널사랑하겠어

Title: 널사랑하겠어 (I choose to love you) – Chapter One
Author: Byulgi Jung
Cast: Park Yura (OC/You), Kim Jonghyun
Genre: romance, friendship, hurt (?)

Happy reading! ^^
“Yura! Lihat sebelah kananmu! Namja itu tampan!”

“…”

“Yura…”

“Aku tak tertarik.”

“Yuraaaaa please! Bagaimana kau bisa move on dari dino jelek itu kalau kau terus seperti ini?”

“Jonghyun tidak jelek!”

“Tapi namja sebelahmu lebih tampan!”

“Ya sudah namja itu buatmu saja!”

~

Namaku Yura. Park Yura. Umurku sudah delapan belas, tapi hingga detik ini aku masih saja single. Aku single, bukan tidak laku. Maaf bukannya bermaksud sombong, tapi tak sedikit lelaki yang memintaku untuk jadi pacar mereka. Aku sangat pemilih dalam urusan cinta.

“Yuraaaaaa! Park Yura-ku sayaaaang!”

Itu Jonghyun. Kim Jonghyun. Dia satu-satunya namja yang berstatus sebagai sahabatku. Yeah, sahabatku semuanya yeoja dan hanya Jonghyunlah pengecualiannya.

“Yura sayang, kenapa kau meninggalkanku? Sudah kubilang hari ini kita harus pulang bersama seperti biasa.”

“Berhenti memanggilku sayang, Kim Jonghyun.”

“Kenapa? Aku kan memang sayang padamu,”

Deg.

Sayangmu palsu Kim Jonghyun. Kau tidak menyayangiku seperti apa yang kau bilang.

~

“Yura! Tadi siang aku lihat Jonghyun bersama seorang gadis di kantin kampus!”

God, please. Kau menemuiku hanya untuk menyampaikan hal tak penting macam ini? Kau seperti tak pernah melihat Jonghyun dengan para gadis saja,”

“Tapi gadis ini bukan Soorin! Bukanah pacar Jonghyun adalah Soorin?”

“Soorin dan Jonghyun sudah putus. Gadis yang kau lihat bersama Jonghyun siang ini adalah Eunhye.”

Omo! Bagaimana bisa kau tau nama gadis itu?”

“Jonghyun selalu menceritakan semua hal padaku. Termasuk mengenai wanita mana yang tengah ia dekati saat ini.”

“Yura-ya…

“Apa?”

“Yang kuat ya…”

“…”

“Jonghyun masih tidak tau bahwa kau menyukainya?”

Yura menggeleng dengan tampang datar.

“Kapan kau akan memberi tau tentang perasaanmu padanya?”

“Untuk apa hm?”

“Jika ia tau, setidaknya ia takkan selalu menceritakan kisah pedekate-nya padamu. Jangan mau terus disakiti, Yura-ya...”

“Tak usah iba padaku. Aku masih kuat.”

“Kalau begitu lupakan Jonghyun! Mulai bukalah hatimu untuk namja lain. Jangan terus menyakiti diri sendiri, Yura-ya.

“Hatiku sudah memilih Jonghyun. Hanya Kim Jonghyun seorang.”

~

“Pagi, gadis cantik~”

“Matamu kenapa eoh? Kemasukan debu?”

Tsk! Aku sedang memberimu wink. Masa hal semacam ini saja kau tak tau?”

“Tidak usah centil denganku, Kim Jonghyun.”

Aigoo kenapa kau begitu galak sih? Pesonaku tak mempan kah bagimu?”

Not at all.

Liar. Park Yura seorang pembohong. Nyatanya ia terjebak dalam pesona Jonghyun.

“Kapan kau akan berhenti mengantar jemput aku seperti ini?”

Waeyo? Aku senang kok mengantar jemput gadis cantik sepertimu.”

“Sudah kubilang jangan centil-”

“Kim Jonghyun.” potong Jonghyun cepat. “Aku sudah hapal tabiatmu. Bahkan aku tau kapan kau akan menyebut gamblang nama lengkapku. Aku menyukainya. Aku suka ketika kau menyebut namaku dengan caramu sendiri.”

