior!

(BGM: Sexy Free and Single – Super Junior)

Haha: Dong Bang Shin Ki!

(BGM: Catch Me – DBSK)

Joongki: SHINee!

(BGM: Dream Girl – SHINee)

Gwangsoo: f(x)!

(BGM: Electric Shock – f(x))

Jongkook: EXO!

(BGM: Mama – EXO)

Jaesuk: Guest selanjutnya… SHINee!

(Key keluar dari pintu SM building dengan gaya anggun. Tak lupa diiringi dadah – dadah ala miss universe)

Jaesuk: Omo, Key-sshi!

Key: Annyeonghaseyo, SHINee’s almighty, Key imnida~

(Semua orang terlihat senang dengan kedatangan Key. Kecuali satu orang—yaitu Byulgi— gadis itu hanya diam dan sedikit cemberut.)

Jongkook: Sepertinya Byulgi-sshi tidak senang dengan kehadiran Key?

(Key langsung mendekati Byulgi dan mendorong bahu gadis itu pelan.)

Key: Hya, Nona! Apa kau katarak uh? Katanya kau shawol, tapi mengapa kau tak bisa menyukaiku, si almighty huh?

Byulgi: (menggelengkan kepalanya sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya panik) Anio, Oppa. Bukan begitu maksudku-

Key: (rolling eyes) Well, terserah kau sajalah.

Jaesuk: Guest kedua, SHINee’s dancing machine, Taemin-goon!

(Taemin keluar dari balik pintu depan SM Building sambil membungkuk—menyapa)

Taemin: Annyeonghaseyo, naneun SHINee maknae, Lee Taemin imnida~

Jihyo: *shock*

Gary: Wae Jihyo-ya?

Jihyo: Aku shock dengan Taemin yang manly sekarang. Taemin tampan sekali. Aku histeris saat pertama kali melihat MV disturbance BoA.

Taemin: *shy* *shy* Gamsahamnida, Noona.

Gary: Ehem, Today is Monday, Jihyo-ya…

Jihyo: *menatap Gary kesal*

Byulgi: Chankaman…

Jaesuk: Ne, Byulgi-sshi. Ada apa?

Byulgi: Sebenarnya, saat aku ditelepon staff RM, aku juga diperkenankan memilih dengan siapa aku akan menjadi guest. Dan seperti kata Key oppa tadi, aku shawol, maka aku me-request untuk menjadi guest bersama SHINee-

Gwangsoo: *menghampiri Byulgi dengan emosi* Hya, Jadi kau yang memilih guest hari ini? Kenapa kau tidak pilih SNSD!

Byulgi: *polos* Karena aku sukanya dengan SHINee ._.

Jaesuk: Lanjutkan, Nona.

Byulgi: Lalu pihak RM mengkonfirmasi bahwa member SHINee yang bisa hadir hanya Minho oppa. Tapi sekarang kenapa yang datang malah-

Key: Hya, anak kecil! Kau tak suka kalau yang mewakili SHINee aku dan Taemin? Benar begitu hah?

Byulgi: Aku kan hanya tanya… :c

Sukjin: Tapi kau terlihat seperti sedang protes, Nona.

Byulgi: Omo, benarkah? Mianhaeyo~ Aku tidak bermaksud. Mianhae…

Taemin: *tersenyum* Kyeopta~

Jaesuk: Baiklah Nona… sebenarnya request-mu untuk menjadi guest bersama SHINee dikabulkan staff kami. Bahkan formasi SHINee yang datang hari ini lengkap berlima.

Byulgi: *extremely excited* Benarkah? Jinchareo? Jeongmalyeo?

Jaesuk: Ne. Dan tiga member SHINee lainnya sedang ada di sebuah tempat di dalam SM building. Dan tugasmu, untuk menemukan mereka dan membawa mereka keluar untuk bergabung bersama kami. Kau punya waktu satu jam-

Byulgi: Apa aku harus mencari sendiri? Atau akan ada yang membantuku?

Jaesuk: Kau harus mencari sendiri. Karena ini adalah first mission-mu. Baiklah, kita mulai… Hana, dul, Set!

(Byulgi berlari kencang menuju pintu masuk SM Building)

***

Aku memasuki SM building dengan tergesa-gesa. Omo, apa ini ruangan yang sering digunakan oppadeul SHINee saat latihan dance?