“Kau melindur? Ayo cepat berangkat. Kita ada kuis matematika. Kau sudah belajar kan?”

~

“Selamat pagi Park Yura…”

Yura menggernyitkan dahinya ketika ia langsung disambut oleh seorang gadis. Yura baru saja turun dari motor Jonghyun. Helmnya pun masih ia kenakan.

“Gadis ini yang kemarin aku ceritakan. Baek Eunhye.” ujar Jonghyun sambil mendekati Yura dan melepas kaitan helm Yura.

Deg.

Terpaan nafas Jonghyun terasa amat hangat. Jarak wajah mereka hanya terpaut tiga senti.

Mata Yura tak beralih dari Jonghyun. Namja itu terlihat sangat amat tampan ketika ia sedang serius melakukan sesuatu.

Tiba-tiba Jonghyun mendongkakkan kepalanya. Namja itu melemparkan senyum manisnya pada Yura. Yura mematung sesaat sebelum akhirnya berusaha menyadarkan dirinya sendiri.

“Oh halo Eunhye-ssi. Yura imnida.

“Jonghyun banyak cerita tentangmu padaku.”

“Ah begitukah?” jawab Yura kikuk.

“Park Yura adalah sahabatku.” seru Jonghyun tiba-tiba seraya merangkul bahu Yura mesra.

“Lepaskan Kim Jonghyun!” seru Yura galak.

“Kalian cute sekali. Andai Jonghyun belum menceritakanmu padaku, aku pasti salah sangka dan menganggap kalian sepasang kekasih.”

“Eiiy~. Mana mungkin seorang Park Yura jatuh cinta padaku? Haha. Iya kan Yura-ya?”

“Haha ya. Mana mungkin.”

~

“Aku heran sekali dengan Jonghyun. Jelas-jelas ia tengah mendekati… Tunggu, siapa namanya?”

“Eunhye.”

“Ah ya. Eunhye atau apalah itu namanya. Tapi ia masih saja lengket denganmu. Apa Eunhye tidak keberatan?”

“Jonghyun selalu bilang pada pacar ataupun gadis yang tengah ia dekati, bahwa ia memiliki seorang sahabat wanita–aku. Dan ia akan meminta pengertian mereka karena hubungan kami erat sekali.”

“Woah. Dan mereka mau saja?”

“Tentu. Terlalu sayang rasanya melepas Jonghyun hanya karena ia punya seorang gadis yang sangat dekat dengannya. Ditaksir Jonghyun saja sudah bagaikan jackpot. Pasti mereka tak kan keberatan.”

Jackpot kau bilang? Buka matamu, Park Yura. Jonghyun tidak sebagus itu. Dia biasa saja.”

“Bagimu mungkin begitu. Bagiku Jonghyun–”

Enough Yura-ya. Stop praising him. He doesn’t deserve it.

~

One month later…

“Yura! Apa Jonghyun dan Eunhye masih pacaran?”

“Iya. Kenapa-”

“Gila! Ia masih pacaran dengan Jonghyun tapi ia malah selingkuh dengan namja lain! Gila!” potong Rumi cepat.

“Selingkuh?”

“Iya! Aku lihat Eunhye berduaan dengan namja!

“Bisa saja itu hanya temannya-”

“Mereka berpegangan tangan. Apa teman berpegangan tangan seperti itu?”

“Mungkin itu kakaknya-”

“Baek Eunhye anak tunggal. Dan aku melihat mereka berdua tengah berciuman!”

“Ya Tuhan! Apa Jonghyun sudah tau hal ini?” tanya Yura khawatir.

~

“Eunhye-ya, aku duluan ya. Bye!

Dari senyum manis yang Jonghyun berikan pada Eunhye, Yura berani bertaruh bahwa Jonghyun belum tau tentang perselingkuhan sang pacar.

“Yura-ya, kajja! Kenapa melamun?”

“Uh maaf. Kajja!