Andwae andwae. Sekarang bukan waktunya untukku melihat-lihat gedung SM. Padahal ini kesempatan yang amaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat langka (TuT). Hiks, kenapa misi ini harus ada limit waktunya sih?

Ku telusuri satu demi satu ruangan di lantai dasar gedung ini. Omo, apa itu Siwon oppa? Aigoooo dia tampan sekali (>///<).

“Annyeong, Siwon Oppa. Bolehkah aku bertanya?”

Siwon Oppa tersenyum kecil—mungkin agak takut ketika aku, seorang gadis yang bisa saja merupakan seorang sasaeng, tiba-tiba mendatanginya.

“Oh, aku sedang shooting Running Man, Oppa. Kau bisa lihat di depan ada Jaesuk ajusshi dan member RM lainnya…” buru-buru aku menjelaskan, mencegah kesalahpahaman yang mungkin akan dipikirkan Siwon oppa.

“Oh, begitu…” Kali ini Siwon oppa tersenyum lebar, “Ada yang bisa aku bantu?”

Kyaaaa senyumnya manis sekali (>///<)

(Bel berdentang nyaring. Speaker bersuara: Waktu yang tersisa lima puluh lima menit lagi)

Aish! Tak ada waktu untuk mengagumi senyum Siwon oppa. Aku harus buru-buru menemukan Onew oppa, Jonghyun oppa dan nae prince Minho oppa.

“Oh kau sedang dalam mission?” tanya Siwon Oppa ketika ia mendengar suara yang berasal dari speaker barusan.

Aku mengangguk mengiyakan.

“Opaa, apa Oppa lihat Onew oppa? Atau Jonghyun oppa? atau Minho oppa?”

“Minho- rasanya aku tadi lihat ._.”

“Benarkah?” tanyaku penuh harapan.

“Eh atau tidak ya? Oh itu kan kemarin .-.”

Aish! Siwon oppa menyebalkan! Tampan tapi agak pikun, Aigooo~

Kesal, aku langsung berlari meninggalkan Siwon oppa tanpa pamit. Huh, bertemu Siwon oppa tidak membantu sama sekali :c

Aku menghentikan lariku sesaat. YAAMPUN AKU LUPA MINTA TANDA TANGAN SIWON OPPA!

Aish, mana sempat!

***

“Hyung, kita harus bersembunyi dimana?” tanya Minho pada kedua hyungnya.

“Yang jelas kita harus berpencar…” jawab Jonghyun.

Onew menganggukkan kepalanya setuju, “Aha! Aku tau aku harus bersembunyi dimana!”

“Dimana Hyung?” tanya Jjong dan Minho kompak.

“Toilet pria! Hahahaha. Eotte? Ideku bagus kan?”

Minho dan Jjong langsung menampilkan wajah seperti ini à (-___-)

“Hya Hyung, masa’ di toilet sih? Nanti gadis itu tak akan bisa menemukanmu…” protes Minho.

“Loh, bukannya tujuan kita bersembunyi itu agar gadis itu tidak bisa menemukan kita? O.o” tanya Onew kebingungan.

“Aigooo Hyung. Kita bukan bersembunyi agar tidak ditemukan. Tapi kita bersembunyi agar mengulur waktunya untuk menemukan kita. Karena pada akhirnya kita tetap harus ditemukan. Masa’ iya kita mau bersembuyi terus? Nanti kita tidak masuk TV,  Hyung. Hanya si umma dan baby saja yang akan ada di TV…” jelas Jonghyun panjang lebar. Minho menaik-turunkan kepalanya beberapa kali—tanda setuju dengan statement Jonghyun.

“Oh begitu rupanya~ aku baru tau (._.)v”

(Speaker kembali berbunyi : waktu yang tersisa: 50 menit lagi)

“Omo, ayo cepat bersembunyi!”

***

Ah! Ruangan itu berisik sekali. Harus ku check. Siapa tau ada OnJjongHo oppa yang kebetulan sedang latihan dance!

Kreeeek…

Aku membuka pintu dan shock begitu ke sembilan eonni cantik menatap heran kearahku.  Aigooo, rupanya SNSD sedang latihan dance…

“Omo, mianhae eonnideul, silakan lanjutkan latihan dancenya. Semangat (^^)9”

Kututup rapat kembali pintu yang belum lima menit kubuka.

Eeeeeeh, kenapa tadi tidak tanya pada SNSD eonni adakah yang melihat OnJjongHo oppa? Aigo, ppaboya Byulgi!

Kreeeek…

“Hehe, mianhae eonni, aku menggangu lagi. Apa ada yang lihat Onew oppa, Jonghyun oppa atau Minho oppa?” tanyaku sambil nyengir lebar.

“Mungkin Onew ada di ruangan atas. Biasanya Onew suka bermain piano disana…” jawab Hyeoyeon eonni.

“Gomawo, eonni…”

Akupun menutup pintu—lagi— dan beranjak naik ke ruangan atas.

***

Aku baru tau SM punya gym O.o

Pantas saja artisnya berbadan bagus semua.

Eh itu yang ada di pojok sepertinya Jjong oppa!

Walau dia sedang membelakangiku, aku bisa pastikan itu dirinya. Kudekati treadmill yang sedang dipakai Jonghyun oppa.

“Boo!” kukagetkan Jjong oppa dari belakang. Anehnya ia tak merasa kaget ._.

“Oppa kok tidak kaget sih?”

Jonghyun oppa tidak menjawab dan hanya menunjuk kaca yang ada di depannya dengan dagunya. Yaampun, kenapa aku tidak lihat kaca sebesar itu? O.o

“Oh, jadi saat aku melangkah mendekat Oppa sudah tau?”

Jjong oppa mengangguk.

“Oppa, ikut aku ke bawah yuuuuk~” ajakku dengan nada sok manis.

“Mau apa ke bawah? Lebih baik disini saja temani aku olahraga, bagaimana?” tawarnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Tapi, di bawah lebih seru! Kita akan ikut Running Man dan kita akan berlari bersama. Eotte?”

Jonghyun oppa menarikku untuk naik keatas treadmillnya. Dinyalakannya kembali  alat itu. Tangannya seperti memelukku dari belakang, menjaga agar tubuhku tidak jatuh.

“Seperti ini juga namanya lari bersama kan?”

Deg! Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa oh my gawd! Oh my gawd!

“I-i-ya…. tapi-” ucapku tergagap karena nervous, “Lebih seru lari di bawah, Oppa. Ayo kita ke bawah, jebaaaaaaal (T_T),”

“Baiklah,”

“Jjong Oppa, apa Oppa tau dimana Minho oppa dan Onew oppa bersembunyi?”

Jonghyun oppa tersenyum—memamerkan sederet gigi putihnya.

“Aku tau,”

“BENARKAH???” pekikku semangat.

“Tapi aku tak diperbolehkan memberitaumu :p. Bye, Byulgi-ya, sampai ketemu di bawah!”

“Oppa!”

Percuma. Toh Jjong oppa tetap berlari menuju lift dan mengabaikan teriakan protesku. Baiklah, sudah dapat Jjong oppa, tinggal Onew oppa dan Minho oppa. Aku pasti bisa!

***

(Speaker kembali berbunyi: waktu yang tersisa: 35 menit lagi)

Tidak waktuku sudah hampir habis setengahnya! Aku harus bergerak lebih cepat!

Aku membuka sebuah pintu lagi. Sedari tadi tak ada satu ruangan pun yang luput dari pandanganku. Semuanya sudah ku buka. Kecuali toilet dan ruangan yang terkunci, tentu saja (=,=).

“Anny-” ucapanku terpotong begitu melihat sosok itu.

Itu itu itu itu! Itu Minho oppa yang ada di depanku! Dia sedang bermain winning eleven sambil duduk membelakangiku.

Oh God! Dari belakang saja Minho oppa sudah terlihat tampan. Ya ampun aku bisa gila!!!

“Tidak mengajakku ke bawah?”

Aku mematung saat Minho oppa mem-pause gamenya dan berbicara padaku—walau tak sambil berbalik menghadapku.

“Kenapa tidak menjawab?”

Mati mati mati! Kini Minho oppa sukses berbalik menghadapku. Aku bahkan belum sanggup tersadar untuk menutup mulutku yang setengah terbuka karena melihat punggungnya. CHOI MINHO TAMPAN SEKALI OH TUHAAAAAAAAAAAN!!!

“E-e-eh, itu-” aku menggaruk rambutku yang tidak gatal, “Aku mau cari Onew oppa dulu saja!”

Aku langsung menutup pintu sambil menenangkan deguban jantungku yang menggila pasca melihat ultimate biasku dari dekat. Gila! Segitu aku masih berjarak sekitar 10 meter darinya. Segitu aku belum melangkahkan kakiku untuk memasuki ruangan itu. Aku hanya diam di pintu.