~

“Kau terlihat bahagia sekali Jonghyun-a. Ada apa?”

“Sebegitu terlihatkah? Entahlah… Perlakuan Eunhye hari ini manis sekali. Ia membuatkan aku bekal dan menyuapiku di kelas saat istirahat tadi. Belum lagi tadi Eunhye juga memperhatikan detail terkecil tentangku. Ia tau aku ganti parfum! Perhatian sekali kan?”

Yura hanya mampu tersenyum kecil. Di balik senyum itu tersirat kegetiran. Jadi benar Eunhye selingkuh. Karena Yura tau benar kalau perlakuan berlebihan Eunhye itu adalah bentuk permintaan maaf terselubung.

“Jonghyun-a, maafkan aku,”

“Maaf? Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin minta maaf padamu saja.”

Maaf aku tidak tega memberitaumu bahwa Eunhye tengah berselingkuh di belakangmu.

~

Two weeks later…

I can’t stand it any longer! Baek Eunhye sungguh keterlaluan! Bisa-bisanya ia selingkuh di belakang Jonghyun!”

“Responmu cepat sekali Park Yura.” ejek Rumi, “kemarin-kemarin kau kemana saja?”

“Aku memberinya waktu! Aku kira ia hanya khilaf. Tapi ini apa? Hingga sekarang ia masih saja menduakan Jjong! Aku tidak terima sahabatku dipermainkan! Jonghyun tidak seharusnya disakiti seperti ini!”

“Ralat. Kau tidak terima orang yang kau sukai dipermainkan.”

“…”

“Park Yura, dengarkan aku sekali ini saja. Sadarkan Jonghyun! Beritau ia kalau Eunhye itu selingkuh! Kini sudah saatnya kau perjuangkan cintamu pada Jonghyun.”

~

Awalnya saran Rumi sudah bagaikan angin lalu untuk Yura. Tapi lama-kelamaan gadis itu mulai mempertimbangkan saran ekstrim itu. Mungkinkah… Sekarang saatnya ia mengutarakan perasaannya pada Jonghyun?

Tadinya Yura sudah bertekad akan menyimpan perasaannya pada Jonghyun dalam hati saja. Toh memiliki Jonghyun seutuhnya bukanlah tujuan utamanya–walau tak bisa dipungkiri Yura juga terkadang ingin merasakan seperti apa rasanya pacaran dengan namja itu. Tapi setelah tau Baek Eunhye dengan seenak hatinya mempermainkan Jjong, Yura murka bukan main.

Merelakan Jonghyun untuk kemudian berpacaran dengan Eunhye saja sudah cukup berat. Nah ini… Setelah dengan berat hati Yura memberikan restu, dengan mudahnya Baek Eunhye merusak kepercayaannya.

Jika sudah seperti ini Park Yura jelas tak bisa berdiam diri begitu saja. Ia harus bertindak.

Begitu ponselnya ketemu, Yura langsung menghubungi nomor Jonghyun.

“Jonghyun-a, ayo bertemu di cafe langganan kita. Kutunggu kau sepuluh menit lagi.”

~

“Ada apa tiba-tiba mengajakku bertemu?”

“Duduk dulu, Jjong.”

“Ah… Baiklah.”

Jonghyun menarik kursi yang tepat bersebelahan dengan Yura. Tak usah heran, Jonghyun memang selalu seperti itu. Ia prefer bersebelahan seperti sekarang ini daripada duduk berhadap-hadapan dengan Yura.

“Jadi, ada apa princess?

Dengan satu tarikan nafas panjang, Yura mulai membuka mulutnya.

“Baek Eunhye! Ia selingkuh di belakangmu! Tadinya aku berusaha untuk tidak peduli. Tapi bukannya sadar, Eunhye-mu itu malah semakin menjadi-jadi. Tadinya aku mau bertindak masa bodo. Tapi hatiku sakit Kim Jonghyun! Aku tidak terima orang yang aku cintai disakiti orang lain! Aku tidak rela! Merelakanmu untuk berpacaran dengan Baek Eunhye saja sudah sangat berat bagiku. Tapi apa yang gadis itu lakukan setelahnya? Ia merusak kepercayaanku begitu saja! Kau tidak pantas disakiti Jjong!-”

“Cukup, Yura-ya…” potong Jonghyun.