(waktu yang tersisa: 20 menit lagi)

Ah tidaaaaaaaaak! Rasanya aku mau menangis saja. Waktuku sedikit lagi tapi aku tidak sanggup menyuruh Minho oppa untuk turun. Menatap wajahnya saja aku tidak sanggup. Bagaimana ini?

“Byulgi-sshi, kau menghalangi pintu. Aku ingin membukanya…”

Ah tidak! Kenapa suara Minho oppa malah bikin aku semakin panik?

“Byulgi-sshi, bergeserlah dari pintu…”

“Oppa,”

“Ya?” jawab Minho oppa. “Buka pintunya baru bicara padaku. Jangan seperti ini.”

“Biarkan saja seperti ini, Oppa. Ku mohon.”

“Kenapa kau tidak mau membuka pintu huh?”

“A-aku,” bagaimana cara aku menjelaskannya?, “A-aku tidak sanggup berdekatan dan melihat wajahmu, Oppa.”

“Pffft…”

Good. Sekarang Minho oppa pasti sedang menertawakan kebodohanku.

“Kau lucu sekali, Byulgi-ya.”

“Terima kasih, Oppa. aku anggap itu sebagai pujian. Oppa~”

“Ya?”

“Maukah turun dan ikut bergabung dengan member SHINee yang lain untuk Running Man?”

“Tentu.”

“Oppa, aku akan pergi dulu dari sini. Selang tiga menit setelah aku lari entah kemana, Oppa baru boleh keluar dari ruangan ini dan turun ke bawah. Bagaimana?”

“Andwae. Aku tidak akan turun ke bawah jika tidak bersamamu.”

(waktu yang tersisa: 10 menit lagi)

“Oppa! Jebal. Kau tau kan aku tidak sanggup berdekatan denganmu? Yang ada aku nanti pingsan saat di lift atau mimisan sebelum sampai di bawah. Oppa kasihanilah aku, jebal. Barusan dengar kan? Waktuku tinggal 10 menit lagi dan aku masih belum menemukan Onew oppa. Please, tolong bantu aku. Mau kan ikuti permintaanku tadi? Aku hitung sampai tiga, setelah itu aku akan lari. Tiga menit setelahnya oppa baru boleh keluar…”

“Shireo. Aku tau Onew hyung bersembunyi dimana. Bergeserlah dari pintu. Aku akan tunjukan tempat persembunyian Onew hyung. Kita kesana bersama.”

“Oppa!!!” aku berteriak setengah menahan tangis. Aku bingung sekali. Aku saja bingung kenapa aku harus menangis.

“Oppa jangan persulit aku jebal. Ikuti arahanku tadi. Lagipula Oppa tidak boleh membocorkan tempat persembunyian Onew oppa padaku.”

“Ara. Baiklah. Aku akan turuti permintaanmu.”

“Terima kasih Oppa! Kau yang terbaik!” aku mulai berdiri dari posisiku, “Aku mulai hitung ya. Hana-”

“Sebelum hitungan tiga aku akan membuka paksa pintu ini dan menarikmu turun bersama,”

“OPPA!”

“Kkkkk~ aku hanya bercanda. Lanjutkan sebelum aku berubah pikiran,”

“Hana… Dul… Set!”

Aku segera berlari sejauh mungkin dari ruangan tempat Minho oppa bersembunyi tadi. Huh hari ini jantungku sungguh bekerja ekstra. Maafkan aku yang tak bisa menahan deguban jantungku saat bertemu Minho oppa, jantungku (T-T).

(Mission complete! Mission complete! Mission complete!)

Eh? (O.o) aku kan belum menemukan Onew oppa.

Buru-buru aku turun satu tangga dan menunggu lift dibuka. Aku tidak berani naik lift di lantai tadi karena takut bertemu Minho oppa lagi.

Teng! Pintu lift terbuka.

“Annyeong! Bertemu lagi, Byulgi-ya~”

“Oppa!” aku buru-buru menekan tombol untuk menutup pintu lift sambil menutup mataku dengan satu tanganku.

“Hya. Katanya aku bias utamamu? Tapi kenapa saat bertemu aku kau malah ketakutan seperti melihat hantu sadako?” protes Minho.

“Ah kenapa liftnya tidak mau menutup juga!”