Mata bulat Park Yura membesar ketika Jonghyun mulai mendekati wajahnya. Terpaan nafas Jonghyun terasa menggelitik.

“Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau menyukaiku?”

Tenggelam dalam tatapan lembut mata Jonghyun, Park Yura bahkan tak menyadari ketika bibir Jonghyun menyentuh pipinya dengan sangat perlahan.

~

“Aku sudah tau kalau Baek Eunhye selingkuh.”

“Lalu kenapa kau diam saja?”

“Entahlah. Aku juga tidak tau. Yura-ya… Apa kau sungguhan menyukaiku?”

“I-i-itu…”

“Kalau begitu beri aku kesempatan. Aku ingin menjadi kekasihmu.”

“T-tapi Eunhye?”

“Aku sudah putus dengannya kemarin.”

~

Rasanya hari ini adalah hari terindah yang pernah ada dalam lembaran hidup Park Yura. Ia bahkan tak mampu menggambarkan seperti apa kebahagiaan yang baru saja ia peroleh.

Tak pernah terbersit sedetikpun dalam benaknya bahwa Kim Jonghyun menyukainya juga.

~

“Ku dengar kau sekarang dating dengan Park Yura? Bukankah dia sahabatmu?”

“Ya. Yura memang sahabatku. Dan kami benar berpacaran.”

“Sejak kapan kau menyukainya? Bukankah kau hanya menganggap ia sebagai sahabat?”

Mendengar percakapan Jonghyun dengan seseorang di dalam ruangan, gerakan tangan Yura yang sudah akan membuka pintu terhenti.

To be honest, hingga detik ini pun aku belum menyukainya–tapi aku sedang mencoba. Park Yura adalah gadis yang paling mendekati kata sempurna. Cantik, intelek, personality-nya bagus. Apa kurangnya Yura hm? Bayangkan posisiku. Seorang namja biasa yang ketiban durian runtuh–ditaksir seorang Park Yura. Mana mungkin aku menolak gadis seperti Park Yura?”

‘Cukup Jonghyun! Cukup!’

Pasukan cairan bening berlomba turun dari mata cantik Yura. Hatinya sakit sekali. Ia merasakan dadanya sesak.

Selagi kedua namja di dalam ruangan itu asyik berbincang dan tak menyadari keberadaan Yura, gadis itu terburu-buru lari menjauh.

~

“Yura-ya… Kau kenapa? Tadi pagi ku jemput taunya kau sudah berangkat. Tadi sore ingin kuantar pulang taunya kau sudah pulang ke rumahmu. Kau menghindariku?”

“Tidak Jjong. Jika aku menghindarimu aku takkan memperbolehkanmu datang ke rumahku sekarang.”

“Kita bersahabat sudah sejak lama. Aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan Yura-ya. Apa aku melakukan kesalahan tanpa aku sadari?”

‘Ya.’ Jawab Yura dalam hati.

“Tidak Jjong…”

“Apa aku menyakitimu?”

“Tidak.” ucap Yura berbohong–lagi. Jelas ia berbohong. Jonghyun memang sudah menyakitinya.

“Park Yura…”

“Kim Jonghyun, aku sedang kurang enak badan. Aku mengantuk sekali. Bisakah tinggalkan aku sendiri?”

~

Park Yura jelas tengah marah pada Kim Jonghyun saat ini. Bagaimana tidak? Ternyata Jonghyun membohonginya. Kim Jonghyun tidak–belum–menyukainya seperti apa yang ia katakan.

Belum seminggu dan Jjong sudah melukainya. Bagaimana dengan nanti?

Tidak apa jika Jonghyun bilang padanya kalau ia belum memiliki perasaan yang sama dengannya. Tidak apa asalkan Jjong berbica jujur dari awal padanya. Tapi ini apa? Jjong sudah berbohong. Jangan bilang kalau ternyata namja itu diam-diam memacarinya agar gengsinya naik?

Yura melirik Jonghyun yang tengah tertunduk. Auranya meredup. Jonghyun berkeras tak mau pergi dari rumah Yura jika gadis itu masih juga tidak mau cerita ada apa dengannya saat ini.

Yura juga sama kerasnya. Ia akan tetap membisu sampai Jjong lelah menunggunya.

“Baiklah. Aku rasa kau memang perlu waktu. Apapun itu, aku minta maaf. Aku menyayangimu Park Yura.”

Sedih rasanya melihat Jjong tak bersemangat seperti ini. Sedih melihat Jjong yang berisik mendadak pendiam. Ditambah mata puppy-nya yang menyiratkan kesedihan.

Yura tidak bisa melihat Jonghyun bersedih.

Otak dan perasaannya tak lagi sejalan. Walau ia tengah kesal dan ingin Jjong segera pergi, tapi hatinya mengatakan lain.

Perlahan ditariknya ujung kaus namja yang baru saja akan berdiri itu. Jonghyun yang tak mengerti kemudian menggernyitkan dahinya.

“Maafkan aku, Jonghyun. Tolong jangan pergi.”

Katakan Yura bodoh. Sudah jelas hatinya telah tersakiti, tapi ia malah dengan mudah memaafkan sang tersangka. Tapi kau harus tau bahwa sejak awal cinta Yura pada Jjong amatlah besar. Tidak apa jika ia dibohongi. Toh cintanya pada namja itu tak berkurang setitik pun. Yura memang marah dan kecewa. Tapi cintanya tak terpengaruh sama sekali.

Karena Yura sudah memilih untuk mencintai Jonghyun. Apapun resikonya.

~

“Kau sebegitu percaya pada Jonghyun?”

“Tentu saja,”

“Park Yura. Aku berkata seperti ini bukan karena aku tak suka melihat hubunganmu dengan Jonghyun. Tapi tolong, bedakan antara percaya dan bertindak bodoh. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Jjong dan Eunhye jalan bersama.”

“Kau yang seharusnya mendengarkan aku, Kang Rumi-sshi. Aku yakin Jjong-Eunhye tidak sedang berselingkuh. Mungkin saja mereka ada keperluan kan makanya mereka bisa jalan berdua?”

“Tapi aku tidak buta Yura! Aku bisa liat pancaran mata Jjong. Sorry to say, mata Jjong saat menatap Eunhye sarat sekali akan cinta–berbeda sekali ketika ia menatapmu. Aku yakin mereka ada apa-apa! Putuskan Jjong, Yura-ya. Untuk apa memiliki raga Jjong tapi tak memiliki hatinya? Jangan paksakan hubungan kalian.”

***TBC***

11 thoughts on “널사랑하겠어

  1. Mirip story line yg I Don’t Like Her ya, tapi di sini jjong lebih bengal (?)
    Kapan dilanjutin saturday night sama I don’t like her nya?😦

    • Iya emang agak mirip. Tapi basically beda loh. Kalo di story ini, intinya si cewe akan selalu suka jjong apapun yang terjadi karena hatinya udah memilih jonghyun. Kalau i don’t like her lebih ke jieun yang gasuka sama sekyung gara2 sekyung tuh bisanya cuma manfaatin jjong doang, dan jjongnya mau2 aja digituin (?) sekyung. Ini beda ga sih? .-. Aku jadi bingung sendiri wkwk.

      Wah kamu pecinta jjong kah? Cerita yg kamu tanyain main castnya jjong semua. I don’t like her entaran deh, lagi bingung nentuin sad ending atau happy ending. Saturday night tinggal satu atau dua chap lagi padahal, tapi storynya mogok nih. Aku bingung ngelanjutinnya. Ada ide? O.o /plak/

  2. wahhhhh jjong oppanya kok nyebelin ya -_-
    terus kalau liat yura jadi agak inget seseorang hehe tapi hampir hampir mirip cuma beda ending doang wkwk

Comment please n_n

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s