“Hey kau tidak tanya kenapa misimu selesai  tiba-tiba?”

“Memangnya kenapa?” tanyaku masih sambil menutup mataku.

“Onew hyung turun begitu saja ke bawah. Dia terlalu bosan menunggumu yang tak kunjung menemukannya. Dan aku sudah mengirim pesan pada Jjong hyung bahwa kau sudah menemukanku.”

“Begitukah?”

Aku masih bisa samar-samar melihat Minho oppa mengangguk. Kemudian tanganku ditarik olehnya.

“Kya Oppa lepaskan! Aku tidak mau satu lift denganmu!!!”

Teng! Terlambat. Pintu lift sudah tertutup.

———————————————————————————————————————————————————-

Yeah. Males ngetik haha. Lagian jelek story linenya wkwkwkwk.

STORY FIVE

Title: Touchable But Unreachable
Author: angangels aka Jung Byulgi
Main Cast: Choi Minjung (OC/You), Onew Support Cast: Taemin, Minho
Length: oneshot
Genre: tentukan sendiri~
A.N: Disini Taemin ceritanya cewe ya. Minho ade kamu dan Onew itu kakaknya Taemin. 95% based on my dream

~

“Eonni, jebaaaaaal~”

Kugerakan kedua bola mataku malas. Aku malas sekali menghadapi gadis yang sedari tadi terus merengek padaku.

“Eonni jebal, restui aku dengan adikmu…”

Ini yang sedari tadi membuatnya terus merengek padaku. Ia meminta aku untuk merestui hubungannya dengan Minho–adikku.

“Tidak, Taemin. Berapa kali aku harus mengatakannya? Aku tidak merestui kalian.”

“Eonni jangan seperti ini jebal. Mengapa Eonni tidak mau merestui kami? Apa yang salah denganku? Apa aku bukan gadis baik-baik?”

Aku terdiam. Benar, aku juga tidak tau mengapa aku tidak kunjung memberi restu pada mereka berdua. Dan aku rasa, Taemin bukan gadis jalang atau semacamnya. Well mungkin gadis itu bukan sosok sempurna juga.

“Jinki itu oppamu kan?” tanyaku tiba-tiba.

“Nde. Waeyo Eonni?”

“Baiklah, buat aku dekat dengan oppamu. Jika kau bisa, aku restui hubunganmu dengan Minho.”

“Omo, jinchareo Eonni? Jeongmalyeo?” pekik Taemin girang saraya menggerak-gerakan lenganku semangat. “Oke oke. Baiklah aku akan membantu Eonni agar bisa dekat dengan Jinki oppa.”

~

Tok tok

Hari ini aku berkunjung ke rumah keluarga Lee. Taemin yang menyuruhku, katanya Jinki sedang sendirian di rumah.

Tok tok

Cklek

Pintu terbuka dengan wajah Jinki yang menyembul dari dalam.

“Choi Minjung?”

Aku mengangguk merespon pertanyaannya.

“Silahkan masuk,”

~

“Jadi kau noonanya Choi Minho?”

Aku mengangguk lagi.

Biasanya aku cukup cerewet. Tapi entahlah… di depan Jinki aku mendadak gagu. Yang aku bisa lakukan hanya mengangguk atau menggeleng menanggapi pertanyaannya.

“So, Taemin and Minho… they are in a relationship, am i right?”

Aku lagi-lagi mengangguk.

“Kau sakit gigi? Sariawan?”

“Aniyo-”

“Oh. Kukira. Habisnya kau tidak bersuara sih sejak tadi. Kata Taemin kita seumuran?”

“Ne.”

“Kau kuliah dimana?”

“Chungwoon University,”

“Benarkah? Berarti kita sekampus?”

Aku mengangguk, “Kita kadang berada di kelas yang sama malah.”

“Benarkah? Maaf aku tidak tau. Lain kali aku akan lebih memperhatikan sekelilingku.”

Dua jam kemudian

“Jinki-ya, aku pamit pulang dulu ya? Sudah sore.”

“Loh? Tidak tunggu dijemput Minho? Di luar hujan lebat.”

“Gwaencanha, aku akan naik bus saja.”

“Kalau begitu lebih baik kuantar. Pakai jaketku dulu. Diluar dingin. Bajumu cukup tipis. Tunggu sebentar ya aku cari kunci mobilku dulu.”

Aku menganggukan kepalaku sambil menunduk–menyembunyikan semburat merah di pipiku setelah Jinki meletakkan jaketnya di bahuku.

Setelah Jinki melangkah menuju kamarnya, aku diam-diam mencium jaketnya. Wanginya Jinki sekali. Seketika aku merasa hangat.

“Kajja, Minjung-a.”

~

Tak lama kami sudah sampai di depan rumahku. Aku membuka seatbelt kemudian menurunkan zipper jaket Jinki.

“Pakai saja dulu jaketku. Kau bisa mengembalikannya lain kali. Kau bisa sakit jika melepas jaketku.” ujarnya sambil menahan tanganku yang sedang berusaha membuka jaket.

“Terima kasih, Jinki-ya. Maaf merepotkan.”

“Gwaencanha. Oh iya rumah kita searah. Lain kali kita bisa berangkat kuliah bersama. Mau?”

“Itu-” aku mau sekali! Tapi tidak mungkin aku menjawab segamblang itu padanya, “Tidak perlu repot, Jinki-ya. Aku setiap pagi diantar Minho kuliah kok.”

“Ah… Sepertinya Minho adik yang baik.”

“Taemin bilang kau juga oppa yang baik, Jinki-ya. Dia sering cerita padaku.”

“Begitukah?”

Aku tersenyum lalu berniat membuka pintu.

“Chankaman!” seru Jinki menahan lenganku.

Lalu dia mengambil payung di jok belakang. Setelahnya ia membuka payungnya lalu keluar dari mobil.

Aku tersenyum ketika ia membukakan pintu untukku. Such a well mannered man.

“Kau mau hujan-hujanan hm?”

“Kau kan bisa meminjamkan payungmu Jinki-sshi. Tak perlu repot membukakan pintu untukku. Lihat, bahumu terkena tetesan hujan kan?”

“Gwaencanha.”

“OPPA!!! MINJUNG EONNI!”

Kami menoleh ke sumber suara. Ternyata itu Taemin. Dan di sebelahnya ada Minho. Sejak kapan mereka ada di depan rumahku?

Aku dan Jinki melangkah menuju rumahku. Karna payung Jinki kecil, kami harus berdekatan agar tidak terkena hujan.

“Jadi ini alasan mengapa kau menyuruh Minjung ke rumah kita huh? Kau ingin berduaan dengan Minho di rumahnya tanpa gangguan Minjung?” ujar Jinki.

Taemin terkekeh pelan. “Hehe. Tapi Oppa terlihat serasi loh dengan Minjung eonni. Geuraechi, Minho-ya?”

Minho mengacungkan kedua jempolnya setuju.

“Hya Choi Minho, Lee Taemin! Kalian jangan bicara yang aneh-aneh!” seruku malu.

“Lee Taemin, ayo pulang…” ajak Jinki.

“Eotte Noona?”

“Apanya?”

“Jinki hyunglah. Memangnya apa lagi?”

———————————————————————————————————————————————————-

Ceritanya sih pengen bikin Minjungnya galau. Soalnya ntar Jinki itu gak cuma baik sama dia doang, tapi sama semua cewe. Disatu sisi dia merasa udah deket sama Jinki, tapinya ia juga ngerasa jauh di saat yang bersamaan,

***

Sebenernya masih banyak FF absurdku yang baru kutulis satu – dua paragraf. Cuma ya… Kalo ditambahin malah bakal nambah gaje ini postingan T.T *gegulingan bareng Minho*

Pengumumannya… Gak penting sih. Aku kan sekarang bukan anak sekolah lagi, aku maba sekarang. Berhubung namanya juga mahasiswa BARU, akupun gak tau entar kedepannya aku bakal gimana. Jadi untuk sementara (mungkin) aku nantinya bakal jarang posting FF. Tapi minimal, dalam seminggu aku bakal usahain nge-update sesuatu supaya WPku gak sepi. Jangan tinggalin WP ini ya readerku tercinta :’)

Jung Byulgi yang mencintai Choi Minho kalian❤

6 thoughts on “Dibaca ayo dibaca (Kumpulan FF unpublished + sedikit announcement)

  1. Byulgi aku cuma baca story pertama -sisanya entar ._.v- dan aku sukses ngakak xD haha aigooo kasian minho nya knp malah berubah jd ujang? sumpah g kebayang gimana tampang minho yg brubh jd ujang xD

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s